Di atas kertas, The Last Thing He Wanted dapat menjadi film yang bagus. Film ini dibintangi oleh pemain ternama seperti, Anne Hathaway (The Devil Wears Prada), Ben Affleck (Argo), Willem Dafoe (The Lighthouse), dan Rosie Perez (Birds of Prey). Film ini juga ditulis, diproduseri dan disutradarai oleh Dee Rees (Mudbound). Namun hasilnya adalah film yang sangat buruk, sebuah film yang bahkan saya sendiri tidak bisa menemui hal yang patut dipuji.

Ceritanya yang terasa sangat berantakan, alur film yang terasa cepat sekaligus membosankan, karakter yang terasa sangat hambar, bahkan hingga film berakhir saya juga tidak merasa ini adalah film yang menghibur sedikitpun. Biasanya saat menonton sebuah film, mungkin film itu memiliki awal yang buruk dan terasa membosankan namun jika sudah mencapai setengah film barulah terasa seru. Beda dengan The Last Thing He Wanted, di mana bahkan sampai akhir film masih terasa mati.

Film ini menceritakan mengenai sebuah wartawan bernama Elena McMahon (Anne Hathaway). Ia harus menghentikan pekerjaannya saat ia harus meneruskan pekerjaan ayahnya, Richard Dick McMahon (Willem Dafoe) yang jatuh sakit. Elena akhirnya meneruskan pekerjaannya sebagai pemasok senjata untuk Amerika Tengah.

Ia pun akhirnya terjerumus ke dalam masalah besar dan terlibat dengan orang-orang berbahaya seperti Treat Morrison (Ben Affleck), Jones (Edi Gathegi), Barry Sedlow (Mel Rodriguez) dan Paul Schuster (Toby Jones). Terjadilah banyak kejadian dan peristiwa menegangkan yang terjadi selama film berjalan. Setidaknya itu yang diinginkan pembuat film. Tetapi hasilnya malah justru adalah film yang tidak tahu apa yang dilakukannya, dengan seluruh cerita terasa kikuk dan membingungkan.

robinekariski-film-ben-affleck-menggantikan-nicolas-cage-di-the-last-thing-he-wanted

Salah satu hal yang membuat film ini terasa berantakan adalah bahwa The Last Thing He Wanted tidak pernah membiarkan penontonnya meresapi informasi baru. Setiap adegan terasa sangat cepat berjalan dan setiap ada hal baru yang terjadi, film ini langsung saja berpindah menuju adegan selanjutnya tanpa pernah membiarkan penontonnya betul-betul mengetahui apa saja yang baru terjadi. Seperti bagaimana Elena yang pada awal film terlihat dengan gigih menyusuri hutan untuk meliput berita, dan tiba-tiba saja kita melihat dia ditugaskan untuk meliput berita mengenai pemilihan presiden. Kita tidak pernah benar-benar mengetahui apa yang sedang ia kerjakan, apa saja yang sudah ia liput, kita hanya mengetahui sepotong-sepotong dan pengalaman menonton yang kita dapatkan juga hampir tidak ada.

Kemudian selain alurnya yang terasa buru-buru, karakter juga menjadi isu utama dalam film yang tayang di Netflix bulan lalu ini. Setiap karakter tidak memiliki sesuatu yang dapat menarik perhatian penonton. Percakapan antar karakter terasa tidak memiliki makna, berbelit-belit dan pada akhirnya saya tidak mendapatkan informasi mengenai apa yang baru saja dibicarakan. Tidak hanya itu, banyak karakter yang tidak pernah dijelaskan siapa dia dan apa perannya di dalam film sehingga cerita yang sudah berantakan semakin tersendat karena adanya beberapa karakter yang keluar-masuk.

Sebenarnya cerita yang dimiliki sudah tepat untuk menjadikan film ini sebuah film politik thriller yang menegangkan. Penyelundupan senjata, konspirasi pemerintah, dan seorang jurnalis yang terlibat di tengahnya. Namun cerita yang menjanjikan tersebut entah bagaimana dapat menjadi sebuah film membosankan yang berjalan hampir 2 jam. Ironis karena pada akhirnya, sama seperti judul film ini, The Last Thing He Wanted adalah hal terakhir yang saya inginkan. Sangat disayangkan karena meski film ini dibintangi oleh beberapa pemain kesukaan saya, ini adalah film buruk pertama yang saya tonton di tahun 2020.

Kamu bisa mencoba peruntunganmu dengan menonton The Last Thing He Wanted di Netflix. Mungkin saja kamu akan menyukainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s