Akhir tahun lalu, Charlie Brooker selaku pembuat dan penulis Black Mirror mencoba untuk mengagumkan kita dengan Black Mirror: Bandersnatch. Meski cerita yang ditawarkan Bandersnatch masih kalah jauh dari episode Black Mirror lainnya, namun kebebasan yang diberikan ke penonton untuk menjalani alur ceritanya tetaplah sangat unik.

Jadi, dengan kehadirannya musim terbaru, tentu saya sangat berharap ada sesuatu yang unik dan menarik. Namun, ternyata tidak. Dengan hanya 3 episode mengisi musim kelima, saya berharap cerita yang disuguhkannya akan menjadi sangat mendebarkan dan menegangkan seperti musim pertama dan kedua. Tetapi apa yang terjadi adalah setiap episode pada musim ini kurang menyetrum, kurang gelap, dan tentunya kurang menyeramkan.

Striking Vipers, episode pertama pada musim kelima, dibintangi oleh Anthonie Mackie (The Hurt Locker) yang memainkan Danny Parker, dan Yahya Abdul-Mateen II (Aquaman) sebagai Karl Houghton, teman baik Danny. Pada dasarnya, Striking Vipers menceritakan pertemanan yang terpisah karena kesibukan yang dialami kedua karakter seiring beranjaknya menuju dewasa. Akhirnya, lewat permainan virtual reality Striking Vipers X, mereka kembali menjalin hubungan yang sudah hilang. Tentu saja, karena ini Black Mirror, jadi harus ada sesuatu yang mengganggu.

robinekariski-tv-series-danny-parker-dan-karl-houghton

Tetapi, meski hampir semua episode Black Mirror suram, Striking Vipers bisa dikatakan adalah salah satu episode yang paling halus dari semuanya. Jujur saja, konsep yang dimiliki episode ini mirip dengan Playtest, episode kedua pada musim keempat. Keduanya sama-sama menggunakan virtual reality yang kemudian menantang dunia nyata dengan dunia virtual.

Lanjut dari Striking Vipers adalah Smithereens, episode kedua yang dibintangi oleh Andrew Scott (Sherlock). Andrew memainkan Chris Gilihaney, pengendara taksi online yang menculik Jaden (Damson Idris), seorang karyawan perusahaan besar yang ternyata hanyalah karyawan magang. Tidak perlu waktu lama bagis Chris untuk menemui kekacauan yang dibuatnya.

Meski menawarkan ketegangan yang tidak dimiliki dua episode lainnya, saya merasa Smithereens bukanlah episode Black Mirror. Ini seperti episode dari serial lainnya, yang hanya sedikit menggunakan teknologi dan lebih membahas psikologi dan emosional. Ending yang dihasilkannya juga terasa tidak lengkap dan saya merasa mereka tidak bisa menemukan akhir yang tepat untuk episode yang menegangkan namun tidak berarti ini.

Dan kemudian musim kelima ditutup dengan episode ketiga yang bernama Rachel, Jack, and Ashley Too. Episode ini dipimpin oleh Angourie Rice (The Nice Guys) yang memainkan Rachel Goggins, seorang murid penyendiri dan penggemar berat bintang pop Ashley O (Miley Cyrus). Akting yang diberikan Miley Cyrus boleh dibilang cukup bagus, memerankan seorang bintang penyanyi yang terkenal sekaligus karakter yang depresi karena tekanan yang diterimanya. Catherine Ortiz (Susan Pourfar), manager sekaligus tante Ashley, menjadi antagonis di sini yang memaksa Ashley untuk terus menerus tampil dan menyanyi.

robinekariski-tv-series-miley-cyrus-sebagai-ashley-o-di-black-mirror

Dengan menjadikan manusia sebagai antagonis, bukan teknologi seperti biasanya, Rachel, Jack, and Ashley Too juga sama menjadi episode yang kurang berarti untuk Black Mirror. Kalaupun ada menggunakan teknologi, yang digunakan pada episode ini mirip dengan episode Be Right Back, episode pertama pada musim kedua. Kedua episode tersebut sama-sama menggunakan AI (Artificial Intelligence) untuk menggantikan manusia nyata.

Jadi apa kesimpulannya? Dengan hanya memiliki tiga episode, saya pada awalnya yakin Black Mirror akan kembali menciptakan teknologi baru yang akan membuat kita semakin dekat dengan technophobia, namun ternyata tidak. Teknologi yang ditawarkan Black Mirror terasa tidak inovatif, dan inti yang ingin disampaikan pada setiap episode tidak sampai ke penonton. Mungkin saja Charlie Brooker membutuhkan lebih dari satu tahun untuk menciptakan teknologi barubyang akan membuat kita merinding.

Musim terbaru Black Mirror sudah bisa kamu tonton hanya di layanan streaming Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s