Scary Stories to Tell in the Dark berhasil membuka musim film horror dengan ceritanya yang segar dan menarik, dengan beberapa cerita yang disampaikannya memang benar-benar menyelimuti seluruh pikiranmu secara perlahan, kemudian langsung menerkam isi kepala dengan elemen yang cukup menyeramkan.

Berlatar di musim Halloween pada tahun 1968, tiga anak remaja yang bernama Stella, Auggie dan Chuck menjahili penindas lokal bernama Tommy. Setelah dikejar-kejar, ketiga anak remaja ini bertemu dengan Ramon, seorang remaja yang kabur dari sesuatu dan secara tidak sengaja bertemu dengan anak-anak jahil ini. Berempat ini mendatangilah rumah terbengkalai di tengah hutan pada malam Halloween dan di sinilah cerita seram dimulai.

Pusat kengerian Scary Stories to Tell in the Dark adalah saat keempat remaja ini menemukan sebuah buku yang dapat mengakibatkan kisah menyeramkan yang ditulis di dalamnya berubah menjadi kenyataan. Tidak hanya hantu, cerita-cerita tersebut juga memiliki kisah yang terdapat monster dan makhluk-makhluk bengis dan mengerikan lainnya yang memang sangat aneh untuk dideskripsikan.

Saya pun cukup kagum untuk melihat bagaimana penampilan setiap monster karena memang terasa begitu menyeramkan. Dan menakutkan. Dan sangat aneh. Pokoknya, tidak pernah saya lihat sebelumnya dan saya sangat menghargai kinerja para kru yang bertanggung jawab untuk mengkreasikan monster yang memang tidak hanya menyeramkan, namun membuat suasana film yang sebelumnya menyenangkan menjadi kelam dan gelap.

robinekariski-film-monster-yang-terdapat-di-dalam-film-scary-stories-sudah-menyeramkan

Tidak hanya monsternya yang menyeramkan, namun beberapa cerita yang dimilikinya memang cukup seram dan berbeda dari kebanyakan film horror lainnya sehingga saya tidak bisa melihat bagaimana kisahnya akan berakhir. Dan membuat film horror dengan kisah yang berbeda dan segar sudah sangat sulit, sehingga saya merasa puas untuk menikmati setiap cerita di Scary Stories to Tell in the Dark.

Hal lainnya yang sering membuat saya terlempar adalah mudahnya film ini mengubah tempo ceritanya. Kamu bisa pada satu momen sedang menikmati nuansa tahun 60an dengan kendaraannya, pakaian yang dikenakannya, ataupun tingkah laku setiap karakter, kemudian beberapa momen kemudian kamu langsung memasuki dunia seram miliknya lengkap dengan nuansa mistis dan alur cerita yang misterius nan menyeramkan.

Namun karena hal yang membuat saya tertarik adalah cerita-cerita menyeramkannya, saat Scary Stories to Tell in the Dark mencoba untuk mengalihkan perhatian penonton dengan cerita yang lebih intim terhadap karakternya, saya merasa cukup bosan dan hanya menunggu kapan cerita seramnya yang lainnya dimulai lagi. Apakah karena cerita seram yang dimilikinya cukup intens sehingga adegan lainnya terasa membosankan? Sepertinya begitu.

Berjalan selama 108 menit, Scary Stories to Tell in the Dark masih terasa kurang banyak untuk cerita-cerita seramnya, namun setiap cerita tersebut memang sangatlah menyeramkan sekaligus menyenangkan untuk dipecahkan. Dan film ini juga cocok untuk memberikan pengalaman baru kepada para penonton yang sudah sering menonton horror maupun menantang untuk penonton baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s