Saat pertama menyaksikan trailer dari Ford v Ferrari, jujur saya merasa skeptis. Memang betul, film ini dibintangi oleh dua aktor ternama, Matt Damon dan Christian Bale. Namun saya merasa film ini hanya akan menjadi film biasa lainnya, menjadi film yang hanya mengutamakan kendaraan dan adrenalin saja. Dan iya, kendaraan adalah tema utama di film ini, tetapi yang tidak saya duga adalah film ini juga memiliki drama manusia yang ternyata dapat menyaingi cepatnya aksi di Ford v Ferrari.

Seperti namanya, Ford v Ferrari menceritakan tentang persaingan antara kedua perusahaan pembuat mobil, Ford dan Ferrari. Ford adalah sebuah perusahaan yang berlokasi di Amerika dan Ferrari di Italia. Ketegangan antara kedua perusahaan tersebut naik saat Ford ingin membeli Ferrari guna menaikkan penjualan mobil mereka, namun ditolak oleh Enzio Ferrari (Remo Girone) — sang pemilik Ferrari, tentunya — dan memutuskan untuk menjualnya ke Fiat, perusahaan mobil lainnya yang juga di Italia.

Geram, Henry Ford II (Tracy Letts) — pemimpin Ford — menyuruh divisi balapan mereka untuk membangun sebuah kendaraan yang dapat menyaingi kendaraan Ferrari guna mengalahkan mereka di sebuah kompetisi balapan 24 jam Le Mans. Di sinilah di mana kedua karakter Matt Damon dan Christian Bale muncul.

robinekariski-film-tom-cruise-dan-brad-pitt-sempat-hampir-membintangi-ford-v-ferrari

Matt Damon memerankan Caroll Shelby, seorang mantan pebalap yang pernah menjuarai Le Mans pada 1959 namun harus pensiun dini karena memiliki masalah pada kesehatannya. Usai pensiun, ia membangun sebuah perusahaan mobil sendiri yang dinamainya Shelby American. Shelby didatangi oleh Lee Iacocca (Jon Bernthal), wakil pemimpin Ford, untuk membantu Ford membangunkan sebuah kendaraan untuk berkompetisi di Le Mans.

Shelby pun mendatangi seorang mekanik asal Inggris bernama Ken Miles, diperankan oleh Christian Bale, untuk membantunya. Bersama, mereka membangun kendaraan yang diharapkan dapat tidak hanya menyaingi kendaraan cepat Ferrari, namun juga dapat memenangkan kompetisi balapan yang diadakan di Prancis, Le Mans.

Berdurasi selama 2 setengah jam, saya takut bahwa film ini akan menjadi film yang panjang dan melelahkan, jika film ini keluar dari adegan balapannya maka film akan langsung terasa lambat dan membosankan. Tetapi nyatanya tidak. Karakter dan drama yang dimiliki Ford v Ferrari tidak hanya cukup mengimbangi adegan cepat mereka, namun juga meningkatkan ketegangan yang sudah ada.

robinekariski-film-christian-bale-turun-berat-sebesar-31-kg-sebelum-memainkan-ken-miles

Kita lihat karakter Ken Miles, misalnya. Diperankan dengan fantastisnya oleh Christian Bale (Vice), Miles adalah seorang mekanik yang terlilit hutang sehingga harus menutup bengkel miliknya. Ia menyukai kendaraan, dan ia memang terlihat sangat mahir dalam mengendarai kendaraan, dan tidak jarang juga memenangi balapan-balapan lokal. Namun ia juga adalah seorang pemarah.

Sifatnya yang pemarah tersebut mengakibatkan dirinya sering terlibat adu mulut dengan atasan Ford lainnya, Leo Beebe (Josh Lucas). Ketegangan antara keduanya pun juga sering merugikan Miles, di mana ia sering terjatuh dalam situasi di mana ia harus memenangkan setiap balapan yang ia ikuti untuk menunjukkan kepada Beebe dan semuanya bahwa dirinya patut untuk mengikuti Le Mans.

Ketegangannya itulah yang membuat setiap adegan balapan di Ford v Ferrari menjadi lebih berasa, menjadi lebih menegangkan. Dengan lagu soundtrack-nya yang menggelegar, setiap belokannya yang terasa sempit, setiap salipan mobil yang ia lalui terasa sangat cepat, untuk Ken balapan adalah hidup atau mati. Kalah, dan ia harus keluar dari mimpinya untuk mengikuti Le Mans. Menang, dan ia akan mengikuti kompetisi 24 jam tersebut.

robinekariski-film-alasan-mengapa-matt-damon-ingin-bermain-adalah-karena-christian-bale

Di belakang Ken adalah Caroll Shelby. Matt Damon (The Martian) juga tidak kalah fantastisnya dalam memerankan sang legenda Caroll Shelby. Karakter Shelby entah bagaimana mampu mengimbangi karakter Miles yang meledak-ledak. Shelby adalah seperti pengimbang dari kedua karakter tersebut. Jika Miles adalah seorang mekanik sekaligus pebalap yang mudah emosi, maka Shelby adalah seorang perakit mobil yang selalu berusaha untuk mencari solusi terbaik dari masalah apapun yang sedang dihadapi Miles.

Keduanya menjadi duo dalam film ini yang mampu membawa Ford v Ferrari hingga selesai. Keduanya pun mengingatkan saya pada karakter Rick Dalton (Leonardo DiCaprio) dan Cliff Booth (Brad Pitt) dari Once Upon a Time… in Hollywood, di mana Dalton mirip seperti Miles yang juga adalah seorang pemarah yang berusaha untuk mengejar mimpinya. Dalton mengejar mimpi untuk kembali tampil sebagai pemeran utama, dan Miles mengejar untuk menjadi nomor satu di podium Le Mans.

Sementara Booth selalu menenangkan Dalton dan menemaninya ke mana pun ia pergi, selalu berusaha untuk membantunya. Begitu juga dengan Shelby, di mana ia selalu percaya dengan keahlian dan kemampuan Miles dan berusaha semampu mungkin membantu Miles untuk menjauhkannya dari masalah, terutama dari pertikaian antara Miles dengan Beebe.

Ford v Ferrari adalah film yang luar biasa, dengan dramanya yang menyentuh sekaligus menyenangkan untuk dilihat, namun setiap adegan di mana Miles duduk di balik setir dan mengendarai kendaraan secepat-cepatnya adalah di mana film ini paling menonjol. Sulit untuk mengingat kapan terakhir kali film balapan sebagus ini, di mana hanya ada satu film yang muncul di benak saya, yaitu Rush. Film ini dapat saya katakan lebih bagus dari Rush, dan itu semua karena Matt Damon, Christian Bale, dan setiap adegan balapan yang dimilikinya.

2 thoughts on “FORD V FERRARI Melaju Sekencang-kencangnya

  1. begitulah Christian Bale, hampir-hampir total dalam setiap perannya. Simaklah dalam film The Machinist, sampai-sampai ia begitu kerempeng: tampak menonjol tulang-tulangnya…

    Like

    1. Totalitas Bale memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Dia dapat dengan mudah menambah berat badan, seperti di The American Hustle atau Vice, kemudian menurunkannya secara drastis, seperti di Ford v Ferrari. Memang aktor papan atas.

      Liked by 1 person

Leave a Reply to Robin Ekariski Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s