The Hunt terasa bukanlah seperti sebuah film, melainkan sebuah pesan video yang cukup panjang dengan tingkat kerumitan yang tinggi untuk mengirim sebuah pesan tersembunyi yang terasa tidak memiliki makna apa-apa. Film satir politik adalah suatu film yang mungkin sulit untuk saya tangkap karena saya memang bukan orang yang berat dalam hal politik. Biasanya, tujuan utama film satir adalah untuk mengejek atau menghina sesuatu menggunakan humor sarkastik. The Hunt adalah contoh terbaru dalam genre tersebut, yang dengan cara yang cukup sadis ingin menyinggung situasi politik di Amerika Serikat.

Film dibuka dengan sekelompok liberal yang kaya raya sedang bertukar pesan dalam sebuah teks grup, di mana mereka membicarakan sebuah perburuan yang ingin mereka lakukan di rumah besar yang dimiliki salah satu anggotanya. Kemudian kita memasuki sebuah pesawat pribadi yang sedang mengudara, di mana mereka sudah menculik beberapa kaum konservatif untuk diikutsertakan untuk sebuah permainan psikopat mereka, bernama The Hunt.

Permainan tersebut memiliki konsep yang mirip dengan film The Hunger Games, di mana sebuah kotak misterius diletakkan di tengah sebuah lahan yang luas yang berisi senjata. Para korban yang diculik — dengan mulut yang terikat — kemudian di lepas di lahan tersebut dan diburu oleh kaum liberal. Mereka diberikan kesempatan untuk mengambil senjata dahulu karena para liberal ini ingin memberikan kesempatan agar para konservatif tersebut menyadari mengapa mereka sedang diburu.

robinekariski-film-the-hunt-memiliki-cerita-yang-mirip-dengan-beberapa-film-lainnya

Tujuan utama para penulis, Nick Cuse dan Damon Lindelof, menulis film ini adalah karena mereka ingin menyajikan film ini untuk menyindir betapa kerasnya perbedaan antara kaum left-wing dan right-wing di Amerika Serikat. Sebenarnya konsep yang dimiliki memang menarik. Kaum liberal yang dijadikan sebagai antagonis di film ini adalah orang-orang yang mungkin sering kita dukung di dunia maya. Ada seorang feminis yang mendukung kesetaraan gender, ada sebuah pasangan tua yang sadar dengan pemanasan global dan sering mengatakan “global warming“, ada yang baru saja pergi ke Haiti untuk menyembuhkan AIDS di sana.

Tetapi di film ini orang-orang yang sering kita dukung di media sosial itu dijadikan sebagai musuh, dijadikan sebagai sekelompok sadis yang ingin memburu orang-orang yang memiliki pandangan yang berbeda dengan mereka, entah untuk sekedar olaharaga atau untuk mengajarkan mereka sesuatu. Orang yang mereka buru adalah sekelompok kaum konservatif, orang-orang yang masih bersikap waspada terhadap perubahan ataupun inovasi pada lingkungan mereka, biasanya masih keras terhadap politik ataupun kepercayaan. Biasanya para pengguna sosial media sering melihat mereka sebagai kaum rasis, sebagai kaum yang tidak ingin menerima pendatang.

Memang menarik karena yang biasanya kita dukung di dunia maya kini dijadikan sebagai antagonis sementara yang biasanya kita cerca karena berpandangan keras dijadikan sebagai korban. Jalan pemikiran kita juga ditantang, siapakah yang ingin kita dukung di film ini. Itu mungkin tujuan mereka membuat film ini, dan itu berhasil tetapi tetap apa yang sebenarnya ingin disampaikan pembuat film ini? Memang film ini menantang kita berpikir, tetapi apa makna film ini? Apakah mereka hanya ingin mengolok-olok semata atau memang ingin mengkritik situasi di dunia nyata? Film ini terasa kosong karena memang jika dipikir-pikir, film ini tidak ada maknanya yang akhirnya saat film selesai serasa seperti sebuah film yang sia-sia.

Namun dibalik beratnya politik yang melandasi film ini, The Hunt juga masih memiliki momen-momen yang menegangkan sekaligus seru untuk dilihat. Aksi tembak-menembak, kejar-mengejar hingga baku hantam menghias film yang berdurasi 90 menit ini. Dan ditengah kekacauan tersebut terdapat jagoan kita, salah satu korban yang diculik dan seorang wanita yang gagah bernama Crystal (Betty Gilpin). Menariknya, kita tidak langsung diperlihatkan Crystal dari awal film. Dibutuhkan 25 menit dan beberapa korban kemudian barulah ia muncul, dengan wajahnya yang datar dan suaranya yang juga datar.

robinekariski-film-the-hunt-harus-mengalami-beberapa-kali-pengunduran

Crystal adalah penyelamat film ini. Meski karakter ini tidak memiliki latar yang dalam ataupun karakteristik yang menonjol, Betty Gilpin memainkannya Crystal dengan keren. Dia memang bukanlah seseorang yang banyak bicara, dan sering bertindak sesuai insting yang dimilikinya. Seperti pada suatu waktu di mana dia langsung saja menghajar seseorang keluar dari kendaraannya bahkan tanpa mengetahui apakah orang itu di pihaknya atau tidak. Saat ditanya, dia hanya mengatakan “karena semuanya berbohong.” Dia juga sangat ahli berantem, di mana ia mampu melawan banyak orang sekaligus layaknya John Wick. Tingkah lakunya yang spontan juga terkadang mengundang tawa, meskipun cukup sadis.

Tetapi sayangnya selain Crystal, tidak ada lagi karakter yang menarik. Kawannya? Jika tidak terlalu cepat mati, mereka biasanya tidak berbuat banyak. Lawannya? Hanya sekumpulan orang kaya yang biasa kita lihat di film-film lainnya yang sejenis. Kelompok orang kaya itu dipimpin oleh Athena (Hilary Swank), yang memutuskan untuk mengadakan perburuan itu karena sebuah konspirasi yang bereda di media sosial dengan orang-orang menyebutnya “Manorgate”.

The Hunt juga terasa seperti sebuah film yang mengambil inspirasi dari konspirasi-konspirasi yang beredar di internet dan memutuskan untuk membuat versinya. Film ini juga mengambil bagian terburuk dari orang-orang yang beredar di media sosial dan dijadikan sebagai landasan untuk sebuah film yang cukup sadis dan brutal ini. Film ini memang memiliki pesan politik yang berantakan dan tidak teratur, namun aksi yang berada di dalamnya cukup seru untuk dilihat. Dan Betty Gilpin juga membuktikan dirinya sebagai pemain film yang andal, mampu membawa film ini menjadi lebih seru dari yang seharusnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s