Mendengar nama Michael Bay, apa yang langsung terlintas di dalam pikiran? Apakah karya-karya film yang pernah dibuatnya, seperti Pearl Harbor atau Transformers? Atau mungkin dari cara dia membuat filmnya, di mana ia sangat gemar untuk meledak-ledakkan sesuatu dan membuat heboh sesuatu yang sebetulnya tidak perlu?

Jika kamu memang merasa familiar dengan film-filmnya, maka kamu akan dengan sangat mudah mengenali film terbarunya yang tayang di Netflix, 6 Underground.

Dibintangi dengan nama-nama papan atas seperti Ryan Reynolds (Deadpool), Mélanie Laurent (Inglourious Basterds), Ben Hardy (Bohemian Rhapsody) hingga Dave Franco (The Disaster Artist), 6 Underground menceritakan sekumpulan orang dengan kemampuan yang berbeda yang ingin menghilangkan masa lalunya dan mengubah nasib dunia.

Namun Bay dengan mudahnya tertelan oleh ambisi itu sendiri, dan hasil akhir dari film ini adalah sebuah film berdurasi 2 jam yang berisik, melelahkan, tidak masuk akal, dan konyol dalam artian yang tidak bagus.

Film dibuka dengan adegan kejar-kejaran mobil di indahnya kota Italia, dengan ciri khas Bay yang mudah meledakkan sebuah kendaraan meski hanya terbalik atau bertabrakan sedikit. Dirilisnya film ini di layanan streaming seperti Netflix juga sepertinya memberikan Bay kebebasan yang lebih luas, sehingga adegan berdarah di film ini jauh lebih banyak dari film-film dia yang sebelumnya.

Adegan tersebut mungkin saja dapat memacu adrenalin penonton dengan cepat, namun jika selama dua jam saya disuguhkan aksi-aksi besar dan tidak masuk akal, kenikmatan saya untuk menontonnya juga berkurang, dan saat film selesai saya pun bukannya merasa semangat melainkan merasa seperti menonton film kelas B.

Cerita? Jangan tanya. Mungkin saja Michael Bay sengaja membuat aksi yang tiada henti-hentinya guna mengalihkan perhatian penonton dari betapa kosong dan tidak jelas cerita yang dimilikinya. Cukup disayangkan karena 6 Undeground ditulis oleh dua penulis handal, Paul Wernick dan Rhett Reese (Zombieland,Life, Deadpool).

Apa yang membuat saya bertahan adalah Ryan Reynolds dan kemampuannya untuk tetap memberikan lelucon-lelucon yang meskipun tidak jarang basi dan garing, namun dapat mengalihkan perhatian saya dari betapa buruk filmnya. Memainkan karakter bernama One, ia memimpin timnya dengan selera humornya yang gelap dan beberapa peraturan yang berlaku seperti kitab suci miliknya.

Walaupun karakternya adalah satu-satunya yang menarik dari film ini, bukan berarti One adalah karakter yang menarik. Latar belakangnya yang sedikit misterius mungkin saja disengaja, tetapi One malah terkesan seperti karakter yang penulisannya belum selesai. Tidak ada dampak emosi apa-apa dari setiap adegannya, meski pada suatu adegan yang mungkin bertujuan untuk emosional sekalipun.

Pada iklan, Ryan Reynolds sempat mengatakan 6 Underground adalah film paling Michael Bay dalam sejarah Michael Bay. Seharusnya ia tidak bangga dengan pernyataan itu, karena film paling Michael Bay berarti adalah film yang tidak logis, norak, berisik sekaligus basi. Dan dia benar, 6 Underground adalah semua itu.

Harapan saya hanyalah agar tidak ada kelanjutan dari film ini. Biarlah setiap anggotanya menghilang dari sejarah dan bawa film ini bersama mereka.

6 Underground sudah tayang di Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s