Apa yang terjadi jika kamu menggabungkan imajinasi liar dari sang Quentin Tarantino, masa emas pada dunia Hollywood, kelompok kriminal Keluarga Manson, musik dari tahun 60an dan sepasang aktor Leonardo DiCaprio dan Brad Pitt? Maka kamu akan mendapatkan Once Upon a Time… in Hollywood.

Jika sebelumnya ia pernah mengubah jalannya sejarah dengan Inglourious Basterds, kali ini Tarantino melakukannya lagi. Once Upon a Time… in Hollywood adalah film kesembilan dari Tarantino (Pulp Fiction) yang menceritakan bagimana sepasang aktor dan stuntman, Rick Dalton (DiCaprio) dan Cliff Booth (Pitt) berusaha untuk memahami berubahnya dunia Hollywood yang mereka kenali.

Semua dimulai pada Februari 1969, di mana sang aktor Rick Dalton menyadari bahwa karirnya sebagai tokoh utama semakin lama semakin memudar karena batalnya serial yang ia bintangi, Bounty Law. Ia pun hanya bermain sebagai penjahat di beberapa serial TV, seperti The F.B.I. dan Lancer. Ditawari untuk bermain film koboi di Italia oleh agen Marvin Schwarz (Al Pacino), ia menolak karena merasa film spaghetti western berada di bawah levelnya.

Leonardo DiCaprio (The Revenant), 4 tahun setelah tidak bermain film, memerankan Rick Dalton dengan sangat sempurna. Memerankan tokoh karakter yang sangat rumit tidaklah mudah, dan karakter Rick Dalton terlihat sangat kompleks. Di satu sisi ia adalah karakter yang optimis dengan jenjang karirnya, namun di sisi lainnya ia adalah seseorang yang sering gelisah, yang akhirnya membuat dirinya alkoholik. Jika dipikir-pikir, sifatnya mirip dengan karakter BoJack dari serial animasi BoJack Horseman.

robinekariski-film-brad-pitt-dan-leonardo-dicaprio-sebagai-cliff-booth-dan-rick-dalton-di-once-upon-a-time-in-hollywood

Namun meski memiliki sifat yang rumit itu, saya tetap ingin mendukung Rick dan melihat bagaimana ia mengubah nasibnya. Dan perasaan itu sama seperti saat saya melihat Cliff Booth, stuntman dan kawan lama Rick Dalton. Mungkin petualangan Cliff lebih seru dibandingkan cerita Rick, mulai dari menyusuri Hollywood disertai dengan lagu-lagu klasik, beradu dengan Bruce Lee, berhadapan dengan Keluarga Manson, sampai rumor yang menyelimuti bahwa dirinya membunuh istrinya sendiri.

Brad Pitt (The Curious Case of Benjamin Button), meski sudah berumur 55 tahun, masih saja terlihat gagah dan keren, baik dengan jaket jeans miliknya atau dengan kemeja kuning terbuka dan kacamata khasnya. Hubungan kedua karakter antara Rick dan Cliff menjadi daya tarik tersendiri, terutama betapa menariknya sifat yang dimiliki kedua karakter tersebut.

Cliff Booth juga menjadi seseorang yang sangat menyenangkan, karena sikapnya yang selalu mendukung Rick tanpa mempertanyakannya. Keduanya menjadi pasangan yang sangat ikonik dan akan selalu dikenang, apalagi aktor sekelas Brad Pitt dan Leonardo DiCaprio diapit dalam satu adegan adalah sebuah mimpi para pecinta film. Duo terbaik beberapa tahun belakangan ini?

Kemudian Once Upon a Time… in Hollywood juga menggabungkan kejadian nyata dengan kejadian fiksi, di mana yang paling terlihat adalah kehadirannya Sharon Tate (Margot Robbie) dan suaminya, Roman Polanski (Rafal Zawierucha). Meski hanya mengucapkan beberapa dialog saja, namun Tarantino memperlakukan Tate lebih seperti sebuah ide, sebuah gagasan bahwa ia melambangkan datangnya masa yang baru ke Hollywood, sementara Rick melambangkan dunia lama Hollywood.

robinekariski-film-margot-robbie-sebagai-sharon-tate-di-once-upon-a-time-in-hollywood

Kita pun juga melihat bagaimana Margot Robbie (I, Tonya) membawakan karakter Sharon Tate dengan penuh semangat dan keceriaan, mulai dari ia mengikuti pesta di Playboy Mansion, mengambil pesanan di toko buku hingga melihat ia menonton filmnya, The Wrecking Crew, di bioskop, kita juga secara langsung melihat apa saja yang dilakukan aktris Sharon Tate selama menjalani kegiatannya sehari-hari. Inilah bagaimana Tarantino menghargai sejarah Sharon Tate, dengan melambangkan ia sebagai seorang yang selalu membawa energi positif dan sebagai generasi baru yang dapat mengubah dunia Hollywood.

Namun jika berbicara mengenai pemain film yang tampil di Once Upon a Time… in Hollywood, maka bisa tidak habis-habis karena betapa mengesankannya nama-nama yang hadir di film ini. Meski sudah memiliki DiCaprio, Pitt dan Robbie, Tarantino masih tidak ragu untuk menambahkan pemain-pemain kelas atas seperti Al Pacino (The Godfather), Dakota Fanning (War of the Worlds), Timothy Olyphant (Deadwood), Luke Perry (Riverdale), Damian Lewis (Billions), Margaret Qualley (The Nice Guys), Scott McNairy (Godless), sampai aktor yang sering bekerja dengan Tarantino seperti Kurt Russell (The Hateful Eight), Michael Madsen (Reservoir Dogs), Bruce Dern (The Hateful Eight) dan Zoe Bell (Death Proof).

Apa yang sebenarnya menjadi daya tarik terbesar dari Once Upon a Time… in Hollywood adalah nuansa tahun 60an yang sangat kental dan terasa. Kamu bisa melihat bagaimana Tarantino sangat memerhatikan detail secara menyeluruh dari setiap bangunan yang dilewati Cliff saat mengendarai Cadillac Deville milik Rick.

Dengan cermatnya, Tarantino mengubah setiap bangunan yang berdiri di Hollywood Boulevard menjadi bangunan khas-60an lengkap dengan gemerlap lampu neon dan papan iklan yang mempromosikan produk lawas, seperti film 1968 Three in the Attic atau film 1969 Mackenna’s Gold. Tidak hanya bangunan saja yang mempertajam nuansa 60an, namun pilihan lagu yang terpasang di radio juga sangat berbau khas 60an. Sebut saja lagu seperti Bring a Little Lovin’ yang ceria atau Treat Her Right yang energik saat membuka film.

robinekariski-film-tarantino-menata-ulang-hollywood-menjadi-tahun-1969

Once Upon a Time… in Hollywood berada pada tahun 1969, semua orang hidup pada waktu di mana semuanya tidak bisa melewati iklan-iklan yang terpasang di radio. Tarantino juga memerhatikan detail itu, dan membuat beberapa iklan produk jaman dulu seperti iklan root beer Mug Root Beer atau iklan parfum Heaven Sent. Terdengar di sela-sela lagu yang terpasang, kesan iklan tersebut memperkuat kesan 60an yang ingin dibuat oleh Tarantino.

Film ini juga mungkin saja adalah film paling dewasa Tarantino, yang menandakan bahwa setelah sekian puluh tahun berpengalaman dalam membuat film yang selalu mengguncang dunia dengan elemen yang meledak-ledak, ia akhirnya membuat film yang menghargai dunia yang sudah lama ia geluti, memenuhi filmnya dengan berbagai macam referensi ke semua hal yang berbau Hollywood.

Dia pun juga tidak segan untuk menambah beberapa referensi di dalam film ini terhadap beberapa film lampau miliknya, seperti karakter yang diperankan Kurt Russell yaitu Randy, seorang stuntman yang langsung mengingatkan kita pada karakter Russell di film Death Proof, Stuntman Mike, atau adegan di mana Rick membakar beberapa petugas tentara Nazi di film The 14 Fists of McCluskey yang mengingatkan kita pada ending yang brutal di Inglourious Basterds (Juga dibintangi oleh Brad Pitt).

Tidak hanya itu, film ini juga dengan sabar memajukan alur ceritanya sehingga film ini terasa matang pada setiap adegannya. Tidak ada adegan yang terasa terlalu cepat, ataupun terlalu lama. Dengan ahlinya, Tarantino mampu menggunakan dialog yang pintar seperti biasanya, sehingga setiap detik terasa sangatlah menarik. Mungkin bagi beberapa penonton Once Upon a Time… in Hollywood terasa sangat lambat, membosankan dan sia-sia. Durasinya yang berada pada sekitar 160 menit terasa cukup lama bagi para penonton, namun menurut saya sangat pas.

Saya tidak ingin mengurangi ataupun menambahi beberapa detik saja ke film yang sudah sangat sempurna ini. Mungkin saja film ini adalah mahakarya Quentin Tarantino sejak Pulp Fiction karena betapa menyenangkannya untuk menghabiskan 2 setengah jam melihat dunia Hollywood khas Tarantino. Apakah ini adalah film terbaik tahun ini? Mungkin saja. Yang pasti, saya sudah tidak sabar untuk menontonnya berulang-ulang dan membahasnya selama mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s