Film berjenis horror saat ini memang harus sangat kreatif, karena penggunaan jump scare sudah sangat sering digunakan dan terkesan basi. Bagaimana mereka harus memberikan rasa seram tidak dengan jump scare, melainkan dengan cerita dan suasa yang dibangunnya cukuplah sulit dan hanya beberapa film horror saja yang berhasil membuat bulu kuduk saya merinding tidak dengan menggunakan jump scare.

The Closet, meski memiliki cerita dan konsep yang unik dari film horror kebanyakan, sayangnya harus terjatuh ke dalam klise film horror. Eksekusinya dalam memberikan keseraman kepada penontonnya hanyalah sebatas jump scare yang kebanyakan dan secara efektif membunuh cerita yang sedang dibangunnya.

Awal film The Closet sebenarnya terasa menjanjikan. Kita melihat sebuah rekaman tua di mana seorang ibu-ibu sedang melakukan ritual untuk mengusir setan di sebuah lemari, namun sayangnya sebuah bencana terjadi yang akhirnya memulai cerita film. Rekaman tua yang hanya berdurasi beberapa menit tersebut dapat membangun kesan menyeramkan karena suasana videonya yang memang membangun bulu kuduk. Gendang drum yang berkumandang, ucapan ritual yang terus-menerus dan videonya yang tua memberikan kesan horror yang menyeramkan.

Film kemudian berlanjut menceritakan tokoh utama kita, seorang arsitek dan ayah bernama Sang-won (Ha Jung-woo) yang masih berduka karena kehilangan istrinya pada sebuah kecelakaan beberapa waktu lalu. Ia menyayangi putrinya, Ina (Heo Yool) namun rasa dukanya yang mendalam, serangan panik yang konstan dan pekerjaannya yang ketat sering membuat dirinya melupakan satu-satunya putri Sang-won. Dia pun berpindah ke rumah terpencil dengan alasan karena udaranya yang bersih adalah lingkungan yang cocok untuk Ina, meski mungkin itu bukanlah tujuan utamanya.

Semenjak kecelakaan yang membunuh ibunya, Ina terasa menjauh dari ayahnya bahkan sampai pada titik di mana ia tidak ingin berkomunikasi dengan ayahnya tersebut. Namun semua itu berbeda saat berada di rumah barunya. Ia seperti anak dengan kepribadian yang berbeda, dan pada suatu hari ia hilang. Berminggu-minggu ia tidak bisa ditemukan, dan muncullah seorang pengusir setan bernama Kyeong-hoon (Kim Nam-gil) yang mengatakan kepada Sang-won bahwa putrinya tertelan ke dalam dunia setan.

Semua horror pada The Closet berpusat dengan lemari. Makanya nama film ini adalah closet, lemari pakaian. Bayangkan saja ini seperti film Narnia, namun alih-alih lemarinya membawa ke dunia fantasi, kita di bawa ke dunia alam baka. Ini adalah film yang sebenarnya memiliki konsep yang unik, terlebih karena memiliki pesan yang cukup dalam mengenai hubungan antara orang tua dan anak.

Bagaimana seorang ayah yang tanpa sadar berusaha menjauh dari putrinya karena sulit melupakan kematian istrinya dan bagaimana seorang anak yang ingin menjauh dari ayahnya karena merasa ayahnya yang bertanggung jawab dengan kematian sang ibu. Tidak sering film horror lainnya memiliki sisi emosi sedalam ini, dan inilah yang membuat film ini cukup unik.

Hubungan antara ayah dan anak tersebut menjadi titik tumpu emosional untuk film ini, di mana sisi emosional tersebut berpotensi membuat sisi menyeramkan film ini semakin… yah, semakin menyeramkan. Namun sayangnya emosional film ini tidak dimanfaatkan dengan benar karena Kim Kwang-bin — sang sutradara sekaligus penulis — hanya terus-menerus mengandalkan jump scare, teknik yang membuat penonton takut bukan karena suasana yang mencekam namun karena berhasil mengagetkan. Kita takut bukan karena memang menyeramkan, kita takut karena kita kaget.

The Closet adalah film horror dengan konsep yang unik. Penggemar horror mungkin akan kecewa karena film ini terlalu mengandalkan jump scare. Namun film ini memiliki cerita manusiawi yang dapat dinikmati maupun dipelajari oleh penontonnya tentang seorang ayah yang menyadari kesalahannya dan berusaha untuk mencari putrinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s