Sudah tidak perlu diberitahu bahwa esai berikut akan mengandung spoiler untuk musim keempat Mr. Robot. Baca jika sudah menyelesaikannya untuk pengalaman yang lebih.

Saya memiliki siklus yang cukup unik setiap musim terbaru Mr. Robot keluar. Saya lupa apa yang sudah terjadi pada musim sebelumnya, saya mencari di internet apa yang sudah terjadi dan menonton ulang musim sebelumnya, saya masih belum terlalu paham dan memaksa untuk menonton musim terbarunya. Memasuki 1 atau 2 episode baru saya memahami apa yang sudah terjadi sebelumnya. Ini pun juga biasanya pada pertengahan episode saya harus menghentikannya untuk mencari tahu apa yang baru saja karakter di dalam bicarakan.

Rutinitas tersebut tetap saya alami saat musim keempat Mr. Robot dirilis, yang juga sekaligus menjadi musim terakhirnya. Berjarak selama 2 tahun dari musim ketiga, tentu saya sudah cukup lupa apa saja yang memang sudah terjadi pada musim sebelumnya. Memasuki episode pertama yang berjudul “401 Unauthorized”, kita diberikan kilas balik apa saja yang sudah terjadi secara singkat. Kemudian kita memasuki adegan di mana Angela Moss (Portia Doubleday) sedang berbicara kepada CEO E Corp sekaligus ayahnya, Philip Price (Michael Cristofer). Menentang Dark Army dan ingin untuk mengekspos Whiterose (BD Wong), Angela akhirnya dibunuh oleh anggota Dark Army tepat di belakang Philip.

Baru saja memasuki 6 menit pada episode pertama, Sam Esmail selaku pembuat Mr. Robot sudah membunuh salah satu karakter penting di dalam serial dan sudah menunjukkan dari awal bahwa musim keempat akan menjadi sebuah perjalanan yang sangat menegangkan. Dan itu memang betul, banyak sekali kejadian-kejadian besar dan menegangkan yang terjadi selama 13 episode pada musim terakhirnya ini.

Seperti pada episode kelima “405 Method Not Allowed” di mana dialog hanya terjadi pada pembukaan dan penutup saja. Selama 45 menit tidak ada dialog sama sekali, melainkan kita disuguhkan oleh aksi Elliot (Rami Malek) dan Darlene Alderson (Carly Chaikin) berusaha untuk meretas sebuah bank yang menyimpan data nasabah dari anggota Deus Group, sebuah perkumpulan orang-orang kaya di dunia atau yang sering dibilang sama Elliot “1% dari 1% teratas”. Kita tidak membutuhkan dialog, karena sudah sangat menarik melihat bagaimana Elliot dan Darlene mencoba untuk menyelinap dan meretas Cyprus National Bank, bank yang mereka targetkan tersebut.

Tidak hanya musim keempat berhasil menarik perhatian penonton dengan suguhan adegan hack yang luar biasa rumitnya, namun di musim ini kita juga tetap mempelajari masa lalu Elliot. Dan jika kamu mengira tiga musim sebelumnya memiliki plot twist yang tidak terduga, maka musim keempat akan meledakkan otakmu. Meski saya mengira sudah tidak ada lagi rahasia yang belum dikemukakan pada dalam diri Elliot, Sam Esmail masih dapat mengejutkan saya dengan rahasia-rahasia yang ternyata jauh tidak terduga.

Pada episode ketujuh “407 Proxy Authentication Required”, yang mungkin saja adalah episode terbaik pada musim keempat, kita melihat Elliot dan psikiater Krista (Gloria Reuben) ditahan oleh Fernando Vera (Elliot Villar) karena Vera ingin bertemu dengan kepribadian lain dari Elliot, yaitu Mr. Robot (Christian Slater). Pada episode inilah terungkap rahasia terdalam Elliot, bahwa ternyata pada masa kecilnya Elliot menerima kekerasan seksual dari ayahnya. Dari sinilah kita mengetahui bagaimana Mr. Robot muncul dalam diri Elliot. Dari kecil, Mr. Robot memang sudah ada untuk melindungi Elliot dari kekerasan yang diterima ayahnya dan merenggut memori-memori buruk tersebut dari dirinya, sehingga Elliot sendiri tidak mengingat kejadian buruk tersebut.

Inilah mengapa Mr. Robot memohon dengan sangat kepada Krista untuk tidak menceritakannya, yang akhirnya membuat Elliot kembali mengingat masa lalunya dan syok. Syok karena ayahnya, yang selalu ia kenang sebagai teman terdekatnya, ternyata memiliki sisi jahatnya, yang ternyata selama ini ayahnya lah yang menjadi monster dalam diri Elliot. Juga yang membuat episode ini menonjol adalah bagaimana satu episode ini dibagi menjadi 5 babak, di mana 5 babak tersebut adalah 5 tahap kedukaan yang diperkenalkan oleh Dr. Elisabeth Kübler-Ross dan inilah yang memang terjadi pada Elliot di episode ini, yaitu dirinya sedang berduka.

robinekariski-tv-series-episode-ketujuh-mr.-robot-407-proxy-authentication-required

Tahap pertama, penyangkalan. Elliot masih menyangkal dengan segala sesuatu yang terjadi saat itu. Tahap kedua, marah. Mr. Robot muncul menggantikan Elliot dan dengan emosi menyerang ide Vera dan merendahkannya. Tahap ketiga, menawar. Elliot berusaha untuk menawar nyawa Krista. Tahap keempat, depresi. Di mana semua rahasia terdalam Elliot terungkap, dan dirinya jatuh syok. Tahap kelima, penerimaan. Dibantu dengan Vera, Elliot berusaha untuk menerima kenyataan dan kebenaran. Banyak yang mengatakan aspek paling menonjol dari Mr. Robot adalah hacking dan teknologinya. Namun yang ternyata lebih luar biasa adalah bagaimana serial ini berhasil meliput banyak sekali hal-hal termasuk depresi, gangguan kecemasan sosial, kecanduan narkoba, kekerasan seksual terhadap anak, dan politik.

Berbicara mengenai kedukaan, saya pun juga berduka karena harus kehilangan Tyrell Wellick (Martin Wallström). Pada episode keempat “404 Not Found”, Elliot dan Tyrell tersasar di hutan luar kota karena menghilangnya kendaraan mereka di suatu pom bensin. Saat menemukan kendaraan mereka di tengah jalan setelah menabrak seekor rusa, pengendaranya yang seorang anggota Dark Army melukai Tyrell dengan menembakkan senjatanya ke perut Tyrell. Terluka, ia pun menyuruh Elliot untuk membakar kendaraan itu guna menghilangkan jejak mereka. Saat ditanya apa yang ingin dilakukannya, Tyrell hanya berjalan menuju kabut dan mengatakan “Aku hanya ingin jalan-jalan”. Adegan terakhir adalah kita melihat Tyrell yang sedang sekarat menemukan sebuah cahaya berwarna biru di tengah hutan.

Adegan kematian Tyrell mungkin adalah kematian paling puitis dalam Mr. Robot. Cahaya biru yang ia temukan di akhir episode melambangkan blue screen of death (Layar biru kematian). Blue screen of death adalah sebuah error yang dialami oleh sebuah komputer, di mana komputer tersebut akan menampilkan layar bewarna biru dengan pesan bahwa komputer tersebut mengalami error. Ini pun juga terjadi terhadap Tyrell, di mana dirinya mengalami “error” dan harus mematikan dirinya. Tyrell mungkin saja pada awalnya digambarkan sebagai antagonis, namun ternyata memasuki keempat kita melihat dirinya sangat berbeda dari sebelumnya. Dia adalah satu dari sedikit orang yang percaya dengan Elliot, seseorang yang juga ingin menjatuhkan E Corp.

Tidak hanya Angela dan Tyrell yang harus menemui ajal mereka di musim keempat. Whiterose pun juga akhirnya tumbang, pada episode kesebelas “eXit”. Di “eXit”, Elliot bertemu dengan Whitrose di bawah pembangkit listrik tenaga nuklir Washington Township. Di bawah nuklir itulah mesin yang dibangun Whiterose selama ini berada. Mesin yang bahkan sampai akhir serial tidak pernah bekerja. Mesin yang tidak pernah dijelaskan secara jelas apa fungsi yang sebenarnya. Namun yang pasti mesin ini adalah suatu benda misterius yang selama ini menjadi target untuk Elliot. Tidak penting apa fungsi mesin ini, mesin inilah penyebab adanya Dark Army, mesin inilah penyebab kematian Angela dan itu sudah cukup alasan bagi Elliot untuk menghancurkannya.

Namun apa yang paling mengejutkan pada musim ini bukanlah kematian Angela, bukanlah kematian Tyrell atau Whiterose, melainkan terungkapnya jati diri Elliot. Episode ketujuh menunjukkan bahwa selama masa kecil Mr. Robot sudah ada dan Elliot ternyata menerima kekerasan dari ayahnya. Dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah kepribadian Elliot itu sendiri. Memang Elliot memiliki banyak kepribadian, Mr. Robot yang menjadi pelindungnya, yang menjadi pengganti ayahnya. Kemudian Elliot memiliki kepribadian lainnya, yaitu Ibunya yang menjadi penganiaya dan selalu menyalah-nyalahi Elliot. Setelah itu juga ada Elliot masa muda, yang muncul untuk mengambil alih saat sedang menerima kekerasan yang tidak bisa ditoleransi. Kemudian ada kita, para penonton. Kita adalah kepribadian Elliot yang keempat, yang berperan sebagai penonton, yang selalu mengikuti Elliot.

robinekariski-tv-series-episode-ketiga-belas-hello-elliot

Tetapi nyatanya selama ini Elliot memiliki kepribadian yang kelima. Kepribadian yang tidak kita sadari sampai dua episode terakhir, episode dua belas dan tiga belas musim keempat, “whoami” dan “Hello, Elliot”. The Mastermind. Itulah kepribadian kelima Elliot. Siapakah dia? Dia adalah Elliot yang selama ini kita lihat. Elliot yang selama ini merencanakan segalanya. Kepribadian yang mendirikan fsociety dan ingin menjatuhkan E Corp. Selama bertahun-tahun kita tidak menonton Elliot yang asli, melainkan salah satu kepribadiannya. Ini semua terungkap pada “Hello, Elliot” di mana Elliot diberitahu oleh Krista dalam imajinasinya bahwa dia bukanlah Elliot yang sebetulnya. Jadi, di manakah Elliot Alderson yang sebenarnya?

Nyatanya, Elliot yang sebenarnya diperangkap oleh The Mastermind dalam sebuah mimpi. Mimpi ini bisa lihat pada “whoami”, di mana dunia mimpi ini adalah sebuah dunia yang sempurna untuk Elliot. Ia adalah sebuah CEO untuk perusahaannya, ia ingin menikah dengan Angela, kedua orang tuanya masih hidup dan ia tidak menerima kekerasan dari ayahnya. Sebuah dunia yang sempurna. Ini sebenarnya adalah sebuah mimpi yang dibuat oleh The Mastermind untuk memperangkap Elliot karena ingin melindungi Elliot dari jahatnya dunia asli. Karena itu, The Mastermind berusaha untuk menjatuhkan segala kejahatan di dunia nyata untuk membuat dunia yang lebih aman untuk Elliot. Namun semakin lama The Mastermind melupakan bahwa dirinya hanyalah sebuah kepribadian, bukan Elliot yang sebetulnya.

Dan di “Hello, Elliot” lah dirinya sadar selama ini bahwa dia bukan Elliot. Dia hanyalah sebuah kepribadian lainnya yang dimiliki Elliot. Namun ia tidak ingin menyerah semudah itu. Ia tidak ingin mengembalikan kendali tubuhnya ke Elliot. Dan seberusaha mungkin ia tetap ingin menjauhkan Elliot. Krista pun memperingati The Mastermind untuk membiarkan Elliot mengambil alih. Tetapi dia masih menolak, dan memaksakan dirinya untuk bangun dan tetap memegang kendali tubuhnya. Saat sadar, ia sedang berbaring di sebuah rumah sakit setelah kejadian di bawah pembangkit listrik tenaga nuklir. Ia juga menyadari bahwa ia berhasil menyelamatkan dunia dan mesin yang telah dibuat Whiterose berhasil dimatikan.

Dan saat sadar itulah ia bertemu Darlene. Pada pertemuan ini Darlene mengungkapkan yang sebenarnya, bahwa dirinya memang sudah mengetahui dari awal bahwa Elliot yang selama ini ia temui bukanlah Elliot, melainkan salah satu kepribadiannya. Tetapi ia tidak mempermasalahkannya karena ia juga mengetahui bahwa Elliot memang perlu dilindungi, meskipun jika pelindungnya adalah salah satu kepribadiannya.

Darlene pun bertanya kepada The Mastermind bagaimana kabar Elliot, dan dijawab bahwa dia aman di dalam sebuah dunia yang dibuat The Mastermind. Pada momen-momen inilah The Mastermind menyadari betapa besar rasa sayangnya Darlene kepada Elliot. Semua ini kembali lagi dengan rasa kasih sayang seorang adik kepada kakaknya. Rasa sayang itu menyadarkan The Mastermind bahwa sudah saatnya Elliot untuk kembali. Untuk mempertemukan Elliot dengan satu-satunya orang yang memang menyayanginya. Lagipula, E Corp dan Dark Army sudah jatuh dan dunia sudah lebih aman untuk Elliot.

robinekariski-tv-series-shot-dari-mr.-robot-yang-mirip-dengan-fight-club

Akhirnya The Mastermind mengundurkan diri dan bertemu dengan kepribadian-kepribadian lainnya dengan style yang sangat mirip dengan adegan akhir dari Fight Club. Keduanya sama-sama memperlihatkan karakter utama melihat ke dunia yang baru. Bedanya adalah jika di Fight Club mereka melihat dunia yang baru dengan meledakkan bangunan-bangunan kantor, di Mr. Robot dunia yang baru adalah dunia yang damai dan tenteram. Dunia di mana Elliot tidak akan menemui kesulitan. Diiringi dengan lagu “Outro” oleh M83, The Mastermind akhirnya berkumpul dengan kepribadian lainnya di suatu ruangan yang menyerupai sebuah bioskop dan melihat kehidupan yang baru untuk Elliot. Saat sudah menyerahkan kendali, Elliot yang sebenarnya pun akhirnya sadar dan membukakan matanya, dan Darlene menghampirinya sambil berkata “Hello, Elliot”, mengetahui bahwa inilah Elliot yang sebetulnya. Elliot yang selalu bersamanya saat tumbah besar bersama.

Mr. Robot mengawali serialnya pada episode pertama di musim pertama dengan Elliot mengatakan kepada penonton dan salah satu kepribadiannya “Hello, friend” dan mengakhiri serialnya dengan “Hello, Elliot” yang diucapkan oleh Darlene. Inilah ending yang sudah dipersiapkan oleh Sam Esmail dari awal. Ia sudah mengetahui bagaimana serial berjenis techno-thriller ini akan berakhir dari awal dibuat, dan itulah alasan mengapa Mr. Robot tetap terasa konsisten meski memiliki banyak sekali kejutan dan kerumitan di tengah-tengah.

Musim keempat Mr. Robot tidak hanya musim terbaiknya, namun juga musim paling ambisiusnya. Sam Esmail mengambil risiko yang sangat besar saat membuat ending-nya. Karena pada episode “whoami” saya berpikir selama ini, semua yang terjadi pada 4 musim hanyalah sebuah mimpi dari Elliot dan tentu saya akan sangat menyesalinya kalau memang itu yang terjadi. Tetapi ternyata bukan itu yang terjadi. Sam Esmail memang dapat melakukan sesuatu yang sungguh ajaib, yaitu dapat mengakhiri sebuah serial dengan ambisius sebesar ini secara tepat. Sangat jarang sebuah serial yang sudah seambisius ini dapat menemukan penutup yang tepat (Iya, Game of Thrones).

Perasaan saya bercampur-aduk saat pertama kali menonton episode “Hello, Elliot”. Senang? Sedih? Kecewa? Puas? Bahkan hingga sekarang keempat perasaan itu masih tetap saya pendam untuk penutup episode ini, yang akhirnya menjadi alasan mengapa saya menulis esai musim keempat Mr. Robot. Lebih tepatnya, esai mengenai ending dari Mr. Robot. Saya ingat saat lagu “Outro” mulai dimainkan, saya hanya bisa berdiam diri. Sama seperti Elliot, saya diliput perasaan yang sangat aneh. Namun dua kalimat Elliot menyadarkan saya. Dan kalimat itu adalah “Ayolah. Ini hanya bekerja jika kamu juga melepaskannya.”

Sama seperti Elliot yang mulai menyerahkan kendalinya, kita sebagai penonton yang juga bertindak sebagai salah satu kepribadiannya ikut untuk melepaskan kendali kita dari Elliot. Tidak lagi kita akan mengikuti setiap pergerakkan Elliot karena kita mengetahui bahwa Elliot sudah tidak butuh perlindungan. Baik The Mastermind maupun Mr. Robot tidak lagi dibutuhkan untuk dunia baru yang memang dibangun untuk Elliot. Dunia yang jauh lebih aman dari sebelumnya. Sekarang kelima kepribadiannya hanya bisa duduk tenang dan membiarkan Elliot untuk mengambil alih tubuh dan pikirannya.

Sekali lagi saya ingin mengatakan bahwa Mr. Robot bukanlah hanya sebuah serial yang berpusat pada hacking dan teknologi. Mr. Robot lebih dari itu. Dua episode terakhirnya bahkan tidak memiliki adegan hacking sama sekali. Banyak hal yang disinggung oleh serial ini, dan semua itu berpusat pada Elliot Alderson yang diperankan oleh Rami Malek. Memang betul Rami Malek pernah memainkan Freddy Mercury di Bohemian Rhapsody dan memenangkannya Oscar, namun Elliot adalah peran terbaik yang pernah dimainkan Rami. Elliot terlihat seperti sebuah karakter yang memang dibangun untuk Rami. Elliot Alderson adalah salah satu karakter terbaik dalam serial TV. Dan Mr. Robot adalah salah satu serial terbaik yang pernah ada, dan saya berterima kasih kepada Sam Esmail beserta seluruh aktor, aktris dan kru yang bekerja untuk membuat visi yang gila dan ambisius ini menjadi kenyataan.

17 thoughts on “Siap Membahas Akhir dari MR. ROBOT?

  1. Penjelasan season 4 yang komplit saya baru nonton ini serial karena untuk menghilangkan kebosanan arahan stay home couse corona, sebetulnya uda lama tau ini series tapi blm sempat sempat nonton, Karena di 2016 saya sudah nonton SPLIT jadi mudah untuk memahami jalan ceritanya , ya ternyata ni aktor utamanya memang gak jauh jauh dari film SPLIT mempunyai banyak kepribadian dan mengambil alih atas diri yang sebenarnya

    Like

    1. Memang tidak sering film mengambil tema “kepribadian ganda” seperti Split, Identity ataupun Mr. Robot. Dan memang sejauh ini Mr. Robot masih yang paling sukses dalam membawa tema itu menjadi sesuatu yang luar biasa.

      Like

  2. Min, saya masi rada bingung ttg kepribadian elliot yg sebenarnya..

    Cmiiw, yg saya tau, elliot itu punya 5 kepribadian : elliot sendiri, ayahnya, ibunya, elliot kecil, sama kita (penonton) kan?

    Nah, jadi pertanyaannya, mana elliot yg asli? Yg jadi hacker kah? Yg mau nikah kah?
    Terimakasih jawabannya…

    Like

    1. Elliot yang menjadi hacker selama Mr. Robot berjalan hanyalah salah satu dari kepribadiannya, yang dinamainya “The Mastermind.”

      Sementara Elliot yang asli “disembunyikan” di dalam dunia fantasi di dalam pikiran oleh si “The Mastermind”, yang kita lihat di mana dia sangat senang dan ingin menikah. Ini Elliot yang sebetulnya, namun disembunyikan dari dunia nyata untuk melindunginya.

      Like

      1. Thx..

        Saya masi penasaran bagaimana elliot belajar hacking, sepertinya dalam serial musim 1,2,3,4 belum dijelaskan ya?

        Like

      2. Memang dari episode pertama Elliot sudah jago dengan hacking. Kita tidak pernah, dari awal hingga akhir, diceritakan bagaimana ia belajar itu.

        Like

  3. ahirnya bisa tidur dengan nyenyak setelah tau makna dari apa yang dilihat Tyrell sebelum meninggal. wkwk KEREN BRO REVIEW NYA.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s