Saya menyukai serial Preacher. Saya menyukai bagaimana acara ini dapat mencemooh banyak hal yang berbau sangat sensitif dengan sentuhan komedinya yang sangat gelap dan kegilaannya yang tidak terbatas dan di luar ekspetasi. Saya menyukai bagaimana Sam Catlin, Evan Goldberg, dan Seth Rogen selaku produser berhasil menunjukkan kreativitas yang sangat besar dan liar.

Memang acara ini bukanlah untuk semua kalangan. Lihat saja bagaimana acara ini menggambarkan Tuhan dengan sifatnya yang ekstentrik dan tidak peduli, dan gemar menaiki motor besar. Diadaptasi dari serial komik dengan nama yang sama, Preacher menceritakan bagaimana seorang pendeta pergi berpetualang untuk mencari Tuhan bersama dua kawannya. Petualangan tersebut berjalan semenjak musim kedua, dan berakhir pada musim keempat sekaligus musim terakhirnya.

Pada musim terakhirnya ini, ketiga kawan ini terlihat masih memiliki masalah, terutama karena masalah cinta di mana Jesse Custer (Dominic Cooper), sang tokoh utama, dan Cassidy (Joseph Gilgun), sang vampir, mencintai orang yang sama sekaligus teman terdekat mereka, Tulip O’ Hare (Ruth Negga). Masalah yang sudah berlangsung sejak musim sebelumnya masih tetap melekat pada mereka, yang akhirnya dapat meregangkan hubungan mereka.

robinekariski-tv-series-tulip-bersama-jesse

Tidah hanya masalah utama yang selalu menyelimutinya, namun Jesse juga harus berhadapan dengan sekelompok anarkis yang bernama The Grail. Organisasi ini memiliki tujuan utama, yaitu untuk mendatangkan kiamat ke bumi untuk membersihkan dunia ini dari manusia. Terdengar gila, bukan? Yang lebih gilanya lagi, organisasi ini berhasil mengundang kedua belah pihak dari Neraka maupun Surga untuk membantu mendatangkan rencana. Siapa yang diundang? Dari Neraka tentu saja manusia terkejam yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini, Hitler (Noah Taylor), di mana sebelumnya ia adalah seorang narapidana di Neraka. Dari Surga? Siapa lagi kalau bukan Yesus Kristus (Tyson Ritter).

Meski memiliki genesis — sebuah kekuatan di mana setiap ucapannya dapat langsung dipatuhi oleh yang mendengarkannya — namun Jesse tetap saja merasa kesulitan untuk menghadapi The Grail sekaligus sang pemimpin yang karismatik, Herr Starr (Pip Torrens). Tidak hanya itu, namun The Grail juga mendapatkan bantuan dari sang pencipta semuanya, Tuhan (Mark Harelik). Itu saja? Tentu tidak. Tantangan lainnya untuk Jesse adalah untuk menyelamatkan Cassidy dari tahanan The Grail, di mana ia ditahan di markasnya yang berada di Timur Tengah.

Dengan cerita yang begitu luar biasanya dan tantangan yang bisa dibilang sangat banyak, cukup mudah bagi Preacher untuk menenggelamkan karakter lainnya karena secara tidak langsung mereka harus terus menampilkan bagaimana Jesse akan melewati semua tantangan tersebut. Namun nyatanya tidak, semua karakter tetap memiliki momennya masing-masing, di mana salah satu yang paling menonjol adalah saat di mana kita disuguhi masa lalu dari Cassidy saat dirinya masih berada di Irlandia dan belum menjadi vampir.

robinekariski-tv-series-joseph-gilgun-sebagai-cassidy-di-preacher

Joseph Gilgun (This Is England) memang masih dapat membawa karakter Cassidy yang tidak hanya liar, namun juga harus memiliki timing untuk komedi sekaligus serius yang tepat. Memang karakter Cassidy adalah salah satu karakter yang cukup digemari banyak penonton, tetapi bukan berarti ia tidak memiliki momen yang cukup buruk. Salah satunya adalah saat dirinya memutuskan untuk beradu pukul dengan Tulip karena masalah cinta lamanya, di mana saya merasa tidak terlalu diperlukan dan kurang pas dengan situasi saat itu. Saya merasa adegan tersebut dipaksakan.

Kemudian ada Herr Starr. Antagonis utama acara ini adalah salah satu karakter yang paling menonjol dari Preacher, mungkin saja karakter terbaik miliknya. Diperankan dengan sangat fantastis oleh Pip Torrens (The Crown), Herr Starr adalah seseorang dengan kepribadian yang sangat mencolok meski sifatnya yang tidak meledak-meledak dan seringkali kalem. Seperti Jesse, dirinya juga selalu mendapati tantangan yang dirasa aneh tapi nyata. Lihat saja bagaimana bagian atas kepalanya yang botak terdapat sebuah sayatan besar akibat luka di musim lalu, namun ia tidak bisa menutupinya karena Jesse, menggunakan genesis miliknya, memerintahkan dirinya untuk tidak akan pernah bisa menggunakan topi atau rambut palsu.

Namun meski memiliki keterbatasan tersebut, ia tetap memimpin organisasi The Grail dengan tangan besi. Ia juga tidak ragu untuk menghukum siapa saja yang mempertanyakan keputusannya atau menentant setiap tindakannya. Hukuman yang ia berikan? Tentu saja hukuman mati. Bahkan, ada satu anggota di mana dihukum dengan cara dimasukan ke dalam kotak kayu sembari memegang granat yang sudah dimasak. Itu adalah satu contoh bagaimana Preacher dapat menyampaikan sesuatu yang sangat sadis dan menyeramkan dengan sesuatu yang sangat konyol dan tidak masuk akal. Bayangkan, saat masuk ke dalam kotak tersebut, anggota yang akan dihukum mati tersebut berkata “Tolong hapus sejarah pencarian internet saya!”

Dan di semua kegilaan tersebut pasti berhubungan dengan Jesse Custer, seorang pengkotbah dari Texas. Tujuan sebenarnya ia berpetualang adalah untuk menemukan Tuhan dan bertanya mengapa ia mendapatkan kekuatan miliknya, genesis. Namun semakin lama, ia selalu berhadapan dengan tantangan baru yang bisa dikatakan tidaklah mudah. Ini seperti sebuah ujian dari Tuhan itu sendiri, dengan setiap masalah berhasil ia lewati, maka semakin dekat ia akan bertemu dengan Tuhan.

robinekariski-tv-series-dominic-cooper-sebagai-kesse-custer-di-preacher

Diperankan dengan kerennya oleh Dominic Cooper (Captain America: The First Avenger), Jesse bukanlah pengkotbah yang biasa. Dengan masa lalunya yang kelam, ia adalah seseorang yang memang gemar mencari masalah, dan dibekali dengan keahliannya dalam berantem sekaligus genesis, ia adalah seseorang yang memang tidak pernah jauh dari masalah. Apakah ia adalah sebuah superhero? Bukan juga, ia masihlah seseorang dengan rasa ketidak pedulian yang besar. Apakah ia mungkin bisa dikategorikan sebagai seorang anti-hero? Mungkin bisa. Lihat bagaimana ia menyerbu sebuah brodil demi menyelamatkan seorang gadis yang ia lihat di jendela (setelah di paksa oleh temannya secara berkali-kali terlebih dahulu). Tidak lupa, di adegan tersebut ia berkelahi dengan semua penghuni brodil tersebut dengan gaya mirip seperti serial Daredevil dan film Oldboy, di mana Jesse bertarung di lorong dan diambil dalam sekali take.

Namun yang lumayan disayangkan adalah karakter Saint of Killers (Graham McTavish) yang saya rasa kurang menonjol pada musim. Memang iya, ia tetap keren seperti sebelum-belumnya, di mana pada musim ini kita melihat bagaimana pistol yang selalu dibawanya dapat menembus bumi hingga sisi sebelahnya. Namun keberadaannya seperti hanya muncul beberapa saat saja. Betul, setiap ia muncul ia akan selalu membawa perubahaan yang cukup besar, namun tetap saja ia terasa seperti cukup jarang muncul di layar kaca, sehingga terkadang saya melupakan keberadaannya.

Dengan semua kegilaan dan kebrutalan tersebut, apakah Preacher dapat menutupnya dengan satu musim terakhir? Ternyata, mereka bisa. Berisikan 10 episode, musim keempat Preacher adalah sebuah selebrasi atas segalanya yang sudah mereka lalui pada tiga musim sebelumnya. Ingin melihat bagaimana Tuhan memusnahkan dinosaurus? Ada. Melihat Cassidy dimutilasi secara terus-menerus? Menjijikkan, tapi ada. Ingin melihat bagaimana Hitler dan Yesus dalam satu ruangan? Tentu saja ada. Bagaimana kalau melihat Tuhan menggunakan kostum anjing? Mungkin terlalu berlebihan, tapi ada! Preacher adalah seperti sebuah acara di mana orang yang lelah dengan segala omongan agama bebas berekspresi tanpa takut adanya sanksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s