Belum setahun musim ketiganya keluar, kita sudah kembali lagi disuguhkan cerita baru dari Professor (Álvaro Morte) dan kawan-kawannya. Sampai saat ini, Money Heist sudah menjadi fenomena di seluruh penjuru di mana serial ini menjadi salah satu serial non-Inggris yang paling banyak ditonton, dan tentu juga menjadi salah satu serial paling populer di layanan streaming Netflix. Dengan ceritanya yang memang menggebu-gebu, karakternya yang menarik dan aksinya yang tidak pernah habis, tidak heran mengapa serial ini sangat terkenal hingga memasuki musim keempatnya.

Lanjut dari musim sebelumnya yang penuh drama dan lika-liku, episode pertama langsung melanjutkan kejadian akhir musim ketiga di mana Tokyo (Úrsula Corberó) melancarkan serangan mendadak berupa menembakkan roket ke arah kendaraan berlapis baja polisi yang mendekat ke Bank of Spain, lokasi perampokan itu terjadi. Tembakkan itu tentu merubah drastis pikiran dan kelakuan para perampok maupun para polisi yang selalu siaga menunggui mereka di luar bank. Bukankah sebelumnya para perampok ini tidak pernah membunuh? Bagaimana mereka, yang selalu menjaga tawanan mereka, kini secara mendadak menembakkan sebuah roket ke arah kendaraan polisi? Setidaknya itulah yang ingin dijawab oleh musim keempat ini.

Jika mengingat lagi apa yang terjadi pada musim ketiga, sebelumnya polisi memancing salah satu anggota perampok, Nairobi (Alba Flores), dengan membawa anaknya ke depan bank oleh salah satu inspektur polisi, Alicia Sierra (Najwa Nimri). Saat berdiri di depan kaca, tertembaklah Nairobi oleh salah satu penembak jitu polisi, yang akhirnya menyebabkan para perampok di dalam bank murka. Aksi tikam-menikam itulah yang sering mewarnai musim keempat, di mana satu sisi pada awalnya memperlihatkan niat baik namun rupanya memiliki niat jahat untuk menggulingkan lawannya saat tengah lengah.

robinekariski-tv-series-tokyo-dan-rio-siap-menembakkan-roket

Aksi tikam-menikam di belakang itu jugalah salah satu aspek yang membuat Money Heist tetap mendebarkan. Siapa yang sebenarnya bisa kita percayai jika situasi tidak berada di pihak kita? Bahkan si Professor, yang berulang kali menyelamatkan mereka dari situasi genting, tidak selalu bisa menolong mereka. Kini mereka pun juga mulai meragukan anggota masing-masing. Apa yang sebenarnya terjadi pada Rio (Miguél Herràn) saat ia ditahan polisi pada musim lalu? Apa yang akan terjadi dengan perselisihan antara Tokyo dengan Palermo (Rodrigo De la Serna)?

Tentu saja yang tidak luput dari musim keempat adalah bagaimana setiap karakter memiliki rencana-rencana yang pintar yang siap dimainkan kapan saja jika situasi memanas. Setiap plot twist yang memutarkan jalan cerita masih sangat seru untuk dilihat, di mana kini kita melihat Professor mengadu kepintarannya seorang diri dengan para polisi yang siap menyerbu kapan saja. Apakah itu saja rencana Professor? Atau apakah ia masih memiliki rencana lainnya yang siap ia lancarkan jika saja polisi itu lengah sedikit saja? Itulah yang dipikirkan Kolonel Luis Tamayo (Fernando Cayo) dan anak buahnya di tenda mereka di luar bank.

Di serial ini Professor seperti memainkan permainan strategi turn-based. Ia hanya bisa menggerakkan satu anggotanya saja, dan perlu menunggu apa gerakan lawan selanjutnya. Maka dari itu, sebelum ia melancarkan serangannya ia perlu memikirkan secara matang-matang apa yang akan dilakukan oleh pihak musuh agar ia bisa mengantisipasinya dan karakternya itulah yang membuat saya sangat mengagumi Professor. Bagaimana kemampuannya untuk bertindak dan berpikir bahkan jika situasinya sudah sangat suram memang pantas menjadikannya sebagai pemimpin kelompok perampokan bank nasional.

Namun sepintar-pintarnya serial ini memiliki cerita, tetap saja tidak luput dari beberapa masalah yang bahkan membuat penonton menggaruk kepalanya dan berkata tidak masuk akal. Seperti pada satu adegan di mana César Gandía (José Manuel Poga) — kepala keamanan bank yang telah ditawan — terlibat dalam baku tembak dengan tidak hanya satu, tidak hanya dua, namun dengan empat lawan sekaligus. Dengan rompi anti peluru, ia dengan gagah berdiri dan menghadapi dua lawan di depan dan dua lawan di belakang menggunakan senapan otomatis dengan peluru yang tiada habisnya. Pada titik ini, saya hanya bisa menonton dan berpikir “Mungkin Gandía memang setangguh itu.”

robinekariski-tv-series-kolonel-luis-tamayo-saat-menghadapi-kenyataan-pahit

Tidak hanya bagaimana adegan tersebut menaruh banyak pertanyaan di kepala saya, namun juga bagaimana serial ini memperlakukan karakter Arturo Román (Enrique Arce), salah satu karakter paling menyebalkan di seluruh dunia serial. Bahkan dari awal musim ketiga, karakter Arturo sebenarnya sangatlah tidak diperlukan. Ia sudah cukup berperan di dua musim awal, tidak perlu lagi ia masuk ke dalam Bank of Spain. Ia tidak menambah apa-apa dalam serial ini selain unsur menyebalkan yang setiap episode semakin menjadi-jadi. Jika serial ini tetap menaruh Arturo dan memperlakukannya seperti itu, maka satu karakter itu saja bisa mengancam penonton untuk berhenti mengikuti serial ini karena tidak tahan dengan keberadaannya.

Satu lagi isu yang saya miliki pada musim keempat yang mungkin selalu saya miliki adalah bagaimana serial ini terlalu sering menggunakan kilas balik untuk menceritakan ceritanya. Tidak jarang saat cerita sudah terasa maju dan ingin mengungkapkan sesuatu, terjadi kilas balik dulu. Memang, beberapa kilas balik terbilang cukup penting untuk pengembangan karakter dan kelanjutan cerita, namun penggunaan kilas balik yang terlalu banyak malah memberikan kesan cerita yang tersendat-sendat dan terkesan lambat.

Kekurangan-kekurangan itu masih terbilang cukup minim jika dibandingkan dengan keseruan dan ketegangan yang dimiliki Money Heist. Memasuki musim keempatnya, serial ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhirnya adu kepintaran antara Professor dan kepolisian. Ini tentu adalah salah satu serial Spanyol terbaik saat ini dan serial paling menarik di dunia streaming.

Musim keempat Money Heist sudah tayang dan bisa ditonton di layanan streaming Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s