Sebelum membicarakan film Color Out of Space, mari membicarakan cerita yang menginspirasi film ini. Film ini berdasarkan cerita horror pendek karya H.P. Lovecraft yang bernama The Color Out of Space. Cerita pendek tersebut diterbitkan pada tahun 1927. Meski menggunakan bahasa Inggris yang sangat sulit — di mana saya tidak jarang kesulitan saat membacanya — namun The Color Out of Space adalah sebuah cerita yang sangat menyeramkan dan misterius, sebuah cerita yang cukup saya sukai dari beberapa cerita karya Lovecraft yang pernah saya baca.

Cerita-cerita karya Lovecraft terkenal sangat sulit untuk diadaptasi menjadi film, karena ia sering menggunakan bahasa yang cukup sulit untuk diubah menjadi visual. Seperti pada novel The Color Out of Space, di mana ia sering mendiskripsikan cahaya misteriusnya sebagai “warna yang tidak bisa dipahami otak manusia.” Banyak yang mencoba untuk mengadaptasi menjadi film, dan banyak yang gagal karena cukup susah untuk mengubah katak-kata tulisan Lovecraft menjadi sebuah visual dalam film. Tetapi film Color Out of Space terasa seperti adaptasi yang cukup berhasil, meski harus mengubah latarnya menjadi lebih modern.

Color Out of Space menceritakan keluarga Gardner yang tinggal di pedalaman hutan yang beranggotakan sang ayah Nathan (Nicolas Cage), istrinya Theresa (Joely Richardson), dan ketiga anaknya Lavinia (Madeleine Arthur), Benny (Brendan Meyer) dan Jack (Julian Hilliard). Ketentraman keluarga itu diganggu oleh kedatangan sebuah cahaya misterius yang menghantam halaman depan mereka, dan memulai kejadian-kejadian mistis yang membuat kehidupan mereka menjadi sebuah mimpi buruk.

Apa yang membuat saya kagum dengan Color Out of Space adalah meski memiliki anggaran yang tidak sebesar film-film horror besar lainnya, namun film ini berhasil menangkap kegilaan yang dituang oleh Lovecraft lewat tulisan miliknya. Film ini memiliki visual yang mengagumkan, penampilan Nicolas Cage yang sangat liar dan kengerian yang memang mendekati dengan cerita pendek The Color Out of Space. Tidak hanya itu, meski latar diubah menjadi lebih modern, namun film ini juga masih bisa menangkap kesan misterius yang dimiliki cerita milik Lovecraft tersebut.

robinekariski-film-color-out-of-space-akan-menjadi-yang-pertama-dalam-triloginya

Seperti kebanyakan sutradara sebelumnya, sedikit yang sepertinya tahu bagaimana memanfaatkan akting yang dimiliki Nicolas Cage. Sejauh saya menonton film yang dibintangi oleh dirinya, sepertinya peran yang paling tepat untuk dia adalah peran yang mengharuskan dirinya menjadi seliar dan segila mungkin. Lihat saja film Mandy, film horror yang dirilis pada tahun 2018 yang juga dibintangi oleh Cage. Di Mandy, ia berperan menjadi seorang suami yang tertelan dalam kesadisan dan haus darah akan pembunuh istrinya. Baik di Mandy atau di Color Out of Space, Nicolas Cage memerankan seseorang yang akal sehatnya sudah terkikis habis dan peran seperti itulah yang membuat penampilannya meledak-ledak.

Penampilan Nicolas Cage yang dahsyat di film ini sayangnya menutupi penampilan karakter lainnya. Karakter lainnya terkesan seperti tidak bsia mengimbangi kegilaan yang dimiliki karakter Nicolas Cage, Nathan. Seperti penampilan kedua anaknya yang diperankan oleh Madeleine Arthur dan Brendan Meyer, di mana keduanya diharuskan untuk tampil sebebas dan seliar mungkin namun akting keduanya terasa sangat kurang. Tidak hanya mereka berdua, namun banyak karakter lainnya yang tidak bisa mengimbangi ambisi dari film ini. Oke, sepertinya semua karakter selain Nathan tidak bisa sejiwa dengan kegilaan film ini. Penampilan Nicolas Cage sangatlah mendominasi.

Dari segi visual sendiri, Color Out of Space tidaklah mengecewakan. Sutradara Richard Stanley mengetahui betapa pentingnya aspek visual di dalam filmnya karena dalam cerita pendeknya, cahaya misterius yang mendatangi kediaman keluarga Gardner berperan sangat penting untuk kejadian-kejadian yang akan menimpa mereka. Meski dalam cerita ditulis cahaya tersebut tidak bisa dijelaskan karena memiliki warna yang tidak bisa dipahami otak manusia, Stanley memutuskan menggunakan warna magenta untuk cahaya misteriusnya. Visual yang dominan berwarna magenta memang sering tampil terang di film, yang menambah kesan misterius dan mistis namun juga indah untuk dilihat.

Kengerian juga menjadi salah satu aspek penting yang membuat film ini menonjol. Bagaimana Stanley dapat menangkap rasa horror yang mendominasi cerita The Color Out of Space adalah sesuatu yang juga saya kagumi. Mulai dari karakternya yang menanjak menuju ketidak warasan, kejadian-kejadian aneh yang semakin sering terjadi, ataupun lingkungan sekitar yang semakin lama tampak semakin mengancam, ia dapat membuat horror yang ditulis Lovecraft menjadi nyata, dan itu tidaklah mudah mengingat Lovecraft menulis ceritanya dengan sangat khas dirinya.

robinekariski-film-richard-stanley-mengatakan-kepada-nicolas-cage-untuk-mendasari-penampilannya-dari-vampires-kiss

Waktu memang sangatlah berbeda dari kedua cerita. Cerita The Color Out of Space berlatar pada 1882, sementara film Color Out of Space berlatar pada masa kini. Tetapi perbedaan waktu yang sangat mencolok tidaklah menghambat keseraman Color Out of Space. Percobaan Stanley untuk membawa cerita itu ke zaman sekarang justru menjadi modernisasi cerita pendek tersebut dan dapat memperkenalkan para penonton ke karya tulis Lovecraft lainnya.

Namun semua itu tidak membuat Color Out of Space adalah film horror yang sempurna. Selain karakter lainnya yang tidak bisa mengimbangi Nicolas Cage, durasinya pun juga terbilang terlalu lama untuk film yang mungkin bisa dipotong 20 sampai 30 menit. Banyak adegan, terutama adegan di luar rumah Gardner, yang terasa menghambat cerita film dan tidak terlalu penting. Mungkin niatnya agar cerita film meluas dan tidak hanya berfokus pada horror di rumah Gardner, namun justru horror di rumah Garderlah yang ingin kita tonton.

Terlepas dari kekurangan yang sangat sedikit itu, Color Out of Space tetap menjadi film yang sangat menyeramkan, sinis, dan misterius. Dibawa dengan visual yang mengagumkan dan penampilan terbaik Nicolas Cage semenjak Mandy, Color Out of Space adalah salah satu adaptasi terbaik cerita Lovecraft yang tidak akan mengecewakan penggemar lamanya sekaligus akan memenangkan penggemar baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s