Dua tahun sudah sejak kita terakhir melihat Mindhunter menggebrak dunia Netflix dengan menampilkan drama yang tidak hanya menarik, namun sekaligus gelap dan menegangkan. Setelah penantian dua tahun tersebut, Mindhunter akhirnya kembali dengan musim keduanya yang sudah dirilis sekak Agustus lalu.

Diproduseri oleh Charlize Theron (Atomic Blonde) dan David Fincher (The Social Network) yang juga berperan sebagai sutradara di beberapa episode, Mindhunter menceritakan tentang dua agen FBI, Holden Ford (Jonathan Groff) dan Bill Tench (Holt McCallany), yang melakukan penelitan dan wawancara terhadap pembunuh berantai yang sudah dipenjara untuk memahami bagaimana mereka berpikir agar bisa diterapkan di kasus-kasus mendatang.

Saat musim kedua dimulai, kita melihat bagaimana Holden dan Bill beserta timnya, termasuk Wendy Carr (Anna Torv), sudah mulai memiliki hasil-hasil dari penelitian mereka selama satu musim yang lalu. Mereka pun ingin mencoba menerapkan penelitian mereka terhadap kasus yang sedang menggemparkan mereka, yaitu kasus pembunuhan di Atlanta pada akhir 1970an.

robinekariski-tv-series-kasus-pembunuhan-di-atlanta-yang-menggemparkan-seluruh-fbi

FBI melihat kasus tersebut adalah saat yang tepat untuk menerjunkan tim Behavioral Science Unit, timnya Holden dan Bill, dan menerapkan hasil penelitian mereka untuk menyelesaikan kasus tersebut. Namun meski sudah meneliti beberapa pembunuh berantai ternama, seperti Edmund Kemper (Cameron Britton) dan Richard Speck (Jack Erdie), mereka tetap saja mengalami kesulitan untuk menangkap pembunuh yang selalu mengincar korban dengan kulit gelap tersebut. Inilah masalah yang tidak hanya membebankan mereka, namun juga politikus sekaligus warga Atlanta selama musim kedua berlangsung.

Musim terbaru Mindhunter juga lebih menjelajahi setiap pemerannya dari sisi psikologi, seperti Holden Ford. Terinspirasi dari agen FBI nyata John Douglas, Holden digambarkan sebagai seseorang yang ambisius dan penuh dengan ide, namun ambisi yang dimilikinya tidak jarang menimbulkan masalah tersendiri. Di awal musim, kita melihat bagaimana ia berusaha untuk melawan serangan panik yang terpicu karena dirinya harus menerima sebuah kenyataan panik dari mantan atasannya di FBI.

Tidak hanya Holden, namun Bill Tench juga mengalami masalah yang tidak ringan. Dirinya harus terperangkap antara masalah pekerjaannya untuk menangkap pembunuh berantai dan masalah keluarga yang cukup memukuk dirinya. Ia harus berurusan dengan masalah hukum saat terungkap bahwa anak angkatnya terlibat dengan kasus kematian seorang balita yang cukup mengenaskan.

Dengan begitu, kehadiran Bill lebih terasa di musim kedua, yang dulunya sering kita lihat sebagai pasangannya Holden yang sering menggerutu dan terkesan galak, namun sekarang kita melihat bagaimana dirinya menjadi seseorang yang tidak hanya takut, namun juga secara konstan selalu memikirkan keluarganya, terutama anaknya.

robinekariski-tv-series-bill-dan-holden-saat-mewawancarai-david-berkowitz

Apa yang sebenarnya membuat Mindhunter sangat-sangat bagus adalah bagaimana David Fincher dengan piawainya membawa kita secara perlahan mengungkap setiap misteri dan setiap kengerian yang ada pada setiap kasus. Jika kamu berpikir bagaimana ia bisa seahli ini, lihat saja beberapa filmnya yang pernah ia sutradarai, seperti Se7en, Zodiac, The Girl with the Dragon Tattoo, ataupun Gone Girl.

Setiap film tersebut menelusuri bagaimana otak seseorang yang sudah cukup terganggu bekerja. Dengan pengambilan gambar yang stabil, warna yang kelam, dan intensitas yang selalu stabil, setiap episode Mindhunter tidak pernah mengecawakan, malahan saya selalu merasa tertarik untuk cepat-cepat menonton episode berikutnya karena merasa tercandu dengan sinisnya dunia Fincer.

Dan itulah sisi psikologi yang sebenarnya ingin Fincher jelajahi. Saya sebagai manusia justru merasa tertarik dan terpukau melihat kasus pembunuhan yang tidak hanya menyeramkan, namun juga benar-benar terjadi di dunia nyata. Apakah dengan begini kita sebenarnya juga menikmati pembunuhan? Atau apakah sebenarnya kita menyukai melihat sisi psikologi yang tidak pernah kita lihat sebelumnya? Tidak ada jawaban yang mudah, karena memang begitu Mindhunter dibuat.

Musim kedua Mindhunter juga tidak hanya tentang pembunuhan berantai, namun juga mengangkat beberapa isu lainnya yang tidak kalah beratnya, seperti bagaimana kasus pembunuhan di Atlanta tersebut dikaitkan dengan rasisme, sebut saja KKK (Ku Klux Klan), ataupun isu sosial lainnya dengan bagaimana Wendy Carr mencoba untuk menjalin hubungan dengan wanita lainnya yang bekerja sebagai bartender di sebuah bar. Kita secara langsung dapat melihat kehidupan pribadi Wendy lebih dekat dan melihat apa yang belum pernah kita lihat sebelumnya, dan itu adalah tambahan yang menarik di sela-sela cerita pembunuhan.

robinekariski-tv-series-perbandingan-charles-manson-di-mindhunter-dengan-dunia-nyata

Namun salah satu hal yang tidak bisa dilewati adalah bagaimana Mindhunter menemukan pemeran dengan wajah hingga tingkah laku yang sangat sama persis dengan tokoh di dunia nyata. Lihat saja bagaimana Charles Manson (Damon Herriman) di Mindhunter terlihat sama persis dengan Charles Manson di dunia nyata, lengkap sampai postur tubuhnya. Entah bagaimana caranya, mereka berhasil dengan amat detail menghidupkan kembali sosok kriminal yang sudah lama pudar, dan itu patut dipuji. Dan tidak hanya Manson, namun mereka dapat mengembalikan sosok pembunuh berantai lainnya seperti William ‘Junior’ Prince, Elmer Wayne Henley ataupun Paul Bateson.

Bagaimana pun juga, Mindhunter adalah salah satu serial yang berbeda dengan serial berjenis police procedural seperti NCIS atau CSI, karena Mindhunter tidak menjelajahi setiap bukti dan saksi, melainkan menjelajahi bagaimana setiap pembunuh berpikir dan apa yang sebenarnya memicu mereka untuk melakukan hal-hal kejam yang telah mereka lakukan. Sinis, menegangkan, namun juga indah, musim kedua Mindhunter adalah salah satu serial terbaik tahun ini, menyaingi serial milik HBO, Chernobyl.

Kamu sudah bisa menonton musim terbaru Mindhunter di layanan streaming Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s