Melihat Al Pacino bermain di TV seri adalah hal baru yang saya temui. Tahun lalu setelah melihat dirinya tampil sebagai agen Marvin Shwarz di Once Upon a Time… in Hollywood dan pemimpin buruh serikat Jimmy Hoffa di The Irishman, saya melihat kabar bahwa Pacino akan bermain di sebuah serial yang akan tayang di Amazon Prime Video bernama Hunters dan secara otomatis ini menjadi sebuah serial yang saya antisipasi.

TIdak hanya Hunters memiliki Al Pacino, namun serial tersebut juga memiliki cerita yang cukup menarik. Berlatar di sekitar tahun 1970, Amerika Serikat ternyata telah disusupi oleh Nazi semenjak berakhirnya Perang Dunia II. Mayoritas penduduk Amerika tidak menyadari hal itu, namun sebuah kelompok telah menangkap kabar tersebut. Kelompok yang menamakan dirinya Hunters itu terdiri dari sekumpulan orang Yahudi yang ingin membawa keadilan terhadap Nazi yang berhasil meloloskan diri ke Amerika.

Cerita Hunters dimulai dengan Jonah Heidelbaum (Logan Lerman), anak muda yang bekerja di toko komik dan tinggal dengan neneknya, Ruth Heidelbaum (Jeannie Berlin). Kehidupan Johan langsung hancur saat melihat neneknya dibunuh di dalam rumahnya sendiri, sementara dirinya terlalu takut untuk menginterupsi. Polisi mengatakan itu hanyalah kasus perampokan, tetapi Jonah tetap bersikeras untuk mencari tahu kebenarannya.

Di saat inilah ia bertemu dengan Meyer Offerman (Al Pacino). Meyer adalah teman lama Ruth, dan ternyata adalah pemimpin dari sebuah kelompok bernama Hunters. Kelompok itu sendiri terdiri dari kumpulan karakter yang ekstentrik, yaitu biarawati yang juga mantan agen MI6 Sister Harriet (Kate Mulvany), pasangan tua yang juga ahli elektronik Murray dan Mindy Markowitz (Saul Rubinek dan Carol Kane), aktor yang ahli dalam penyamaran Lonny Flash (Josh Radnor), pemalsu dan pembersih tempat kejadian perkara Roxy Jones (Tiffany Boone), dan mantan tentara yang mungkin paling mematikan di kelompok tersebut, Joe Mizushima (Louis Ozawa).

robinekariski-tv-series-hunters-terinspirasi-dari-operation-paperclip

Memiliki karakter yang berwarna-warni seperti itu seharusnya adalah hal yang membuat Hunters ini serial yang menyenangkan. Kita diberikan kesempatan untuk melihat bagaimana setiap karakter yang memiliki sifat yang berbeda-beda saling berinteraksi untuk menyelesaikan suatu misi. Namun sayangnya serial ini seperti tidak mengetahui bagaimana memanfaatkan mereka dengan benar.

Hal utama yang membuat Hunters tidak bisa memanfaatkan karakter yang dimiliki adalah serial ini terlihat bingung apakah ingin menjadi serial yang menyentuh dan menceritakan kekejaman Nazi secara terang-terangan atau apakah serial ini ingin menjadi seliar dan seseru seperti film 2009 Inglourious Basterds. Kebimbangan itu akhirnya menjadikan serial ini sering terasa bertele-tele dan terlalu lambat dalam menceritakan ceritanya.

Tidak hanya itu, beberapa karakter sampingan yang dimiliki Hunters juga terlalu terasa “buatan” yang akhirnya malah terasa norak. Seperti karakter Travis Leich (Greg Austin), orang Amerika yang fanatik dengan ideologi Nazi dan menjadi pembunuh untuk mereka. Karakter Travis di sini terlihat sangat ingin menjadi Hans Landa — diperankan dengan fantastis oleh Christoph Waltz — dari Inglourious Basterds. Karakternya yang menemukan keseruan di kejamnya sebuah pembunuhan, hatinya yang licik dan dingin serta sering melontarkan dialog yang terkesan dalam dan menyeramkan adalah sifatnya yang mirip dengan Hans.

Tetapi apa yang terjadi? Travis bukanlah Hans dan Greg bukanlah Christoph Waltz. Travis malah sering terkesan terlalu berlebih-lebihan, dan apa yang seharusnya momen yang menusuk kulit malahan menjadi sebuah momen yang cringe dan memilukan. Seperti pada episode kedua “The Mourner’s Kaddish”, di mana Travis terlihat sedang membicarakan bagaimana manusia sekarang terlalu mengandalkan obat-obatan dengan ceritanya yang berbelit-belit kepada bocah dan ibunya di pesawat. Itu adalah satu dari sekian banyaknya contoh di mana Hunters terlalu mengandalkan karakternya tanpa dialog yang memadai ataupun momen yang kurang tepat.

robinekariski-tv-series-peran-pertama-al-pacino-di-tv-semenjak-nypd

Itu bukan berarti Hunters tidak memiliki momen yang menyenangkan. Saat-saat di mana Hunters sedang berkumpul untuk menyusun rencana ataupun saat mereka sedang menjalankan misi — entah untuk menangkap atau membunuh — adalah momen yang cukup seru untuk dilihat. Dengan humor gelap yang dimiliki anggotanya, atau dengan dinginnya mereka saat menginterogasi salah satu Nazi, Hunters berhasil menunjukkan keseruan yang dapat diberikan oleh anggotanya.

Al Pacino juga menjadi memberikan kedalaman yang tidak bisa diberikan pemain lainnya dalam memainkan karakternya. Memerankan seseorang yang berhasil keluar dari kejamnya kamp Nazi pada Perang Dunia, ia memainkan karakter Meyer dengan tepat. Kita bisa melihat bahwa Meyer telah melewati banyak hal hanya dari cara ia berbicara, cara ia menyikapi setiap situasi yang menimpanya. Ia bisa meledak-ledak jika memang diperlukan, namun kebanyakan ia biasanya akan bersikap tenang dan memikirkan apa rencana berikutnya untuk Hunters.

Hunters adalah serial yang sebetulnya menjanjikan dengan ceritanya yang unik dan karakter utamanya yang eksentrik. Tetapi arahannya yang tidak konsisten dan beberapa karakter sampingan yang terasa terasa terlau dilebih-lebihkan, Hunters sering terasa tersendat-sendat dan juga terasa terlalu lama. Dan juga mungkin karena ceritanya yang terlalu ambisius namun tidak bisa diolah secara baik, ending yang dimiliki musim pertamanya juga terasa tidak tepat karena mereka seperti kehabisan ide untuk mencari penutup yang tepat untuk serial ini.

Musim pertama Hunters sudah tayang dan bisa ditonton di Amazon Prime Video.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s