Terjawab sudah keinginan penggemar The Crown. Setelah dua tahun tidak merilis musim terbarunya, Netflix akhirnya mengeluarkan musim ketiga The Crown pada November ini.

Selama dua tahun tersebut, The Crown pun juga sudah melakukan berbagai macam perubahan, dari waktu hingga pemeran setiap karakternya. Kali ini, giliran Olivia Colman (The Favourite) yang mengukuhkan mahkota pada kepalanya karena ia bermain sebagai Ratu Elizabeth II, menggantikan Claire Foy dari musim pertama dan kedua.

Pada musim ketiga, The Crown menceritakan keluarga kerajaan Inggris dari 1964 hingga 1967, di mana episode pertama menceritakan naiknya Harold Wilson menjadi perdana menteri dan pada episode terakhirnya menceritakan Jubilee Days, perayaan 25 tahun naiknya Ratu Elizabeth II menuju takhta kerajaan.

Setiap episode pada musim ketiga terasa seperti antologi, dengan setiap ceritanya seperti tidak berhubungan secara langsung dengan satu sama lainnya meski tetap menggunakan karakter, latar dan tempat yang sama.

robinekariski-tv-series-musim-ketiga-the-crown-terlihat-perubahan-dalam-pemainnya

Di episode “Olding”, kita melihat untuk pertama kalinya perubahan dalam pemeran dan melihat tergantinya perdana menteri, dan di episode selanjutnya, “Margaretology” kita melihat bagaimana adik sang ratu, Putri Margaret (Helena Bonham Carter) mengunjungi Amerika Serikat dan menjadi daya tarik masyarakat.

Namun bukan berarti setiap episode benar-benar tidak nyambung. Meski cerita utamanya dari setiap episode berbeda, namun setiap kejadian yang terjadi pada episode sebelumnya masih tetap terasa dan masih berpengaruh untuk jalannya cerita pada episode-episode berikutnya.

Bukanlah ceritanya yang mengambil perhatian saya, sebenarnya. Namun karakternya. Setiap kisah dari setiap episode The Crown berjalan karena pengaruh yang kuat dari setiap karakter. Ini seperti bagaikan bahwa bagaimana jalannya cerita sangat mengandalkan dari karakternya.

Tentu salah satu karakter yang paling sering menonjol dan mencuri perhatian adalah tokoh utama, Ratu Elizabeth II. Sang aktris, Olivia Colman, mungkin sudah tidak asing memerankan tokoh kerajaan, di mana ia pernah memerankan Ratu Inggris Anne di The Favourite.

robinekariski-tv-series-olivia-colman-sebagai-ratu-elizabeth-ii-di-the-crown

Karakter Ratu Eizabeth II yang digambarkan di The Crown adalah seseorang yang sangat kompleks. Di satu sisi ia adalah seseorang yang sangat peduli dengan negara dan rakyatnya, namun terkadang peraturan-perarutan di kerajaan membatasi semua pergerakannya, seperti di episode “Aberfan”.

Di episode tersebut, sebuah musibah menimpa kota kecil Aberfan, di mana tanah dari perbukitan di dekat kota tersebut longsor dan menewaskan ratusan anak kecil karena menimpa sekolah kota tersebut. Perdana menteri Wilson (Jason Watkins) menginginkan Ratu untuk mendatangi langsung lokasi kejadian, namun aturan menjelaskan bahwa Ratu atau Raja hanya bisa mendatangi korban musibah saat di rumah sakit.

Karakter Ratu Elizabeth II terlihat sebagai karakter yang sangat kompleks dan sepertinya sulit untuk dipahami. Terkadang, kita melihat ia memiliki perasaan, dan di saat lainnya tidak. Dan itulah yang membuat dia sangat menarik untuk diikuti, karena kita penasaran bagaimana ia akan bereaksi dengan suatu kejadian, dan bisa saya katakan Olivia Colman memerankannya dengan sangat sempurna.

Kemudian karakter lainnya juga tidak kalah dalam mencuri perhatian. Seperti Pangeran Philip (Tobias Menzies), suami dari Ratu Elizabeth II, yang mengalami krisis paruh baya saat melihat astronot Amerika Serikat mendarat di bulan pada episode “Moondust”. Atau Putri Margaret yang merasakan dirinya menjadi pusat perhatian saat mengunjungi Amerika Serikat di episode “Margaretology”.

robinekariski-tv-series-charles-dance-sebagai-lord-mountbatten

Tidak hanya pemeran utamanya, namun tidak jarang juga bintang tamu dari sebuah episode tampil sangat fantastis dan dapat dengan mudah menyaingi tokoh utama. Contohnya? Jane Lapotaire yang memerankan Putri Alice, ibu dari Pangeran Philip yang tiba-tiba muncul di kerajaan pada episode “Bubbikins”, atau Charles Dance yang memerankan Louis Mountbatten, seorang petinggi di tentara Inggris yang harus dilengserkan oleh pemerintah karena dianggap terlalu boros.

Meski semua pemerannya diganti oleh pemain film yang berbeda karena menceritakan waktu yang berbeda, musim ketiga The Crown justru menjadi lebih realistik, lebih mudah dipercaya, dan lebih authentic. Olivia Colman juga tidak mengecewakan dengan performanya yang luar biasa sebagai pemimpin kerajaan Inggris, dengan setiap pemeran pembantunya yang tidak kalah fantastis. The Crown tetap bersinar di musim terbarunya.

Musim ketiga The Crown sudah bisa ditonton di layanan streaming Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s