Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw adalah sebuah film spin-off dari seri Fast & Furious, menggabungkan dua aktor laga besar yakni Dwayne Johnson (Jumanji: Welcome to the Jungle) dan Jason Statham (Snatch). Hobbs & Shaw juga kedatangan dua pemain film baru, yaitu Idris Elba (Pacific Rim) dan aktris yang sedang naik daun, Vanessa Kirby (The Crown).

Meski ini adalah spin-off dari Fast & Furious, namun Hobbs & Shaw tidak menyinggung secara langsung kejadian-kejadian yang sudah terjadi pada sebelumnya. Bahkan, tidak ada penyinggungan sama sekali, sehingga film ini terasa ingin berpisah dari nama besar Fast & Furious dan menjadi film tersendiri.

Hobbs & Shaw menceritakan bagaimana dua tokoh utamanya, Hobbs (Dwayne Johnson) dan Shaw (Jason Statham) harus menghentikan virus yang sudah berada di dalam tubuh saudari Shaw, Hattie (Vanessa Kirby) dan menjauhkannya dari penjahat yang bernama Brixton (Idris Elba), seorang agen dengan kekuatan yang melebihi manusia biasa dari organisasi gelap Eteon.

robinekariski-film-dwayne-johnson-dan-jason-statham-di-hobbs-and-shaw

David Leitch (John Wick) membuat film ini persis seperti apa yang kamu harapkan dari film buatannya, yaitu aksi yang cepat dan besar. Kamu bisa melihat film-film sebelumnya, seperti film neo-noir John Wick, film mata-mata Atomic Blonde ataupun film superhero-comedy Deadpool 2, dan kamu bisa melihat kesamaan yang dimiliki ketiga film tersebut, yaitu sama-sama memiliki tokoh utama yang siap menendang bokong siapapun. Mengerjakan dari naskah Chris Morgan dan Drew Pearce, Leitch membuat Hobbs & Shaw dengan aksi sebesar dan sekreatif mungkin.

Namun berbeda dengan film sebelumnya, Hobbs & Shaw mencoba untuk menekan tingkat kekerasannya semaksimal mungkin karena Fast & Furious ditujukan untuk masyarakat luas, sehingga setiap adegan berantem yang dimilikinya, meski sudah sangat besar, namun tidak bisa sekeras dan seliar John Wick ataupun Atomic Blonde. Alhasil, film yang berjalan selama 135 menit ini terkesan menjadi film yang berisik dan mengandalkan aksi-aksi yang besar namun cukup konyol. Memang kreatif, namun tingkat tidak masuk akalnya cukup mengganggu pengalaman menonton saya.

Sementara itu, Leitch mengetahui bahwa ia memiliki banyak pemain film yang lebih dari mampu untuk memberikan pengalaman aksi yang dapat memukau penontonnya. Mulai dari Dwayne Johnson dengan fisiknya yang sangat besar mampu membanting musuhnya kiri-kanan dengan mudah, dan Jason Statham yang memang dikenal memiliki keahlian bela diri yang ganas, sebut saja filmnya seperti Crank ataupun Transporter. Leitch dapat dengan mudah membuat koreografi karena memiliki dua aktor yang mapan dalam membanting lawannya, dan itu semua terlihat di Hobbs & Shaw.

robinekariski-film-vanessa-kirby-menjadi-hattie-shaw

Tidak melupakan, Idris Elba yang memerankan karakter dengan kekuatan super memang sangat mengkhayal namun untuk film action seperti ini, ia dapat memberikan bumbu-bumbu penyedap pada setiap adegan bertarung, meski terkadang terlalu berlebihan dan tidak logis. Dam Vanessa Kirby, segar setelah bermain di Mission Impossible: Fallout, kembali lagi memerankan karakter yang cukup keren di Hobbs & Shaw.

Berjalan selama beberapa puluh menit pertama, Hobbs & Shaw terlihat menjanjikan dengan aksi yang cepat, karakter yang saling terpadu, dan cerita yang cukup solid. Melihat Hobbs mengalahkan musuh dengan mesin tato dan Shaw dengan sebotol sampanye? Saya menyukainya.

Namun, semakin lama jalan cerita semakin kacau dengan ceritanya yang sangat ingin menjadi seperti film mata-mata lainnya… ya, seperti Mission Impossible ataupun film James Bond, seperti Skyfall atau Spectre. Aksi yang disuguhkannya juga mulai semakin lama semakin menjadi-jadi, yang akhirnya malah melelahkan saya dan menyadari bahwa setiap adegan pertarungan cukup klise dan basi.

robinekariski-film-hobbs-dan-shaw-bertarung-dengan-brixton

Berhubung ini ditujuan sebagai film action-comedy, maka kita tidak bisa melewatkan aspek komedi yang dimilikinya. Memang, perpaduan antara dua tokoh seperti Hobbs dan Shaw memang sangat seru, apalagi jika melihat masa lalu mereka di film sebelumnya dan mengharuskan kedua karakter tersebut untuk bekerja sama di Hobbs & Shaw. Tidak sedikit lelucon yang disuguhkannya melesat, namun tidak sedikit juga leluconnya tepat sasaran dan membuat penonton tertawa serta meringankan tensi di film ini.

Tapi kembali lagi, jika kamu ingin menonton Hobbs & Shaw, maka kamu sudah mengetahui apa yang akan kamu harapkan. Aksi yang besar dan berisik? Ada. Lelucon yang saling mengejek antara Hobbs dan Shaw? Ada. Namun, jika yang kamu inginkan adalah film aksi yang menegangkan ataupun cerita yang masuk akal, maka sayangnya kamu tidak akan menemukan di Hobbs & Shaw. Tapi hei, jika kamu adalah penggemar gulat profesional WWE, maka kamu dapat melihat salah satu pegulatnya, Roman Reigns, bermain di sini, jadi mungkin itu adalah bonus tersendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s