Genre whodunnit adalah salah satu genre yang paling jarang saya dengar. Mengapa? Beberapa tahun terakhir, mungkin film yang terbesit di pikiran saya adalah Murder on the Orient Express. Bagi yang tidak tahu, whodunnit adalah genre film misteri yang menceritakan tentang sebuah kasus — pembunuhan pada umumnya — dan tokoh utama yang berusaha mencari petunjuk dan mencari siapa yang bersalah.

Knives Out adalah film whodunnit terbaru dari Rian Johnson (The Last Jedi) di mana seorang pemimpin keluarga, Harlan Thrombey (Christopher Plummer), terbunuh secara misterius dan sang tokoh utama Benoit Blanc (Daniel Craig), seorang detektif swasta yang eksentrik, disewa oleh salah satu anggota keluarga tersebut untuk memecahkan kasus yang menjanggal tersebut.

Apa yang menjadi hambatan Benoit dalam memecahkan kasus tersebut adalah keluarga Thrombey itu sendiri karena setiap anggota keluarga memiliki masalah tersendiri kepada Harlan dan juga sifat dari setiap anggotanya yang sangat rumit dan kacau, menjadikan keluarga ini adalah salah satu keluarga paling ricuh. Namun ini juga yang menjadikan film ini seru dan juga menghibur.

Harlan Thrombey adalah penulis novel misteri sukses, di mana ia akan sangat senang menulis ide untuk novelnya di buku kecil yang sering ia bawa. Ia memiliki tiga anak, putri sekaligus anak tertuanya Linda Drysdale (Jamie Lee Curtis), pengusaha sukses yang bersuami bersama suaminya yang ketahuan berselingkuh. Richard (Don Johnson) dan memiliki satu anak, Hugh (Chris Evans) atau yang sering dipanggil dengan nama tengahnya, Ransom, seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dan gemar memakai sweater.

robinekariski-film-keluarga-thrombey-di-knives-out

Kemudian Harlan memiliki putra bernama Walt Thrombey (Michael Shannon), yang mengatur publishing dari novelnya Harlan yang juga sering bertengkar bersama ayahnya, dan memiliki istri bernama Donna (Riki Lindhome) serta memiliki satu anak, Jacob (Jaeden Martell), remaja yang memiliki pandangan politik garis keras dan selalu bermain dengan smartphone miliknya.

Dan ditengah itu semua ada Marta Cabrera (Ana de Armas), pengasuh pribadi Harlan yang sudah memiliki hubungan yang sangat dekat dan juga adalah seorang imigran berasal dari luar Amerika Serikat. Meski bukan anggota keluarga, namun Marta menjadi saksi penting untuk Benoit dalam memecahkan kasus misterius tersebut.

Saat awal film, secara cepat kita diperkenalkan oleh setiap anggota keluarga Thrombey, dan mungkin saja ini memerlukan konsentrasi kita secara penuh untuk mengingat nama dan hubungan dari setiap anggotanya, namun inilah yang seru. Knives Out tidak menunda-nunda kapan untuk memperkenalkan setiap karakternya. Dengan memperkenalkan semua karakternya di awal film secara cepat, maka saya dapat melanjutkan cerita tanpa perlu menerka-nerka “Siapa dia?” karena sudah mengenal semua yang perlu saya kenal.

robinekariski-film-foto-di-balik-layar-knives-out-chris-evans-ana-de-armas-dan-rian-johnson

Berjalan selama 2 jam dan 10 menit, cerita Knives Out bergerak sangatlah cepat. Seperti whodunnit kebanyakan, saya disuguhkan setiap petunjuk yang ditemukan Benoit sehingga kita juga dapat bersama menjelajahi kasus ini lebih dalam. Dan apa yang membuat film ini sangatlah menarik adalah bagaimana meski kerumitan ceritanya yang sangat tinggi, saya dapat dengan mudah memahami karena betapa serunya film ini menyampaikan setiap kerumitan tersebut.

Tidak jarang film-film whodunnit memiliki kompleksitas yang sangat tinggi dan pada akhirnya membuat penonton kebingungan sendiri dan cerita yang sebenarnya tidak rumit tetapi dipaksakan untuk diperumit agar terlihat pintar. Dan ini tidak terjadi dengan Knives Out. Dengan humornya yang sangat mengena, setiap petunjuk yang ditemukan Benoit sangatlah menyenangkan untuk dikemukakan.

Tidak hanya bagaimana Knives Out menyampaikan misterinya dengan sangat seru, tetapi juga setiap aktor yang terlibat di dalam film ini juga sangat baik dalam memerankan karakternya. Inilah mereka, aktor-aktor yang biasa bermain film drama ataupun film yang serius, harus memerankan karakter yang kacau, ricuh, berisik, dan kocak. Dan hebatnya, mereka berhasil menjadikan karakter mereka tidak norak, namun justru menjadi sebuah keceriaan dalam setiap detiknya.

robinekariski-film-daniel-craig-sebagai-benoit-blanc-di-knives-out

Seperti Daniel Craig pada contohnya. Jika melihat film-film lampaunya seperti Layer Cake, The Girl with the Dragon Tattoo, ataupun film James Bond miliknya, ia sering memainkan tokoh serius dengan wajahnya yang serius. Namun tidak di sini. Di sini, ia memerankan detektif swasta misterius yang eksentrik dengan tingkah lakunya yang tidak bisa ditebak, dan logatnya yang membuat saya tertawa setiap mendengarnya karena betapa tidak biasanya saya mendengar logatnya yang khas southern accent.

Namun justru itu yang membuat karakternya berbeda dari karakter lainnya. Dan begitu juga dengan karakter lainnya yang memiliki sifat dan keunikan tersendiri, menjadi misteri ini semakin menyenangkan untuk dipecahkan karena setiap karakter memiliki motif maupun reaksi yang berbeda dari lainnya.

Knives Out adalah film yang sangat mudah untuk dinikmati, mulai dari betapa dalam kasusnya ini sampai setiap karakternya yang sangat menonjol serta humornya yang selalu ada, sehingga kasus ini tidak pernah terasa membosankan hingga tamat. Jika masih penasaran bagaimana film ini berhasil mengangkat kembali genre whodunnit, sangat direkomendasikan untuk ditonton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s