Setelah menonton Point Blank, film besutan Netflix yang diperankan oleh Anthony Mackie (The Hurt Locker) dan Frank Grillo (The Grey), kemudian menonton Stuber, yang diperankan oleh Dave Bautista (Spectre) dan Kumail Nanjiani (The Big Sick), saya menemukan persamaan pada kedua film tersebut, yaitu sama-sama berjenis buddy cop, di mana dua tokoh utama, meski memiliki sifat yang saling bertabrakan, namun harus bekerja sama untuk menyelesaikan misi yang dijalaninya.

Stuber menceritakan bagaimana polisi gagah namun memiliki gangguan pada penglihatannya, Vic (Bautista), bertemu dengan supir taksi online Uber yang bernama Stu (Nanjiani), dan berakhirlah dengan nama Stuber (Ngerti? Gabungan dari Stu dan Uber). Vic adalah seorang polisi yang selama berbulan-bulan mengejar pengedar narkoba bernama Tedjo (Iko Uwais) karena telah membunuh teman kerja Vic, Sara (Karen Gillan).

Meski sebenarnya gagah karena badannya yang memang sangat besar, namun Vic memiliki gangguan pada penglihatannya yang akhirnya menyebabkan dirinya sangat sulit untuk melakukan tugasnya. Mulai dari menembak, membaca, sampai menyetir Vic sudah terlihat sangat kewelahan. Pada suatu hari, ia diinformasikan bahwa Tedjo akan mengadakan transaksi narkoba, dan bergegaslah Vic.

robinekariski-film-komedi-kumail-nanjiani-dan-dave-bautista-di-stuber

Namun, apa daya kemampuan penglihatannya membuat dirinya tidak mampu untun mengendarai kendaraan miliknya di jalan yang kosong, dan akhirnya menyebabkan dirinya untuk memesan taksi online Uber. Di sinilah di mana ia bertemu dengan Stu, seorang pekerja di toko olahraga pada siang hari dan supir Uber pada malam hari. Belakangan, Stu kesulitan untuk mendapatkan rating yang tinggi dari para pelanggannya dan terancam untuk diberhentikan dari Uber. Apa daya, saat mengharapkan pelanggan berbintang lima, ia malah mendapatkan Vic, seseorang dengan tensi yang tinggi dan kepribadian yang menyeramkan.

Komedi yang dimilikinya memang seperti komedi yang kamu harapkan dari sebuah film berjenis buddy cop, satu karakter yang angkuh dan menyeramkan, dan satunya adalah karakter yang selalu ketakutan akan apa saja. Seperti pada satu adegan, di mana Stu dipaksa untuk memegang segenggam pistol oleh Vic dan secara tidak sengaja menembak seseorang. Memang, adegan tersebut menimbulkan tawa dari penonton, tapi setelah itu lelucon tersebut terasa mati dengan cepat. Sementara lelucon lainnya terasa sangat sering dijumpai di film lainnya, sehingga sudah sangat mudah untuk ditebak.

Dari segi aksi sendiri, Dave Bautista dan Iko Uwais (The Raid) memang sudah cukup seru untuk film berkaliber komedi seperti Stuber, bahkan jika untuk level kedua aktor tersebut masih kurang. Apakah kamu masih ingat betapa ganasnya Bautista saat menjadi Hinx di Spectre atau betapa sadisnya Iko saat menjadi polisi Rama di The Raid? Adegan beradu pukul antara Vic dan Tedjo di Stuber masih cukup kurang dan tidak terlalu sengit. Mungkin saja adegan bertarungnya dikurangi demi memajukan sisi komedi yang dimilikinya.

robinekariski-film-iko-uwais-dan-dave-bautista-di-stuber

Namun, apa yang membuat film ini masih bisa dinikmati, meski komedinya yang lumayan kadarluasa dan aksi yang masih kurang sengit? Kedua aktor utamanya, Dave Bautista dan Kumail Nanjiani. Berbeda dengan Point Blank di mana kedua aktornya masih kurang dimanfaatkan, Stuber mampu meningkatkan chemistry antara Bautista dan Nanjiani dengan lelucon yang terasa pas untuk setiap karakternya tersebut. Memang betul banyak leluconnya yang cukup basi, namun kedua aktor tersebut tetap mampu untuk semulus mungkin memberikan komedi yang mengundang tawa.

Apa yang membuat saya berpikir adalah bagaimana Stuber masih lebih menyenangkan dari Point Blank. Point Blank adalah sebuah film dengan arahan yang masih tidak jelas, belum tentu apakah ingin menjadi film komedi buddy cop atau film action-thriller. Sementara Stuber sudah dipastikan akan menjadi film komedi, sehingga tidak terasa setengah-setengah, meski banyak leluconnya yang cepat mati. Kamu akan menikmati Stuber jika memang ingin mencari sedikit canda-tawa dan melihat Iko Uwais dengan tato di wajah dan rambut pirangnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s