Pernahkah kamu mendengar sebuah bencana lampau yang bernama “Bencana Chernobyl”? Bencana tersebut sempat membuat seluruh dunia geger karena besarnya bencana tersebut dan dampak yang dihasilkannya.

Semua terjadi pada tahun 1986, di mana sebuah pembangkit tenaga listrik bertenaga nuklir yang berada di Chernobyl, Ukraina, meledak secara tiba-tiba. Apa yang mulanya hanya dikira sebagai sebuah malfungsi biasa ternyata berubah menjadi sebuah sebuah bencana beruntun yang akhirnya memberikan dampak secara langsung kepada seluruh warga Ukraina.

Total korban jiwa dari bencana tersebut masih belum dipastikan, dimulai dari 4000 sampai setinggi-tingginya, yaitu 200.000. Radiasi yang dihasilkan oleh nuklir Chernobyl sangatlah kuat, bahkan manusia yang sudah menggunakan baju anti-kimia masih dapat terjangkit kanker dan berbagai macam penyakit lainnya hanya dalam hitungan menit. Dan semua itulah yang diceritakan oleh miniseri Chernobyl.

Segar setelah berakhirnya serial HBO lainnya, Game of Thrones, saya mencoba untuk menonton serial terbarunya, yaitu Chernobyl. Episode pertama, tanpa basa-basi saya langsung disuguhkan secara langsung bagaimana Valery Legasov (Jared Harris), sang tokoh utama, tampak sedang merekam sebuah pernyataan, kemudian mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. Tidak berakhir di situ, cerita langsung mundur dua tahun sebelumnya dan langsung memperlihatkan kepada para penonton bagaimana pembangkit listrik bertenaga nuklir di Chernobyl meledak. Tidak butuh waktu yang lama bagi saya untuk langsung merasakan bahwa Chernobyl akan menyajikan banyak momen dan adegan yang menegangkan pada lima episode selanjutnya.

Pada episode pertama saya juga dapat langsung berkenalan dengan para karakter Chernobyl, mulai dari para pekerja yang ternyata belum berpengalaman dan didorong dengan paksa oleh atasan mereka sampai para dokter dan pemadam kebakaran yang langsung terjun tanpa menyadari bahwa meledaknya Chernobyl bukanlah hanya kecelakaan biasa. Chernobyl juga tidak takut untuk menyinggung para pemerintah yang mencoba untuk menutup-nutupi bencana nasional tersebut, dan menjadikannya secara tidak langsung antagonis dari seluruh acara yang berisi lima episode ini.

Kebohongan. Itulah tema utama pada Chernobyl. Kebohongan yang akhirnya menjadi penyebab utama terjadinya bencana Chernobyl. Pemerintah dan para atasan Chernobyl membohongi pekerjanya untuk mendorong kinerja salah satu reaktor. Membohongi para pemadam kebakaran yang hanya mengira bahwa kebakaran di Chernobyl hanyalah kebakaran biasa. Membohongi warga dan dunia dengan mengatakan bahwa tidak ada yang perlu ditakuti.

Ditengah kebohongan tersebut, terdapat tokoh utama kita yang bernama Valery Legasov, seorang pakar nuklir. Ia yang pertama menyadari bahwa ledakan di Chernobyl bukanlah ledakan yang begitu saja, melainkan malapetaka yang dapat menjadi bencana internasional. Meski mendapati ancaman untuk membungkam, ia tetaplah berusaha semampunya untuk menggali dan mencari apa yang sebenarnya terjadi dan siapa saja yang teelibat.

Jared Harris (Mad Men) yang memerankan Valery Legasov memberikan salah satu akting terbaik yang pernah saya lihat. Pada serial Mad Men, saya kurang begitu memerhatikan Harris karena perannya yang sebagai pemeran pembantu masih tertutup pada sang tokoh utama, Don Draper (Jon Hamm). Namun, bermain di Chernobyl saya dapat secara langsung menyaksikan betapa pentingnya bagi Craig Mazin, sang pembuat Chernobyl, untuk memberikan peran Valery Legasov ke Harris.

Kemampuannya untuk memberikan emosi terasa sangatlah otentik dan tidak norak, dan keahliannya yang mampu membuat penonton menyadari bahwa bencana ini jauh lebih besar dari yang kita pikirkan sering kali membuat saya merinding. Ia mampu membuat saya dan para penonton lainnya merasa terlibat, meski sebenarnya saya belom lahir pada tahun 1986.

robinekariski-tv-series-valery-legasov-dan-boris-shcherbina

Akting yang diberikan Harris diimbangi dengan sempurna oleh teman mainnya, Stellan Skarsgard (The Girl with the Dragon Tattoo), yang memainkan Boris Shcherbina, seorang aparat pemerintah yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus meledaknya Chernobyl bersama Legasov. Awal mula kita dapat melihat bahwa Boris masih sangat pesimis terhadap penilaian Legasov yang mengatakan bahwa Chernobyl sangatlah berbahaya, namun lambat laun sangat mendukung Legasov untuk menutup dan mengevakuasi kota sekitar serta menginvestigasi lebih lanjut. Pengembangan karakter yang dialami Boris sangatlah sempurna dan terasa sangat cocok, di mana karakter lainnya masih keras kepala dengan penilaiannya masing-masing.

Craig Mazin juga tidak takut untuk menyerempetkan beberapa aspek rekayasa kepada cerita yang berbasis kisah nyata ini, di mana salah satu contoh terbesar adalah adanya karakter yang bernama Ulana Khomyuk (Emily Watson). Ulana adalah sebuah karakter yang merepresentasikan semua ilmuwan yang bekerja tanpa pamrih dan membahayakan diri mereka demi memberikan kebenaran yang sebenar-benarnya dan dapat membantu mengatasi masalah yang menimpa warga korban Chernobyl.

Pengorbanan manusia, itulah yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan yang sudah sangat parah itu. Secara vulgar, Chernobyl menunjukkan bahwa tidak ada jalan bagi Legasov dan pemerintah untuk memperbaiki reaktor nuklir Chernobyl selain menggunakan tenaga manusia, meski radiasi yang dihasilkannya sangatlah parah. Heroiknya, banyak tenaga kerja yang menjadi sukarela untuk membantu membersihkan Chernobyl, meski mengetahui hal itu dapat membunuh mereka seketika. Kita dapat melihat mereka mempertaruhkan nyawa secara langsung, mulai dari melihat mereka berusaha untuk memutup saluran air di gelapnya bawah tanah, melihat mereka mencoba menggali kedalaman yang sangat dalam, sampai melihat mereka yang harus membuang bahan alami yang sangat berbahaya, grafit.

Latar Chernobyl juga sangatlah indah dan orisinil, dengan Craig Mazin sangat memerhatikan secara detil bagaimana setiap lokasi dibuat dengan tepat dan sedekat-dekatnya dengan lokasi nyata. Teknik sinematografi juga sangat sempurna, yang mampu menonjolkan setiap adegan dan memberikan kesan yang lebih ke penonton. Tidak lupa musik yang pelan namun menancap di telinga turut membantu membuat Chernobyl menjadi lebih intens.

Akhirnya, Chernobyl bukanlah sebuah miniseri yang bertujuan untuk mengantagonis Uni Soviet atau tenaga nuklir, namun Chernobyl mengingatkan kembali tragedi yang terjadi jika manusia terlalu menyepelekan sesuatu. Chernobyl juga adalah sebuah medium yang sempurna untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan negaranya, demi memberikan masa depan. Chernobyl sangat wajib untuk ditonton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s