Saat dulu pertama saya menonton musim pertama Narcos sekitar 4 tahun yang lalu, saya mengetahui bahwa serial Netflix ini akan menceritakan tentang seorang pengedar narkoba legendaris yang bernama Pablo Escobar. Musim kedua menceritakan tentang runtuhnya kerajaan pengedar narkoba asal Kolombia tersebut. Musim ketiganya menceritakan pengedar narkoba asal Kolombia lainnya. Kemudian Netflix merilis spin-off yang berjudul Narcos: Mexico di mana sekarang mereka menceritakan gembong narkoba yang berlokasi di Meksiko.

Sama seperti Narcos, musim pertama Narcos: Mexico menceritakan bangkitnya seorang pengedar narkoba bernama Miguel Ángel Félix Gallardo (Diego Luna). Berawal dari menjadi seorang polisi, ia berakhir menjadi orang dengan kekuatan terbesardi Meksiko pada akhir musim, menguasai militer dan organisasi narkoba lainnya. Dan musim keduanya menceritakan bagaimana kerajaan yang ia miliki akan runtuh.

Tema utama dari musim kedua adalah konsekuensi. Semua yang kita lakukan pasti memiliki konsekuensi. Pada akhir musim pertama, Félix menyuruh anak buahnya untuk menyiksa dan membunuh salah satu agen DEA Amerika, Kiki Camarena (Michael Peña). Tidak diketahui oleh dirinya, apa yang Félix lakukan itu memiliki dampak yang sangat besar. Amerika akhirnya memutuskan untuk membalaskan dendamnya, untuk menjatuhkan Félix beserta kerajaan narkoba miliknya. Apapun caranya. Dan dimulailah musim kedua.

Tidak lagi kita melihat Kiki melawan Félix. Sekarang kita melihat Walt Breslin (Scoot McNairy), agen DEA yang menggantikan Kiki untuk menjatuhkan Félix. Dan berbeda dengan Kiki, Walt tidak takut menggunakan kekerasan untuk meruntuhkan kerajaan narkoba di Meksiko. Ia bersama timnya memulai apa yang disebut sebagai Operasi Leyenda, sebuah operasi besar-besaran yang bertujuan untuk menangkap Félix dan menghilangkan organisasi kejahatan miliknya.

robinekariski-film-scoot-mcnairy-sebagai-walt-breslin-di-narcos-mexico

Kesan pertama saya menonton musim kedua Narcos: Mexico adalah musim terbarunya ini lebih brutal dan sadis dari musim sebelumnya. Walt dan timnya tidak main-main untuk menangkap Félix dan anak buahnya. Bahkan, mereka tidak takut untuk membunuh agar bisa balas dendam kematian Kiki. Jadi tentu saja musim kedua ini memiliki aksi yang lebih banyak dan lebih menegangkan dari musim sebelumnya.

Tetapi, ada satu isu yang dimiliki musim kedua serial ini. Hilangnya rasa “asli” yang dimiliki musim sebelumnya. Sebelumnya, setiap episode sering terdapat adegan di mana terdapat seorang narator menceritakan kejadian yang sebetulnya terjadi beserta ditemani dengan rekaman video asli yang berasal dari kejadian itu. Namun pada musim ini, itu cukup jarang terjadi sehingga penonton sukar mengetahui apa yang memang sebetulnya terjadi dan apa yang tidak.

Itu juga yang menghilangkan ketegangan yang dimilikinya, meski saja banyak aksi besar yang terjadi. Perasaan “nyata” yang dimiliki sebelumnya hilang. Namun di musim kedua, kita hanya bisa menebak apakah memang benar terjadi atau hanyalah sebuah dramatisasi. Seperti karakter Walt Breslin, di mana dia tidaklah nyata. Dia adalah sebuah gambaran dari sekumpulan agen-agen DEA yang bekerja di dunia nyata. Karena saya mengetahui bahwa dia tidaklah nyata, maka saya juga jadi tidak yakin semua yang dia lakukan memang benar-benar terjadi di dalam sejarah, dan menghilangkan kesan “asli” yang membuat musim-musim sebelumnya sungguh menegangkan.

Namun asli atau tidak, musim kedua Narcos: Mexico dengan sangat jelas menceritakan betapa rumitnya sebuah kerajaan narkoba. Félix, meski saja ia sudah menjadi bos dari segala bos, selalu merasa kesulitan untuk mengatur bawahannya karena setiap pengelola memiliki ambisinya masing-masing yang besar. Terutama bawahannya Arellano Félix bersaudara (Alfonso Dosal & Manuel Masalva) yang selalu terlibat pertikaian dengan bawahan Félix lainnya, Hector Palma (Gorka Lasaosa) dan Joaquín “El Chapo” Guzmán (Alejandro Edda).

robinekariski-film-diego-luna-sebagai-miguel-félix-gallardo-di-narcos-mexico

Masalahnya adalah Arellano Félix bersaudara memegang kartel Tijuana, sementara Palma dan Chapo memegang kartel Sinaloa. Kedua kartel itu sangat penting untuk organisasi Félix, sehingga ia selalu merasa kesulitan untuk mencari solusi. Tidak hanya itu, ia juga harus bernegosiasi dengan kartel-kartel lainnya yang tentu memperumit dirinya untuk memegang kendali penuh terhadap organisasi miliknya. Ia juga menghadapi masalah dengan kartel dari Kolombia, di mana ia selalu berusaha untuk menyingkirkan mereka.

Setiap episode, kita tidak hanya diceritakan Walt atau Félix. Setiap karakter memiliki waktu dan kisah masing-masing yang menarik dan rumit. Ini pun membuat penonton memahami betul setiap masalah yang dialami oleh setiap bos narkoba sehingga tidak terjadi kebingungan hingga akhir musim, yang membuat saya selalu mengerti ini-siapa atau itu-ngapain karena mereka selalu menyisihkan waktu untuk menceritakan karakter sampingan.

Musim kedua Narcos: Mexico terasa jauh lebih sadis dan menceritakan kerajaan narkoba Félix dengan lebih seksama, yang akhirnya menunjukkan betapa rumit dan berantakan organisasi miliknya. Namun semua keseruan itu terasa sedikit hampa karena satu musim ini terasa tidak nyata, bahwa semua yang terjadi terasa hanyalah dramatisasi oleh sang penulis.

Musim kedua Narcos: Mexico sudah bisa ditonton di layanan streaming Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s