Selamat datang di ulasan The Witcher, sebuah serial yang sudah ditunggu-tunggu oleh kalangan pemain video game. Setelah menjadi salah satu permainan paling populer dengan The Witcher 3: Wild Hunt, mereka pun melebarkan sayap mereka dan membuat serial yang dirilis di Netflix.

Saat mencoba untuk menontonnya, saya tidak mengetahui apa-apa mengenai dunia The Witcher karena saya memang tidak pernah memainkan satu game-nya. Apa yang saya tahu adalah bahwa ini akan menjadi serial fantasi pada zaman medieval dengan Henry Cavill yang membintangi menjadi tokoh utama kita, sang Witcher.

Namun sebenarnya meski berada di dunia yang sama, serial The Witcher yang tayang di Netflix berbeda dengan video game The Witcher. Ini dikarenakan serial The Witcher didasarkan tidak dari video game, melainkan dari novelnya, yang sudah dirilis berpuluh-puluh tahun yang lalu. Jadi tidak terlalu masalah sebenarnya jika ingin mencoba serial ini tanpa memainkan permainannya.

robinekariski-tv-series-henry-cavill-menolak-menggunakan-stunt-double-di-the-witcher

Berisikan 8 episode pada musim pertamanya, kita mengikuti 3 karakter yang berbeda dan yang memiliki waktunya tersendiri. Ada Geralt (Henry Cavill), Ciri (Freya Allan) dan Yennefer (Anya Chalotra). Lauren Schmidt Hissrich selaku pembuat serial The Witcher mengatakan ia terinspirasi untuk menceritakan ketiga karakter tersebut secara non-linear dari film perang 2017 besutan Christopher Nolan, yaitu Dunkirk.

Beberapa episode pertama, saya merasa kesulitan untuk memahami apa yang sedang terjadi karena tidka diberitahu bahwa ternyata ketiga karakter tersebut berada pada masa waktu yang berbeda, sehingga saya hanya mencoba untuk menghantam setiap episode dengan penuh teka-teki dan pertanyaan dan membuat pengalaman menonton saya kurang nikmat.

Saya kurang tahu apakah tidak adanya pengalaman saya dalam dunia The Witcher adalah yang membuat saya kurang paham, namun barulah mencapai episode-episode terakhir baru saya memahami apa yang sedang terjadi. Mungkin serial ini ingin menganggap dirinya pintar dengan membuat tiga waktu yang berbeda secara bersamaan, namun hasilnya justru menjadi sebuah cerita yang kacau-balau dan sulit dipahami, terutama untuk penonton yang baru saja memasuki dunia fantasi tersebut seperti saya.

robinekariski-tv-series-musim-kedua-the-witcher-sudah-diperbaharui-pada-november-2019

Ceritanya memang terasa kacau, dan karakternya juga terlihat berantakan. Saat menonton The Witcher, ekspetasi saya adalah untuk menghabiskan mayoritas waktu saya mengikuti perjalanan dan petualangan sang pemburu monster Geralt. Namun nyatanya waktu saya harus terbagi untuk mengikuti karakter-karakter lainnya, seperti Ciri dan Yennefer.

Mengikuti berbagai karakter memang terasa menyenangkan, namun ada sesuatu pada karakter Ciri dan Yennefer yang tidak saya gemari. Saya tidak merasakan kesenangan maupun keseruan seperti saat saya sedang menonton Geralt, sehingga saya selalu merasa malas saat cerita berdalih ke Ciri ataupun Yennefer. Mungkin saja saya tidak menyukai mereka karena selama satu musim ketiganya tidak pernah berinteraksi satu sama lainnya. Yennefer dan Geralt mungkin saja pernah, namun dibutuhkan beberapa episode terlebih dahulu untuk melihat mereka secara bersamaan.

Berbicara mengenai karakter, karakter Geralt tentunya yang paling menonjol. Sikapnya yang dingin bagaikan es, rambutnya yang putih, kemampuan berantemnya yang sangat ahli, Henry Cavill (Mission: Impossible – Fallout) berhasil memainkan Geralt menjadi salah satu karakter yang tidak hanya keren namun juga karismatik dan mematikan secara bersamaan. Namun sayangnya The Withcer tidak terlalu memanfaatkan Geralt karena harus terus membagi waktunya dengan kedua karakter lainnya.

Musim pertama The Witcher mungkin terasa menjanjikan untuk musim keduanya, namun musim pertamanya sendiri masih terasa berantakan, membingungkan, dan kikuk secara bersamaan. Semoga saja musim keduanya kita bisa melihat lebih banyak petualangan Geralt dalam membasmi monster maupun musuh manusianya.

Musim pertama The Witcher sudah tayang di Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s