“More Shaft than you can handle.” Begitulah tagline terbaru dari film Shaft, sequel dari Shaft yang keluar pada tahun 2000. Ya, saya juga sempat bingung karena kedua film menggunakan nama yang sama. Kedua film juga sama-sama menggunakan pemain film yang sama, yaitu Samuel L. Jackson (Pulp Fiction) yang memerankan John Shaft II, putra dari John Shaft (Richard Roundtree) dari film Shaft pada tahun 1970-an. Dan pada film ini, akan ada karakter tambahan, yaitu anak dari John Shaft II yang bernama… ya, John Shaft III (Jessie T. Usher). Beruntung, John Shaft III biasa dipanggil “JJ”, jadi kita akan menggunakan itu. Jadi ada tiga film bernama Shaft dengan tokoh utama yang bernama John Shaft. Membingungkan? Jangan lupa sudah ada lima film yang sama-sama bernama Shaft.

Meski dengan semua kesamaan (atau kekacauan) tersebut, perbedaan Shaft yang sekarang dengan prequel-nya adalah bergantinya jenis yang dipilih. Shaft yang keluar pada tahun 2000 adalah sebuah film thriller yang mengkuak kasus rasisme dan menjadikannya film yang serius. Sementara Shaft yang saat ini menjadi film aksi dan komedi, di mana John Shaft II bekerja sama bersama anaknya, JJ untuk mencari kebenaran terhadap kematian salah satu teman dekat JJ.

Meski menawarkan segelintir elemen pada film yang disutradarai oleh Tim Story (Ride Along) ini, tetap saja hanya ada satu elemen yang bisa saya rekomendasikan untuk kamu. Samuel L. Jackson. Itu dia, itulah yang bersinar dari film yang berdurasi 111 menit ini. Dan dialah yang membuat film ini sangat seru. Banyak hal yang membuat saya menyukai dia. Mungkin karena kepribadiannya yang kalem dan keren. Mungkin juga saya senang melihat ia mengeluarkan kata “F-word” sebanyak mungkin. Mungkin juga caranya mengantarkan lelucon yang memang terasa lucu dan tidak hambar.

Tetapi, dari segi cerita memang sangat klise dari film aksi-komedi lainnya. Seorang anak yang lama tidak bertemu bapaknya bekerja sama untuk mengungkapkan kebenaran atas kematian temannya. Terlihat JJ, seorang data analyst, adalah seseorang yang ramah, bersih, terorganisir, dan patuh pada peraturan. Sementara John Shaft II adalah seseorang yang berantakan, brutal, dan tidak peduli dengan peraturan. Di sinilah yang menjadi fondasi dari lelucon-leluconnya. Oh ya, JJ adalah seseorang yang anti pada senjata. Sementara Shaft? Pistol, shotgun, semua bisa digunakannya dengan piawai.

robinekariski-film-tiga-generasi-keluarga-shaft-di-dalam-shaft-2019

Jika film ini menjadi film aksi biasa, sepertinya tidak akan saya sukai. Aksi yang ditawarkan lumayan buruk dan tidak menegangkan. Dari awal film dimulai, sampai adegan tembak-tembakan pada akhir film, sedikit adrenalin saya yang terangkat. Jadi sepertinya sisi komedi menjadi pemenang pada film ini, membantu Shaft menjadi lebih dinikmati. Samuel L. Jackson sepertinya memang sudah terbiasa untuk bermain film aksi-komedi, seperti The Hitman’s Bodyguard yang juga dibintangi oleh Ryan Reynolds.

Satu pertanyaan melayang di kepala saya sebelum menonton film ini. Dan setelah selesai menontonnya, saya sepertinya belum bisa menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. “Apakah film ini memang dibutuhkan?” Memang, kehadiran Samuel L. Jackson selalu saya terima dengan tangan terbuka, namun apakah Shaft perlu mendapatkan sequel? Meski mendapatkan pemain baru untuk memerankan keturunan dari keluarga Shaft, namun tetap saja sepertinya hubungan antar film sebelumnya dan film ini tidak terlalu kuat ataupun tidak terlalu terlihat.

Apakah film ini merusak citra John Shaft, yang dulu kita kenal sebagai seseorang tangan besi yang tidak kenal ampun dan menggantinya dengan seseorang yang berantakan dan kurang serius? Mungkin saja. Namun saya kurang familiar dengan John Shaft yang dahulu, jadi saya tidak bisa menganalisa lebih lanjut.

Jika kamu mencari John Shaft yang dulu, mungkin kamu tidak akan menemukannya di sini. Namun, jika kamu ingin melihat Samuel L. Jackson menjadi ayah yang kocak dan badass, maka kamu bisa mencicip Shaft yang sudah hadir di layanan streaming Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s