Film yang mencoba untuk mempermainkan alur waktu memang tidaklah mudah. Namun yang pasti adalah bahwa alur cerita yang disajikannya tidak mudah kita tebak, karena film dapat dengan bebas memajukan ataupun memundurkan jalan cerita. Sebut saja beberapa film yang berhasil menggunakan elemen waktu sebagai tema utamanya, seperti Memento dan Inception (Kedua film ditulis dan disutradarai oleh sang jenius Christopher Nolan).

In the Shadow of the Moon adalah percobaan terbaru dari sebuah film yang ingin menggunakan waktu sebagai elemen utamanya yang mengendarai jalannya cerita. Disutradarai oleh Jim Mickle (Cold July) dan dibintangi oleh Boyd Holbrook (Narcos) dan Michael C. Hall (Dexter), In the Shadow of the Moon adalah film sci-fi thriller yang menceritakan seorang polisi yang mencoba untuk memecahkan kasus pembunuhan misterius di tahun 1988.

robinekariski-film-maddox-thomas-dan-holt

Tidak tanggung-tanggung, dalam jangka waktu yang dekat, tiga pembunuhan terjadi di tiga tempat yang berbeda dengan penyebab misterius yang sama. Polisi Thomas Lockhart (Boyd Holbrook) dan Maddox (Bokeem Woodbine) adalah dua petugas yang terlibat dalam memecahkan kasus tersebut, dengan alasan terbesarnya adalah karena Thomas yang bersikeras untuk menyelesaikannya agar mendapatkan promosi menjadi detektif, sementara temannya, Maddox yang masih ragu-ragu untuk mengikutinya.

Thomas digambarkan sebagai karakter polisi ambisius, yang tidak segan-segan untuk menentang detektif sekaligus atasannya, Holt (Michael C. Hall) agar bisa menemui barang bukti selanjutnya untuk memecahkan kasus yang menggemparkan tersebut. Ia bukanlah hanya sebuah polisi, melainkan seorang suami yang akan menjadi seorang ayah dalam waktu yang dekat. Ini tentu memainkan sebuah sisi emosi yang menarik, meski klise, terhadap seorang polisi yang ambisius untuk memecahkan suatu kasus.

Karakter Thomas ini juga mirip dengan karakter yang diperankan Boyd Holbrook di serial Netflix Narcos, di mana ia juga memerankan seorang polisi ambisius yang akan melakukan apa saja untuk menangkap gembong narkoba terbesar di dunia, Pablo Escobar. Jika di Narcos ia harus melawan kelicikan dan kepintaran Escobar, sama halnya di In the Shadow of the Moon di mana ia juga harus dengan sigapnya mengejar dan menangkap pembunuh misterius yang sudah menyebarkan terornya di Amerika.

robinekariski-cleopatra-coleman-sebagai-sosok-misterius

In the Shadow of the Moon mencoba untuk menggunakan waktu sebagai penentu arah cerita, dan bisa saya katakan konsep yang dimilikinya menarik, namun terlihat cukup membingungkan. Mungkin saja film ini ingin terlihat pintar, namun yang terjadi malahan cerita yang disajikannya terasa berhamburan dan tidak terkendali, apalagi durasinya yang hampir menyentuh 2 jam malah terasa cukup lama, meski sebenarnya memiliki kisah yang cukup menarik.

Ini bukanlah Inception yang di mana filmnya terasa pintar, ini bukanlah Looper di mana perubahan waktu sangat-sangat terasa di dalam kisahnya, namun In the Shadow of the Moon juga bukanlah film yang buruk. Dengan karakter yang masih terasa hidupnya, dan 5 waktu yang berbeda yang meski tidak terlalu terasa namun tetap menawarkan cerita yang lumayan menarik, In the Shadow of the Moon adalah sebuah film yang cukup bagi para penggemar film thriller maupun sci-fi.

In the Shadow of the Moon sudah tersedia di Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s