Semenjak dirilsnya pada Mei lalu di Cannes Film Festival, Once Upon a Time… in Hollywood menjadi salah satu film terpanas tahun ini, dan sejauh ini menjadi film terbaik yang saya tonton selama 2019 berjalan. Tidak hanya kepiawaiannya sang sutradara Quentin Tarantino membantu membuat film ini sangat sempurna, namun juga kedua karakter yang dihasilkannya.

Leonardo DiCaprio memerankan Rick Dalton, seorang aktor yang harus menyadari dari agen aktor Marvin Schwarz (Al Pacino) bahwa dirinya sudah tidak terkenal lagi dan harus menerima kenyataan bahwa kariernya sebagai pemeran utama mulai pudar. “Jatuh dirimu, jatuhlah kariermu sebagai pemeran utama” jelas Marvin kepada Rick pada pertemuan mereka.

Tua dan selalu menggerutu, Rick adalah tipikal seorang aktor yang arogan dan sering memandang rendah orang maupun film lain. Seperti bagaimana ia sangat membenci kaum hippie dan sangat tidak menyukai spaghetti western (di mana pada akhirnya ia bermain juga di 3 spaghetti western untuk menyelamatkan kariernya).

Rick, meski tidak diberitahu secara terang-terangan di dalam film, mungkin saja adalah seseorang yang mengalami gangguan bipolar. Ia dapat merasa semangat, kemudian jatuh mentalnya beberapa menit kemudian, yang setelah itu kembali semangat dan optimis. Lihat saja pada awal film.

Saat pertemuan pertamanya dengan Marvin, ia dengan semangat menceritakan bahwa dirinya tampil di berbagai acara stasiun televisi, seperti The F.B.I, Lancer sampai Green Hornet. Namun saat Marvin memberitahu bahwa dirinya hanyalah akan selalu tampil sebagai penjahat, semangat yang ditunjukkan Rick sebelumnya langsung hilang. Ia pun menangis di bahu kawan dan pemeran gandanya, Cliff Booth (Brad Pitt) setelah pertemuannya dengan Marvin.

Setelah mengumpat-umpat selama perjalanan pulang — mulai dari mencaci-maki kaum hippie hingga menjelek-jelekkan film spaghetti western — ia melihat tetangganya untuk pertama kali dan langsung kembali semangat. Siapakah tetangganya? Sutradara ternama Roman Polanski dan istrinya Sharon Tate.

robinekariski-film-leonardo-dicaprio-sebagai-rick-dalton-di-once-upon-a-time-in-hollywood

Dengan melihat Roman, ia langsung kembali percaya dengan masa depan dan mengatakan kepada Cliff bahwa satu pesta kolam renang bersama sutradara Rosemary’s Baby tersebut saja, dan ia bisa bermain di filmnya. Rasa percaya dirinya sangat tinggi hingga ia langsung membuat 8 gelas wiski asam malam itu juga, mengetahui keesokan paginya ia harus melakukan syuting untuk serial Lancer.

Dan apa yang terjadi saat syuting? Ia tergagap-gagap saat harus berdialog bersama lawan mainnya, Jim Stacy (Timothy Olyphant), dan langsung meluap-luapkan amarahnya di trailer tempat ia beristirahat.

“Aku tidak bisa berhenti di tiga atau empat, aku minum delapan gelas! Kenapa? Kau seorang alkoholik. Kau terlalu banyak minum!” umpat Rick kepada dirinya sendiri.

Rick adalah seseorang yang sangat mudah terbawa perasaan. Tidak ada perasaan di antaranya. Jika sedih, maka ia tidak malu untuk menangis ataupun meluap-luapkan amarahnya dengan dahysat. Jika sedang bahagia, maka ia akan tidak ragu untuk melewati segala batas, seperti bagaimana ia menaikkan berat badannya hingga 7 kilogram saat syuting di Italia karena menyukai makananan Italia.

Di dalam dunia Once Upon a Time… in Hollywood, Rick Dalton melambangkan sebuah kegelisahan. Sebuah generasi lama. Generasi yang harus tersapu oleh datangnya era baru di dunia Hollywood. Dan jika Rick adalah kegelisahan, maka berbeda dengan Cliif Booth yang melambangkan ketenangan.

Brad Pitt memerankan Cliff Booth, pemeran ganda sekaligus teman dekat Rick yang terkadang juga berperan mirip seperti “psikiatris” (seperti yang Leonardo DiCaprio jelaskan) di mana ia selalu berusaha untuk menolong dan menenangkan Rick yang selalu gelisah.

Sebagai sebuah karakter yang melambangkan ketenangan, Cliff adalah seseorang yang bertipe “go with the flow“, ia selalu maju dengan pilihan yang dipilihnya tanpa takut terhadap konsekuensi apapun. Ia selalu terima kenyataaan dan selalu beradaptasi dengan segala situasi yang ia hadapi.

Go with the flow” yang saya maksud adalah bahwa ia selalu siap dengan situasi apapun, tidak pernah menolak kesempatan untuk melakukan sesuatu. Ini terlihat dalam adegan kilas balik di mana saat ia — menjadi pemeran pengganti Rick di Green Hornet — bertemu dengan salah satu tokoh utamanya, Bruce Lee (Mike Moh).

Saat Bruce mengatakan bahwa dirinya yakin akan melumpuhkan Cassius Clay jika mereka bertemu, Cliff tertawa dan mengatakan bahwa pernyataan tersebut sangat konyol. Kesal, Bruce pun langsung menantang Cliff untuk sebuah friendly contest.

Meski mengetahui bahwa menantang Bruce dapat berakibat ia kehilangan pekerjaannya, Cliff tidak ragu untuk mengiyakan sebuah kesempatan untuk membungkam Bruce dan menghentikan omong kosongnya. Kesempatan yang akhirnya berbuah manis sekaligus pahit, manis karena ia berhasil membuat Bruce kewelahan namun pahit karena ia harus dipecat karena berbuat onar.

Mengingat kejadian tersebut, Cliff hanya tersenyum dan mengatakan “cukup adil” dan lanjut melakukan apa yang dilakukannya. Berbeda dengan Rick yang selalu saja terlalu keras berpikir dan sering sedih sendiri, Cliff adalah orang yang sangat santai dan tidak pernah menolak realita yang dihadapinya.

Ia juga adalah seseorang yang selalu senang, selalu menikmati setiap detik dari hidupnya. Cliff tidak memedulikan apa yang ingin orang katakan ia akan terus melakukan apa yang ingin ia lakukan.  Seperti saat orang-orang disekitarnya menggosipkan bahwa ia membunuh istrinya di masa lalu. Gosip yang bahkan sampai akhir film tidak diberitahu kebenarannya.

Tetapi Cliff tidak peduli. Ia tidak peduli dengan perkataan orang. Ia hanya memedulikan apa yang memang ia harus pedulikan, seperti bagaimana ia khawatir dengan ban mobil Rick yang dikempeskan oleh salah satu hippie di Spahn Ranch. Ia marah karena itu adalah mobil bosnya, dan ia tidak ingin Rick khawatir karena ia memang peduli terhadap Rick.

robinekariski-film-brad-pitt-sebagai-cliff-booth-di-once-upon-a-time-in-hollywood

Tetapi bukan berarti ia tidak memahami situasi di sekitarnya. Memang ia selalu terlihat seperti orang yang spontan, namun ia selalu mengerti segala kemungkinan yang akan terjadi dan ia selalu memerhatikan sekitarnya. Meskipun ia sedang melayang tinggi karena mengisap rokok yang sudah dicelup ke dalam LSD. Ya, adegan yang saya maksud adalah adegan di pengujung film saat ia berhadapan dengan anggota keluarga Manson di rumahnya Rick.

Saat 3 anggota keluarga Manson mendobrak masuk, kita melihat Cliff dengan wajah setengah sadarnya. Selama situasi berlangsung, kita beranggapan bahwa pikirannya masih terbang jauh. Namun nyatanya tidak. Ia tahu situasi yang terjadi. Ia paham apa yang sedang terjadi dan ia mengerti apa yang harus dilakukan.

Jika dilihat saat keluarga Manson baru masuk, kamera secara sekilas memperlihatkan Brandy — anjing jenis pitbull milik Cliff — yang berdiri tegang dan siap melawan. Namun Cliff dengan perlahan menyuruhnya tenang dengan mengisyaratkan menggunakan tangan kanannya, yang kemudian membuat si Brandy kembali duduk. Itu berarti selama ini Cliff memegang kendali seluruh situasi, ia dapat kapan saja menyuruh Brandy menyerang mereka, namun ia memilih untuk menenangkannya agar dapat membuat anggota keluarga Manson tersebut lengah.

Dinamika antara Rick Dalton dan Cliff Booth adalah sesuatu yang sangat asyik untuk ditonton karena keduanya, meski memiliki hubungan “teman yang sudah seperti saudara dan hampir seperti istri”, namun juga memiliki sifat yang sangat berbanding terbalik. Bagaikan Yin dan Yang. Rick melambangkan kegelisahan dan tidak percaya diri, sementara Cliff Booth melambangkan ketenangan dan kekerenan.

Keduanya menggambarkan dua jenis orang yang harus beradaptasi terhadap perubahan sebuah era. Rick adalah jenis yang masih sulit untuk menerimanya, sementara Cliff siap untuk melihatnya. Kompleksitas keduanya, ditambah dengan pertemanan mereka yang indah dan erat bak sebuah impian, membuat mereka karakter terbaik tahun ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s