Mendengar kata “gulat profesional”, kita biasanya akan langsung merujuk pada perusahaan besar seperti WWE dan dua buah merek miliknya, SmackDown dan RAW. Namun, saat tahun 80an ada sebuah pertunjukkan kecil yang bernama Gorgeous Ladies of Wrestling, atau GLOW. Pertunjukkan gulat ini hanya dibintangi oleh wanita, yang menjadikannya unik dan menonjol jika dibandingkan dengan pertunjukkan lain, dan perasaan itu sama seperti acara GLOW yang sudah tayang selama 3 musim di Netflix.

Melanjutkan kisah dari sebelumnya, musim ketiga dimulai dengan para pegulat GLOW berpindah dari kota Los Angeles ke kota hiburan malam Las Vegas. Meski berpindahnya acara mereka kota Las Vegas dapat menimbulkan banyak keuntungan, tetapi dapat juga menimbulkan berbagai rintangan. Seperti salah satu tokoh utama Debbie Eagan (Betty Gilpin), salah satu pegulat dengan nama panggung Liberty Belle, yang harus berpisah dengan bayinya.

Masalah-masalah ini menjadi elemen penting yang menggerekkan cerita musim ketiga GLOW, apalagi pada musim ini kita lebih sedikit melihat aksi bergulat di ring dan lebih lebih banyak masalah pribadi. Mungkin saja dengan berkurangnya gulat maka musim ketiga GLOW terasa berbeda, namun ternyata tidak. Sang pembuat, Liz Flahive dan Carly Mensch masih dengan tepatnya menggabungkan isu yang berat dan drama yang panjang dengan komedi yang ringan dan aski yang tidak kalah hebohnya.

robinekariski-tv-series-debbie-eagan-dan-ruth-wilder-di-glow

Isu yang dibahas GLOW juga semakin lama semakin terasa dan relevan, dengan dua isu yang semakin lantang dibahas, yaitu tentang LGBT dan kesetaraan antara pria dan wanita. Pada tahun 80an, kedua masalah tersebut masih sangat tabu untuk dibahas. Jangankan tahun 80an, tahun 2019 saja kedua isu tersebut masih selalu menimbulkan perdebatan dan itulah mengapa kita dapat merasa relate dengan setiap karakter yang muncul di GLOW.

Apakah dengan memperbanyak masalah serius, GLOW menjadi lebih membosankan dari sebelumnya? Ternyata tidak. Kita masih dapat melihat bagaimana Ruth Wilder (Alison Brie) berusaha untuk mengejar impiannya untuk tampil di sebuah film, atau bagaimana Sam Sylvia (Marc Maron) yang masih berusaha untuk menulis naskah filmnya, namun juga kita melihat bagaimana hubungan Arthie Premkumar (Sunita Mani) dan Yolanda Rivas (Shakira Barrera) yang naik turun karena masih sulitnya bagi kaum LGBT untuk mengungkapkan dirinya pada masa itu.

Latar Las Vegas yang menjadi tempat GLOW selama satu musim juga menjadi perubahaan yang dibutuhkan agar cerita tetap segar dan menarik, karena kehidupan di Los Angeles dan di Las Vegas terasa berbeda. Dengan kehidupan malam yang lebih hidup, alur dan komedi yang ditawarkan musim ketiga GLOW juga menjadi berbeda namun tetap seru. Mulai dari perjudian sampai acara striptease, saya sebagai penonton juga menemui hiburan baru yang bisa saya temui pada setiap episode, dan itu cukup menyenangkan.

robinekariski-tv-series-fan-tan-casino-tempat-glow-digelarkan

Apa yang sebenarnya membuat GLOW cukup istimewa adalah di balik kostum warna-warni, rambut yang disasak dengan ukuran raksasa, karakter yang sedemikian rupa beragam, mereka menawarkan cerita yang menyentuh dan lucu yang tidak norak dan tidak mengada-ada. Acara ini adalah acara yang sempurna untuk menunjukkan bahwa wanita bisa melakukan apa saja yang bisa pria lakukan.

Musim ketiga GLOW sudah bisa langsung dinikmati di layanan streaming Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s