Satu hal yang sering saya jumpai di Indonesia adalah sedikitnya masyarakat yang mengetahui nama sutradara satu ini, yaitu Quentin Tarantino. Mungkin kamu lebih mengenalinya dari film yang pernah dibuatnya, seperti Django Unchained, Kill Bill, Inglorious Basterds, atau mungkin Pulp Fiction.

Tahun ini, Quentin Tarantino akan merilis film yang sering dideskripsikan sebagai surat cintanya untuk dunia Hollywood pada masa “Golden Age”, yaitu Once Upon a Time in… Hollywood. Film kesembilan yang dibuat oleh Quentin Tarantino ini dibintangi oleh aktor dan aktris papan atas, seperti Leonardo DiCaprio (The Wolf of Wall Street), Brad Pitt (Moneyball), Margot Robbie (Suicide Squad), sampai Al Pacino (The Godfather), Timothy Olyphant (Justified) dan Dakota Fanning (War of the Worlds).

Mari kita langsung membahas sang sutradara yang satu ini. Quentin Jerome Tarantino adalah pria kelahiran 1963 asal Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai seorang sutradara yang memiliki ciri khas tersendiri dalam setiap film yang dibuatnya, di mana banyak orang menyebutnya sebagai khas-Tarantino, yang akan kita bahas sebentar lagi. Sebelum menjadi seorang sutradara, Quentin Tarantino kerap menulis naskah film, di mana salah satu naskah yang ia tulis dijadikan film bernama True Romance yang disutradarai oleh Tony Scott dan dibintangi oleh Christian Slater dan Patricia Arquette.

Film pertama yang disutradarai oleh Quentin Tarantino adalah Reservoir Dogs, di mana ia juga menulis dan membintangi film tersebut. Dibintangi oleh aktor Harvey Keitel, Tim Roth, Steve Buscemi, Chris Penn, dan Michael Madsen, Reservoir Dogs menceritakan sekelompok orang yang memutuskan untuk merampok toko perhiasan, tetapi gagal dan terjadilah kekacauan.

Quentin Tarantino meluncurkan film pertamanya di Sundance Film Festival pada Januari 1992, di mana film perdananya tersebut menjadi salah satu film yang paling banyak diperbincangkan pada waktu itu. Reservoir Dogs akhirnya menjadi salah satu film independen paling populer, dengan majalah Empire menyebutnya sebagai “Film Independen Terbaik Sepanjang Masa.”

Reservoir Dogs juga memiliki banyak elemen yang akhirnya menjadi ciri khas setiap film Tarantino, yaitu tingkat kekerasan yang tinggi, penggunaan kata kasar yang banyak, jalan cerita yang tidak linear, dialog yang panjang, banyak referensi ke budaya pop, dan penggunaan soundtrack dari musik tahun 1960 hingga 1980.

Naik daun dari Reservoir Dogs, Quentin Tarantino lanjut menulis dan mensutradarai film kedua yang bernama Pulp Fiction. Pulp Fiction menceritakan beberapa kisah sekaligus, di mana kisah dua pembunuh pembayaran bertemu dengan kisah dari seorang atasan penjahat dan istrinya, seorang petinju, dan sepasang perampok.

Dibintangi oleh Samuel L. Jackson, John Travolta, Uma Thurman, dan Bruce Willis, Pulp Fiction dirilis pada tahun 1994, dua tahun setelah Reservoir Dogs dirilis.

Setelah dirilis, Pulp Fiction dipuja sebagai salah satu film terpenting di tahun 1990-an karena alur yang unik, karakter yang menarik, dan cerita yang mengunggah. Tidak jarang Pulp Fiction dikatakan sebagai mahakarya Quentin Tarantino dan salah satu film terbaik sepanjang masa. Saya sendiri juga menyetujui pernyataan tersebut.

robinekariski-film-profil-john-travolta-dan-samuel-l-jackson-di-pulp-fiction

Tidak tanggung-tanggung, Pulp Fiction berhasil dinominasikan 7 Oscar pada tahun 1995, di mana Quentin Tarantino dan Roger Avary sukses memenangkan “Best Original Screenplay.”

Film ketiga yang dibuat oleh Quentin Tarantino adalah film bernama Jackie Brown, yang diadaptasi dari novel karya Elmore Leonard bernama Rum Punch. Film ketiga Quentin Tarantino tersebut dibintangi oleh Pam Grier, Samuel L. Jackson, Robert De Niro, Michael Keaton, dan Robert Foster, dan menceritakan kisah seorang pramugari yang ditangkap menyelundupkan uang kotor dan akhirnya bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk menangkap penjahat yang menjual senapan api.

Meski tidak mendapati tingkat popularitas setinggi Pulp Fiction, Jackie Brown tetap menjadi salah satu film yang cukup populer dan melambungkan kembali nama Pam Grier yang sempat redup.

Sempat ingin membuat Inglorious Basterds, Quentin Tarantino memutuskan untuk menulis dan membuat Kill Bill, film bela diri pertama Tarantino yang dibintangi oleh aktris dari Pulp Fiction, yaitu Uma Thurman.

Quentin Tarantino berencana untuk menjadikan Kill Bill sebagai satu film, tetapi karena durasi yang mencapai 4 jam, ia memutuskan untuk membagi dua film tersebut menjadi Kill Bill Vol. 1 dan Kill Bill Vol. 2.

Dikenal sebagai film yang cukup sadis, Kill Bill adalah film yang sangat bergaya dan mendapati unsur-unsur dari film berjenis bela diri, spaghetti Westerns, dan samurai cinema. Ini juga menjadi kolaborasi terakhir Quentin Tarantino dengan aktris Uma Thurman.

Film selanjutnya yang dibuat Quentin Tarantino adalah Death Proof, sebuah film horror dengan Kurt Russell membintangi sebagai pembunuh yang menggunakan kendaraan miliknya sebagai alat pembunuh.

Meski mendapati ulasan yang cukup baik, tiket penjualan untuk Death Proof cukup rendah, dan menjadikannya sebagai film Quentin Tarantino yang tidak dikenali banyak penonton.

Inglorious Basterds menjadi proyek Quentin Tarantino selanjutnya, dengan Brad Pitt, Christoph Waltz, Diane Kruger, Michael Fassbender, Eli Roth, dan Daniel Bruhl membintangi film yang menceritakan sebuah grup yang berisikan tentara Amerika melawan Nazi di Prancis pada Perang Dunia Kedua.

robinekariski-profil-cristoph-waltz-omar-doom-eli-roth-brad-pitt-diane-kruger-di-inglorious-basterds

Inglorious Basterds dipuji penonton maupun kritikus karena beraninya Quentin Tarantino untuk membuat sejarah fiksi di mana kejadian di dalam film tidak terjadi di dunia nyata, meskipun memakai banyak elemen nyata.

8 Nominasi Oscar berhasil diraih oleh Inglorious Basterds, di mana penampilan Christoph Waltz sebagai kolonel licik dan kejam Hans Landa berhasil mendapatkan “Best Supporting Actor.” Inglorious Basterds juga menjadi film Tarantino dengan pemasukan terbanyak, sebelum disalip oleh Django Unchained, film Quentin Tarantino selanjutnya.

Berlatar pada 1858, Django Unchained menceritakan kisah balas dendam seorang budak yang bernama Django dengan seorang kelas atas bernama Calvin Candie.

Jamie Foxx membintangi tokoh utama Django, sementara Leonardo DiCaprio memainkan tokoh rasis Calvin Candie dan Christoph Waltz sebagai pemburu penjahat yang berasal dari Jerman.

Meski sempat menuai kritik karena penggunaan kata kasar yang berlebihan dan tingkat kekerasan yang tinggi, Quentin Tarantino meraih pujaan dari penonton dan kritikus karena Django Unchained adalah salah satu film yang berani, bergaya, dan menarik.

Menjadi salah satu film terbaik pada tahun 2012, Django Unchained berhasil meraih beberapa penghargaan dan 5 nominasi Oscar. Quentin Tarantino dan Christoph Waltz kembali meraih Oscar, di mana Quentin Tarantino mendapatkan “Best Original Screenplay” dan Christoph Waltz mendapatkan “Best Supporting Actor.”

The Hateful Eight menjadi film kedelapan Quentin Tarantino, yang menceritakan kisah delapan orang asing yang terjebak di dalam sebuah toko kecil karena besarnya badai salju di luar.

Samuel L. Jackson (Pulp Fiction), Walter Goggins (Django Unchained), Kurt Russell (Death Proof), Tim Roth (Reservoir Dogs), Michael Madsen (Reservoir Dogs), dan Bruce Dern (Django Unchained) kembali berkolaborasi dengan Quentin Tarantino pada film ini, dengan Jennifer Jason Leigh dan Demian Bichir turut serta membintangi The Hateful Eight.

Berdurasi tiga jam, The Hateful Eight mendapati respon yang positif karena memiliki karakter yang unik dan dialog yang menarik, meski beberapa kritikus menyebutnya sebagai film yang lambat.

The Hateful Eight meraih tiga nominasi pada ajang penghargaan Oscar, di mana komposer Ennio Morricone berhasil memenangkan “Best Original Score.”

Setelah The Hateful Eight yang dirilis pada tahun 2015, Quentin Tarantino tertarik untuk membuat film seputar pembunuhan yang dilakukan oleh Keluarga Manson.

Alhasil, terjadilah film yang bernama Once Upon a Time in… Hollywood yang menceritakan kisah sepasang aktor dan stuntman yang berusaha beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di Hollywood, disertai dengan pembunuhan yang dilakukan Keluarga Manson yang turut mengguncang dunia Hollywood.

robinekariski-profil-brad-pitt-leonardo-dicaprio-al-pacino-di-once-upon-a-time-in-hollywood

Once Upon a Time in… Hollywood pertama kali ditayangkan pada Cannes Film Festival, 21 Mei 2019. Film Quentin Tarantino tersebut berhasil mendapatkan enam menit tepuk tangan berdiri oleh kritikus dan penonton, yang memujinya sebagai film Quentin Tarantino paling personal dan salah satu film Quentin Tarantino terbaik.

Kamu bisa menyaksikan Once Upon a Time in… Hollywood pada Juli mendatang di bioskop terdekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s