Esai berikut mengandung spoiler untuk Uncharted 4: A Thief’s End yang dirilis pada 2016.

Uncharted mungkin saja adalah salah satu serial video game paling populer. Dimulai dengan Uncharted: Drake’s Fortune pada tahun 2007 untuk PlayStation 3, serial ini diakhiri oleh permainannya yang keempat, Uncharted 4: A Thief’s End pada 2016 lalu yang dirilis eksklusif untuk PlayStation 4.

Sebenarnya mencari penutup untuk cerita Uncharted memang adalah salah satu hal yang cukup sulit. Bagaimana menutup sebuah kisah yang memberikan pengalaman yang seru dan menyenangkan kepada pemainnya. Saat Uncharted 3: Drake’s Deception¬†mengakhiri ceritanya, kita melihat ketiga karakter Nathan Drake, Elena Fisher dan Sully meninggalkan Yemen dengan pesawat milik Sully. Ending seperti ini tidak memberikan penutup, melainkan malah menggoda para pemain bahwa kita masih akan mengikuti petualangan mereka selanjutnya.

Saat Uncharted 4: A Thief’s End berakhir, tentu para developer tidak ingin para pemainnya merasakan begitu. Mereka tidak ingin para pemainnya merasakan tidak puas terhadap penutupnya dan meminta Uncharted yang selanjutnya, padahal A Thief’s End adalah permainan terakhir di dalam serial Uncharted. Di sinilah di mana kita melihat pintarnya Naughty Dog (Studio yang membuat Uncharted) untuk menutup serial yang sudah berumur hampir 10 tahun itu.

Sebenarnya banyak hal yang membuat penutup A Thief’s End sangat indah dan mengagumkan. Pertama adalah karakter utamanya sendiri, Nathan Drake. Dan yang kedua adalah bagaimana Naughty Dog menutup cerita A Thief’s End itu sendiri. Penting bahwa tentu akan ada spoiler untuk Uncharted 4: A Thief’s End, jadi bagi yang belum memainkannya dimohon untuk menyelesaikannya terlebih dahulu.

Mari membicarakan Nathan Drake terlebih dahulu. Nathan Drake adalah tokoh utama kita, di mulai dari Drake’s Fortune hingga A Thief’s End. Pada permainan sebelumnya, ia sering digambarkan sebagai seseorang yang menyenangkan, seseorang yang sangat menyukai mencari humor di tengah sengsara. Ia juga adalah seseorang yang sangat mudah untuk terobsesi dengan harta karun, dan tidak jarang rasa obsesi tersebut menyebabkan dirinya sering kehilangan nyawa.

Namun di A Thief’s End, ia terasa seperti seseorang yang berbeda. Di sini, ia lebih cemas mengenai keselamatan kakaknya, Sam, yang selalu diterpa masalah saat mencari harta karun milik bajak laut zaman dulu Henry Avery. Memang betul bahwa ia berbohong kepada Elena, tetapi itu bukan karena ia memang ingin mencari harta Avery, melainkan karena ia memang merasa bahwa Sam sedang berada dalam bahaya. Ia tidak memiliki pilihan selain untuk membantu Sam mencari harta karun legendaris tersebut karena untuk mengeluarkan Sam dari masalahnya.

Saat Nathan sudah mengetahui kalau Sam sudah aman, ia ingin langsung pergi. Ia tidak lagi terobsesi dengan harta karun yang padahal sudah di depan matanya. Ia hanya ingin memastikan kalau kakaknya sudah tidak berada dalam bahaya lagi, dan jika itu sudah selesai, ia ingin meninggalkan pulau terpencil itu. Nathan sudah tidak hanya memikirkan harta karun, melainkan memikirkan dirinya dan orang-orang yang ia sayangi. Apalagi ia juga merasa bersalah karena harus bohong kepada istrinya, sehingga selama perjalanan ia suka memikirkan masa lalunya, mengenang masa-masa jayanya.

Tidak hanya Nathan, namun Sam juga memiliki andil yang cukup besar dalam jalannya cerita. Meski dia adalah karakter baru di Uncharted, namun Sam memainkan peran yang cukup penting karena semua ini memang terjadi karena hadirnya Sam. Memang betul dirinya terobsesi dengan harta karun Avery, namun jika dilihat secara mendalam obsesinya itu bukanlah obsesi kosong. Jika ia memang hanya terobsesi dengan harta karun itu, ia bisa dengan mudah berteman dengan Rafe. Tetapi nyatanya ia ingin menemukan harta karun itu bersama adiknya. Dan ini bukanlah hanya sekedar obsesi, melainkan mimpi yang pernah mereka buat bersama.

Dalam kilas balik di chapter 16 “The Brothers Drake”, Nathan bersama Sam menemukan bahwa ibunya sempat menyelidiki harta karun Henry Avery sebelum meninggal. Inilah alasan terbesar mengapa Sam ingin menemukan harta karunnya tersebut bersama Nathan, karena dengan menemukan bersama adiknya, maka mereka bisa melanjutkan misi ibunya yang tidak sempat diselesaikan. Lagipula, siapa juga yang tidak ingin menemukan sejarah yang hilang.

Pada akhirnya, seperti biasa Nathan kabur dengan nyawanya yang hampir hilang tanpa membawa satu harta pun. Tetapi kali ini ia tidak memasalahkan itu. Hal terpenting yang ia pikirkan adalah bahwa dirinya selamat bersama kakaknya, dan juga Elena dan Sully. Ia tidak menyesali bahwa dirinya harus pulang tanpa membawa sedikit harta dan di sinila kita bisa melihat bahwa Nathan sudah berubah. Ia sudah menjadi lebih dewasa. Ia sudah tidak memiliki rasa obsesi yang sering ia miliki seperti pada Uncharted yang sebelumnya.

Nathan Drake memang sudah berubah dan kita bisa melihatnya secara langsung saat memainkannya, namun bagaimana mengakhiri cerita ini? Bagaimana mengakhiri sebuah kisah legendaris sang pemburu harta karun Nathan Drake? Saat melihat nama permainan ini, A Thief’s End, saya sudah bersiap bahwa Nathan kemungkinan besar akan meninggal pada suatu waktu dalam salah satu misinya. Lagipula, ia adalah seorang pencuri (Thief). Namun rupanya bukanlah nyawanya yang berakhir, melainkan profesinya.

Dengan cara yang sangat manis sekaligus mengharukan, Naughty Dog membuat chapter penutup dengan membuat pemain memainkan Cassie, anak dari Nathan dan Elena yang mungkin sudah memasuki usia remaja. Di chapter ini, tidak ada aksi-aksi yang menegangkan seperti sebelumnya, melainkan kita dengan tenang menyusuri rumah Nathan, memberi makan kepada anjingnya, dan berkesempatan untuk melihat artefak yang dimiliki Nathan yang juga memberi kesempatan kepada pemain untuk mengingat kembali pengalaman-pengalaman seru mereka saat bermain Uncharted yang sebelumnya.

Ini adalah salah satu penutup paling manis untuk sebuah serial sebesar Uncharted. Pasalnya, tidak jarang sebuah serial yang sudah sebesar ini kesulitan untuk mencari penutup yang cocok untuk kisahnya yang sudah berkepanjangan. Tetapi tidak dengan A Thief’s End. Kita melihat Nathan dan Elena yang sudah lebih tua masih menyusuri daerah terpencil untuk menemukan benda bersejarah namun dilakukan sah secara hukum. Bahkan, pengalaman dan penemuan mereka sudah diterbitkan di beberapa majalah yang bisa kita temui di tempat kerja Nathan. Tidak lagi mereka harus berhadapan dengan pihak yang jahat dan bersusah payah mencari harta karun tersembunyi. Bukanlagi ia menjadi pencuri, melainkan sudah menjadi penjelajah.

Tidak hanya mereka yang masih melanjutkan pengalaman mereka, namun Sully dan Sam juga memiliki pengalamannya masing-masing meski tidak diceritakan. Mereka berdua saja melanjutkan hubungan mereka seperti Sully dan Nathan pada zaman dulu, di mana keduanya mencari harta karun tersembunyi yang tidak diketahui banyak orang. Pada akhirnya, semuanya melakukan apa yang memang ingin mereka lakukan, dan jika dipikir-pikir tidak ada penutup yang pas seperti penutup pada A Thief’s End untuk menutup kisah legendaris pencari harta karun Nathan Drake.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s