Esai berikut mengandung spoiler untuk film Phantom Thread.

Phantom Thread adalah sebuah film romantis yang ditulis dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson (There Will Be Blood, The Master) dan dibintangi oleh Daniel Day-Lewis (Lincoln, Gangs of New York) dan Vicky Krieps (Hanna), di mana Daniel Day-Lewis memerankan Reynolds Woodcock, seorang perancang busana di London pada tahun 1950an. Reynolds jatuh cinta dengan seorang pelayan bernama Alma yang diperankan oleh Vicky Krieps. Phantom Thread mungkin dipenuhi dengan gaun-gaun indah yang dirancang oleh Reynolds, namun sebenarnya makanan juga memiliki makna yang mendalam pada film ini.

Awal film, kita melihat Reynolds sedang duduk di meja makan sembari menggambar sketsa untuk gaun selanjutnya yang akan ia rancang. Di meja itu kita melihat berbagai macam roti-rotian manis yang akan membuat mulut kita berair. Namun apa yang terjadi saat Reynolds ditawari roti-rotian itu? “Ingat ucapanku, Johanna, jangan ada makanan berlemak?” Dari adegan itu, kita mengetahui bahwa Reynolds memiliki pendirian yang keras, dia tidak mudah tergoda bahkan jika ada makanan yang enak sekalipun. Ia sedang sibuk menggambar dan hanya ingin memakan makanan yang tidak rumit dan ribet. Ia tidak peduli makanan apa yang ada di depannya.

Kemudian adegan makanan selanjutnya adalah mungkin saja salah satu adegan terpenting di keseluruhan film. Adegan di mana Reynolds bertemu Alma untuk pertama kalinya pada pagi hari di sebuah restoran di Inggris. Dia menggoda Alma dengan sengaja memesan makanan yang sangat banyak; terdiri dari roti panggang keju, dengan telur rebus di atasnya, lalu bakon, scone, mentega, krim, selai rasberi, seteko Lapsang dan sosis. Kemudian saat Alma telah selesai mencatat semua pesanannya, Reynolds bertanya apakah Alma mengingat semua pesanannya, merobek kertas pesanannya, dan ingin ia untuk membawa pesanannya dengan ingatan. Reynolds mungkin melakukan ini tidak hanya sekedar untuk menggoda Alma, namun juga untuk menaruh dominasi emosional terhadap lawan bicaranya. Reynolds lapar kepada Alma.

robinekariski-film-roti-manis-di-phantom-thread

Tetapi apa yang terjadi? Tidak hanya Alma berhasil memesan seluruh pesanan Reynolds dengan sempurna, namun saat Reynolds bertanya apakah ia ingin ikut makan malam bersamanya, Alma sudah menyiapkan secarik kertas sebelum ia mengantarkan makanan dengan tulisan “Untuk bocah yang lapar, namaku Alma.” Itu adalah cara yang mungkin menyenangkan untuk membalas tingkah laku Reynolds, namun itu juga adalah pernyataan dari Alma bahwa “Aku bisa membaca gerak-gerikmu, aku bisa menebak apa yang akan kamu lakukan dan aku sudah siap mengantisipasinya.” Sekarang Alma yang mendominasi Reynolds. Permainan dominasi ini memang menjadi tema utama dalam Phantom Thread, di mana baik Reynolds dan Alma sama-sama ingin menyatakan dominannya sepanjang film. Dan tidak jarang itu semua dilakukan melewati makanan.

Reynolds Woodcock adalah orang yang perfeksionis. Ia tidak ingin hal-hal kecil mengganggu pekerjaannya. Seperti pada awal film, di mana ia tidak ingin makanan berlemak, ataupun saat dirinya sudah dekat Alma dan mereka sedang duduk di meja makan dengan Reynolds sibuk menggambar. Saat Alma sedang mengoles mentega dan menggigit roti dengan suara yang cukup kencang, Reynolds sangat mudah untuk meledak karena tidak hanya ia merasa terganggu, namun ia juga tidak senang jika dirinya tidak berada dalam kendali. Ia ingin yang menjadi pengendali dalam segala sesuatu, sehingga ia sering memerintah orang di sekitarnya. “Jangan terlalu banyak bergerak, Alma”, Reynolds mengatakan kepada Alma. Namun Alma juga bukanlah sosok yang ingin dikendalikan. Meski mengetahui bahwa dia akan marah, Alma tetap ingin memakan roti sesuai caranya. Dua kepribadian yang keras kepala itulah akhirnya membuat mereka sering terlibat pertengkaran yang tiada henti.

Pada suatu waktu saat menyiapkan makanan, Alma diberitahu bahwa Reynolds tidak menyukai hidangan jamur miliknya dimasak dengan banyak mentega. Ini hanyalah ilustrasi lainnya di mana jika Alma ingin tinggal dengan Reynolds, maka ia harus selalu turut dan patuh dengan aturan-aturan kecil miliknya. Tetapi itu tidak menghentikan Alma untuk memasak sesuai keinginannya. Saat ulang tahun Reynolds, Alma ingin menyiapkan makan malam kejutan di rumahnya, meski sudah dilarang oleh saudari Reynolds, Cyril karena Reynolds tidak menyukai kejutan. Dan memang benar, suasana makan malam mereka berdua dipenuhi dengan perasaan yang tidak enak, bahkan ketegangan yang sedang terjadi meja makan itu sangatlah tebal seperti bisa dipotong dengan pisau. Dan Alma masih belum menyerah, bahkan ia tetap ingin mengukuhkan dominasinya terhadap Reynolds dengan menyuguhkan asparagus yang hampir terendam dengan lelehan mentega, seperti yang ia sukai, bukan dengan minyak seperti yang Reynolds sukai. Reynolds akhirnya menyirami asparagus itu dengan garam dan mengambil gigitan dengan amarahnya. Dan lagi mereka terlibat pertengkaran.

robinekariski-film-asparagus-di-phantom-thread

Namun di Phantom Thread, dapur adalah medan perang. Makanan bisa menjadi sebuah alat untuk mengendalikan seseorang, dan Alma memiliki kesempatan untuk mengendalikan Reynolds, seseorang yang memiliki sifat yang sangat keras. Dan bagaimana caranya untuk membungkan sifat keras Reynolds? Dengan meracuni teh yang akan diminum oleh Reynolds dengan salah satu jamur beracun yang ada di hutan luar, tentunya. Setidaknya itu yang dipikirkan oleh Alma. Dengan piawainya, Alma memarut dan menumbuk jamur itu hingga menjadi sangat halus yang kemudian dituangkan di teko teh yang akan dihidangkan untuk Reynolds.

Reynolds pun jatuh sakit saat sedang mengecek gaun yang telah selesai, dan merusak gaun tersebut saat terjatuh. Akhirnya para pekerja diharuskan untuk memperbaikinya hingga larut malam, namun tujuan Alma berhasil. Reynolds, terbaring lemah di kasurnya, hanya bisa mengandalkan Alma untuk mengurus dirinya. Dan inilah yang diinginkan Alma, agar Reynolds menginginkan Alma, agar Reynolds tidak terus-menerus memikirkan pekerjaannya meski diperlukan tindakan yang ekstrim. “Terkadang bagus baginya untuk memperlambat langkahnya,” ucap Alma terkait Reynolds. Dan memang betul, Reynolds akhirnya menyadari bahwa selama ini Alma yang mengasihaninya, ia juga yang mengurusnya saat ia sakit. Ia pun melamar Alma untuk menikah, dan dia menerimanya.

Setelah menikah, Reynolds tampak melunak sedikit. Ini terlihat saat Reynolds sedang liburan bersama Alma. Alma tetap makan dengan tingkah laku yang jauh berbeda dengan Reynolds, menyuap makanan dengan lahap yang kemudian dilanjutkan dengan memotong roti dan menggigitnya dengan bunyi yang terdengar dengan jelas. Reynolds, meski masih memasang wajah yang terganggu, dia bisa menahan diri. Tetapi tidak membutuhkan waktu lama sebelum mereka bertengkar lagi. Dan apa yang terjadi selanjutnya? Alma kembali berjalan ke hutan untuk mencari jamur beracun.

Adegan yang juga menjadi titik paling penting terjadi pada penghujung film, di mana Alma sedang menyiapkan Reynolds makan malam di dapur rumah desa mereka. Tidak hanya menjadi adegan yang vital, namun adegan ini juga dibuat dengan sangat indah dan juga tercantum banyak arti di baliknya. Reynolds, yang tengah sibuk menggambar gaun berikutnya tidak jarang melirik dan menatap Alma yang sedang memasak, entah apa pikiran di baliknya. Apakah ia khawatir masakannya akan tidak enak? Apakah ia curiga bahwa istrinya telah memasukkan sesuatu? Tidak hanya pandangan Reynolds yang menusuk, namun juga bagaimana Alma menyiapkan makanannya sangat menghipnotis. Dengan alunan lagu yang melodramatik, kita melihat ia dengan lihainya memotong jamur, melelehkan sebongkah mentega — mengetahui Reynolds tidak menyukai mentega yang banyak –, menumis jamur yang kemudian lagi ditambah sebongkah mentega, dan kemudian dimasukkanlah kocokan telur ke dalamnya, yang menghasilkan omellete jamur yang indah dan menggoda.

robinekariski-film-omelette-jamur-di-phantom-thread

Alma telah mendominasi Reynolds hanya dengan makanannya. Meski saja mengetahui ia tidak menyukai mentega yang kebanyakan, Alma tetap menaruh 2 bongkah mentega yang kuning mengkilap ke dalam hidangannya. Tidak hanya itu, saat Alma menuangkan air ke gelas ia juga dengan sengaja mengangkat teko gelas setinggi mungkin untuk menghasilkan suara yang sebesar mungkin, lagi-lagi upayanya untuk mencoba mendominasi Reynolds secara emosional. Reynolds pun hanya duduk terdiam, meminum airnya dan memotong omelette yang dimasak oleh istrinya dan melahap suapan pertamanya sebelum ia bertukar pandang dengannya selama beberapa detik sembari mengunyah secara perlahan. Apa yang ada di pikiran keduanya? Tidak ada yang tahu, hanya saja semuanya berhubungan dengan makanan yang baru saja disajikan oleh Alma.

“Aku mau kau berbaring. Tak berdaya. Lembut. Terbuka. Dengan hanya aku untuk membantu. Lalu aku ingin kau kuat lagi. Kau tak akan mati. Kau mungkin ingin mati, tetapi tak akan begitu. Kau harus tenang sedikit.”

Alma mengucapkan itu dengan senyuman sembari Reynolds, dengan kunyahan yang diperlahan, juga membalas tersenyum. Ia kemudian menelan, menaruh garpunya, dan mengucapkan “Ciumlah aku, Gadisku, sebelum aku sakit.” Iya, Reynolds sudah didominasi sepenuhnya oleh Alma hanya dengan omellete jamur. Sebuah masakan yang mungkin terlihat menggiurkan, sebuah makanan yang terlihat sangat lezat namun mampu meruntuhkan bahkan hati orang paling keras sekalipun. Reynolds mengetahui bahwa ia sudah teracuni dan akan jatuh sakit lagi, tetapi ia juga sudah jatuh ke dalam perangkap Alma dan sekarang ia sudah pasrah, ia sudah menerimanya. Tidak pernah saya melihat sebuah film di mana mereka menggunakan makanan untuk saling bertukar kekuatan, saling beradu dominasi dengan cara yang sesensual ini. Sebuah makanan yang mampu membutakan garis antara benar atau salah. Benar kata orang, masakan yang dibuat dengan cinta dapat menghasilkan rasa yang jauh lebih lezat. Dan beracun, rupanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s