Jika mendengar kata trilogi, apa yang langsung muncul di pikiran kalian? Apakah kalian langsung kepikiran bahwa trilogi adalah sebuah franchise yang sudah memiliki 3 film di bawah naungannya? Atau kalian langsung mengingat film yang kalian anggap adalah trilogi terbaik yang pernah kalian tonton?

Sekarang ini trilogi sepertinya sudah sangat sering kita lihat di dunia perfilman, dengan franchise seperti Marvel Cinematic Universe atau DC Extended Universe sudah memiliki banyak sekali film di dalamnya sehingga bahkan kata trilogi sendiri sudah tidak tepat untuk mendeskripsikan kedua universe tersebut.

Akhir-akhir ini, tidak sedikit film yang memutuskan untuk memiliki trilogi tersendiri. Sebut saja film seperti John Wick, The Dark Knight, sampai film-film klasik seperti The Matrix, The Godfather, dan Mad Max. Hei, bahkan John Wick juga sudah memutuskan akan mengeluarkan film keempatnya pada 2021, sehingga mungkin saja menghapus kategori “trilogi” dari dirinya.

Kalau saya ditanya film apakah yang merupakan film terbaik yang pernah saya tonton, maka tanpa berpikir panjang saya akan langsung menjawab The Godfather. Namun jika ditanya trilogi terbaik, maka saya dapat dengan percaya diri menjawab The Lord of the Rings.

robinekariski-film-kelompok-fellowship-of-the-ring

Apa yang membuat saya dapat menjawab The Lord of the Rings? Bagaimana dengan trilogi ikonik lainnya seperti Star Wars atau The Man with No Name Trilogy? Meski banyak trilogi lainnya yang memang sudah cukup sempurna, namun ketiga film The Lord of the Rings adalah sebuah pencapaian tersendiri tidak hanya dari sisi teknis namun juga dari bagaimana sebuah cerita fantasi dapat menarik penonton ke dalam dunianya yang indah.

Tentu saja hal utama yang dimiliki The Lord of the Rings adalah konsisten. Ketiga filmnya mampu menawarkan pengalaman dan petualangan baru, dengan karakter, dunia dan misi yang sama. Jika kita saring inti ceritanya, maka The Lord of the Rings menceritakan sembilan tokoh yang diberikan misi untuk menghancurkan sebuah cincin. Itu saja. Diceritakan dalam tiga film.

Namun setiap filmnya tidak terasa membosankan, karena kita selalu disuguhkan bermacam-macam hal baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Perang yang dahsyat, karakter yang berwarna, cerita yang seru, lokasi yang indah, setiap film selalu memiliki momennya tersendiri tanpa merusak adegan atau cerita di film yang lainnya, sehingga konsistensi yang dimiliki ketiga film tetap terjaga dan menjadikan setiap film menjadi spesial dan sebuah mahakarya.

robinekariski-film-ketiga-film-lord-of-the-rings-dikerjakan-secara-bersamaan

Bagaimana mereka dapat membuat ketiga film mereka konsisten? Dengan merencanakan tiga film terdahulu, kemudian syuting langsung untuk ketiga film tersebut sekaligus. Peter Jackson, sutradara dari ketiga film tersebut, pada akhirnya mampu membuat tiga buah film selama tiga tahun berturut-turut tanpa mengorbankan momentum ataupun waktu, yang akhirnya membuat penonton tidak perlu menunggu waktu terlalu lama untuk menonton film selanjutnya.

Konsistensi memang adalah hal yang cukup sulit untuk dimiliki sebuah trilogi, apalagi jika ketiga film tersebut tidak direncanakan sekaligus. Seperti The Godfather. Iya, film pertama dan kedua The Godfather adalah sebuah pencapaian tersendiri dan salah dua film terbaik sepanjang masa, namun film ketiganya terasa tidak dapat mengimbangi kedua film sebelumnya. Itu karena jarak waktu antara film kedua dan film ketiga yang cukup jauh, yaitu sekitar 16 tahun sehingga film ketiga terkesan jenuh dan tidak terlalu penting.

Tidak hanya konsistensi, namun juga kualitas. Banyak sekali trilogi yang semakin lama terasa semakin buruk. Saya berbicara mengenai dirimu, Matrix. Meski masih sebuah film yang cukup seru, namun The Matrix Revolution terasa panjang dan tidak seseru The Matrix Reloaded, apalagi The Matrix. Begitu juga dengan Spiderman (yang masih dibintangi Tobey Maguire) ataupun — mungkin ini akan terdengar cukup kontroversial — Star Wars.

robinekariski-film-the-return-of-the-kings-meraih-11-oscar

Tidak ada penurunan dalam sisi kualitas seiring bertambahnya film The Lord of the Rings, bahkan film ketiganya, The Return of the King, adalah film terbaik dari trilogi tersebut dan tentu saja salah satu film terbaik yang saya tonton, dan tanpa ragu adalah film fantasi terbaik yang pernah saya tonton. Demi menjaga kualitas dan dapat memberikan sebuah cerita sebenar-benarnya, Peter Jackson tidak takut untuk membuat setiap filmnya berdurasi mencapai lebih dari 3 jam. Bahkan, extended version untuk The Return of the King mencapai 4 jam lebih, mampu membuat pantat anda keram.

Konsistensi dan kualitas yang dimiliki The Lord of the Rings sangatlah sempurna, sepertinya sulit bagi trilogi lainnya untuk menyaingi. Trilogi seperti Indiana Jones memang selalu seru, tetapi tidak memiliki tingkat ketegangan maupun keindahan yang dimiliki The Lord of the Rings dalam hal menyampaikan sebuah cerita.

Apa yang tiba-tiba membuat saya menulis ini? Karena saya baru saja menghabiskan 3 hari saya untuk menonton extended version ketiga film The Lord of the Rings dan saya baru menyadari bahwa ini adalah trilogi terbaik yang pernah saya tonton. Meski setiap filmnya berdurasi dari 3 setengah jam hingga 4 jam lebih, saya tidak pernah merasakan yang namanya bosan dalam setiap detiknya.

5 thoughts on “Melihat Kembali Mengapa THE LORD OF THE RINGS adalah Trilogi Terbaik

  1. Anjay…! Tiga film dalam satu trilogi, syutingnya berturut-turut pula.

    Entah kenapa aku jadi teringat dengan 2 film The Avengers yang terakhir ini ya? Avengers: Infinity War ama Avengers: Endgame. Syuting 2 film sekaligus dalam 1 waktu. <(")

    Like

    1. Iya, Avengers: Infinity War sama Avengers: Endgame langsung syuting berurutan, tetapi tidak di waktu yang bersamaan. Ngitung-ngitung hemat waktu dan ongkos duit.

      Infinity War syuting dari Januari hingga Juli 2017, sementara Endgame dari Agustus sampai Januari 2018.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s