Perlu saya tekankan bahwa Too Old to Die Young adalah sebuah miniseri dengan 10 episode yang berdurasi selama 13 jam. Namun Nicolas Winding Refn (Drive) selaku pembuat dan sutradara mengatakan bahwa ini adalah sebuah film yang berdurasi selama 13 jam. Dan sepertinya, saya juga setuju. Pengalaman menonton miniseri ini memang seperti menonton sebuah film daripada sebuah serial.

Saya sebenarnya tidak tahu harus memulai dari mana karena saya tidak pernah mendapatkan pengalaman seperti ini saat menonton Too Old to Die Young. Kata “aneh” sepertinya tidak tepat untuknya, begitu juga kata “ekstentrik”. Mengapa tidak kita sebut saja “unik”? Mulai dari karakter, durasi, sampai alur ceritanya, bisa dibilang ini adalah pengalaman baru untuk saya jelajahi.

Pada awalnya, miniseri ini menceritakan sebuah polisi kotor yang bernama Martin Jones (Miles Teller). Ia adalah seorang polisi yang juga bekerja sebagai pembunuh bayaran untuk geng lokal yang dikepalai oleh Damian (Babs Olusanmokun). Terlihat, tujuan Martin adalah untuk membunuh kriminal yang telah berbuat kejahatan dan diputuskan untuk diakhiri hidupnya.

robinekariski-tv-series-miles-teller-sebagai-martin-di-too-old-to-die-young

Tidak butuh waktu lama, Martin harus berurusan dengan anggota kartel yang bernama Jesus Rojas (Augusto Aguilera) karena ia membunuh ibunya dan terjerumuslah dia ke dalam gelapnya dunia kriminal. Kehidupan Martin jugalah sangat berantakan, di mana pada kantornya saat menjadi detektif, ia mempunyai bos yang berteriak “Fasisme! Fasisme!”, kemudian bertemu mantan aparat bernama Viggo (John Hawkes) dan memutuskan untuk menghabisi kriminal bersama-sama. Oh, dan ia juga berpacaran dengan anak sekolahan yang bernama Janey Carter (Nell Tiger Free) dan bertemu dengan yakuza di mana salah satu anggotanya dimainkan oleh Hideo Kojima, pembuat Death Stranding dan Metal Gear.

Sebelum menonton, saya bisa menebak apa yang bisa saya harapkan. Visual yang sangat cantik, karakter yang diam selama bermenit-menit, cerita yang aneh, dan dialog yang sedikit. Mengapa? Karena Nicolas Winding Refn. Mulai dari filmnya Valhalla Rising, Drive, sampai Only God Forgives dan The Neon Demon, semuanya memiliki kesamaan tersebut. Dan Too Old to Die Young juga tidaklah berbeda. Hanya saja durasinya yang lebih panjang dari film sebelumnya, sehingga miniseri ini memang benar-benar menguji ketahananmu untuk bertahan menonton setiap episodenya.

Benar saja. Mari kita ambil contoh karakter utama yang bernama Martin. Diperankan oleh Miles, karakter Martin sangatlah bisu dan tersering pasif saat berkomunikasi dengan lawan bicaranya. Ia pun jarang berekspresi dengan wajahnya, yang sering membuat karakternya datar. Namun, meski wajah yang tidak berekspresi terkesan membosankan dan hambar, setiap aksi yang dilakukannya seringkali menghebohkan dan mengejutkan, seperti pada suatu adegan di mana ia yang secara tiba-tiba membunuh pembuat film porno dan dikerjar oleh saudaranya hingga menjelang pagi.

robinekariski-tv-series-viggo-yang-diperankan-oleh-john-hawkes

Dan sama seperti Only God Forgives, kamu tidak bisa mencerna Too Old to Die Young secara mentah-mentah. Banyak tema yang dimilikinya, dan kamu bisa mengartikan setiap adegan sesuai imajinasimu. Seperti di episode “The Empress” di mana Viggo dengan setiap pelurunya menghancurkan kamp dan membunuh setiap penghuninya yang terdiri dari pemerkosa dan pedofil. Korban yang dibunuhnya juga menggunakan pakaian berpola bendera Amerika. Viggo sendiri juga percaya bahwa akhirat akan datang dan masa yang gelap akan mendatangi kita. Ini bisa merujuk sebagai respon Nicolas Refn terhadap terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, karena ia mengatakan Trump membantu membentuk miniseri ini menjadi lebih gelap. Setiap penonton bebas untuk mengartikan setiap adegan di Too Old to Die Young dan itulah yang sebenarnya sangat menarik.

Apakah itu berarti Nicolas Winding Refn malas membuatnya dan membiarkan penonton yang berpikir? Bisa jadi. Apakah terkadang saya bosan untuk menonton sebuah adegan yang sangat hening dan lama? Iya. Namun saya juga tetap tertarik untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya dan meski merasa bosan, saya tetap tidak bisa berhenti untuk menonton miniseri ini.

robinekariski-tv-series-seni-nicolas-refn-tetap-terbaik-di-too-old-to-die-young

Nicolas adalah pembuat film yang gemar untuk menceritakan ceritanya lewat visual, lewat gambar, lewat seninya yang hening dan diam. Ia percaya bahwa sunyi adalah suara terbaik untuk menceritakan sebuah cerita. Maka dari itu, visual yang dihasilkan Too Old to Die Young sangatlah cantik. Setiap adegan selama 13 jam di miniseri sangatlah indah, mulai dari penggunaan cahaya lampu neon yang terkesan estetis, cahaya matahari yang memperkuat suasana, dan posisi karakter dan latar yang simetris.

Kemudian Too Old to Die Young ditayangkan di Prime Video dan layanan streaming memang menjadi arena bermain yang tepat untuk Nicolas Refn karena kebebasan yang ditawarkannya. Makanya jika kamu menonton, kamu bisa memerhatikan bahwa durasi pada setiap episode bervariasi, di mana episode pertama berdurasi 90 menit dan episode terakhir berdurasi 30 menit. Dengan kebebasan tersebut, ia dapat menentukan momentum dan alur sesuai keinginannya dan ia dapat bereksperimen dengan bebas. Tetapi, saya juga terkadang sering bingung dan merasa kewelahan karena durasi yang cukup panjang hanya untuk satu episode.

Jika kamu adalah tipe penonton yang menyukai banyak adegan diam dan hanya ingin menghargai estesis yang ditawarkannya, maka saya bisa menjamin kamu akan menyukai Too Old to Die Young. Namun, jika yang kamu harapkan adalah aksi cepat, maka kamu tidak akan mendapatkannya. Menonton Too Old to Die Young adalah sebuah uji daya tahan diri sendiri sekaligus sebuah perjalanan menuju suatu alam yang tidak pernah kita jelajahi sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s