Bermain permainan strategi memang susah-susah gampang. Jika lama-lama permainan terasa semakin susah namun juga membosankan, maka kemungkinan besar saya akan meninggalkannya (iya, saya berbicara mengenai XCOM 2 yang tidak pernah saya selesaikan). Namun jika permainan semakin menanjak kesulitannya namun tetap ada keseruan yang saya rasakan, maka saya pasti akan selalu tergoda untuk menyelesaikan setiap misinya, tidak peduli seberapa susah permainannya menjadi. Dan Shadow Tactics: Blades of the Shogun adalah salah satunya.

Apa yang membuat saya tetap bertahan bermain, meski saja terkadang frustasi untuk mencari solusi sebuah masalah, adalah bagaimana permainan ini dapat dibuat dengan sedemikian menawan, kumpulan karakter yang menarik, cerita yang seru, dan gameplay yang sangat menantang. Tidak banyak permainan zaman kini yang mengharuskan pemainnya bermain secara mengendap-endap, atau stealth, seperti pada permainan Dishonored atau Payday 2 di mana bermain secara stealth tidak diwajibkan. Namun di sini, bermain secara diam-diam mungkin adalah kunci untuk meraih kemenangan di medan laga.

Sebelum memasuki mekanik permainannya, patut kita bicarakan latar belakangnya terlebih dahulu. Shadow Tactics bertempatkan pada zaman Edo, di mana Jepang sudah meraih masa damai setelah brutalnya perang yang terjadi pada zaman Sengoku (Jika ingin bermain permainan strategi pada zaman Sengoku, patut mencoba seri Nobunaga’s Ambition). Kini sang Shogun sedang melawan sebuah pemberontakan yang dipimpin oleh seseorang yang bernama Kage-sama.

Shogun memerintahkan samurai kepercayaannya, Mugen, untuk menghabisi pasukan musuh dan mencari Kage-sama. Selama perjalanannya, Mugen menemui keempat petarung dengan keahlian yang unik dan mereka berlima mulai akhirnya bersatu untuk membantu Shogun dan menghabisi Kage-sama beserta pasukannya. Selama perjalanan, mereka menemui tantangan-tantangan baru dan membuat saya berpikir “Bagaimana cara melewati rintangan ini?”

robinekariski-video-game-shadow-tactics-blades-of-the-shogun-1

Selama 26 jam saya bermain permainan ini secara total, saya dapat menemui berbagai macam elemen pada cerita yang disuguhkannya. Bagaimana keluarga, kesetiaan, kewajiban dan pengkhianatan berperan sangat penting dalam berjalannya sebuah cerita dalam kisah Jepang ini. Seperti pada dua karakter kita, Mugen dan Hayato. Mugen, yang merupakan seorang samurai, memiliki kewajiban untuk melindungi kerajaan Shogun dan melaksanakan perintahnya sementara Hayato, yang seorang ninja, mengatakan bahwa ia bekerja untuk Shogun karena ia dibayar. Bagaimana kedua orang ini, meski bekerja untuk alasan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama dalam bengisnya peperangan antara Shogun dan Kage-sama.

Tidak hanya cerita yang dimiliki cukup seru untuk diikuti, namun juga apa yang saya sukai adalah bagaimana setiap lokasi terasa sangatlah indah untuk dilihat. Bagaimana kita bisa melihat betapa indah dan asrinya sebuah pegunungan di misi “Tsuru Mountain”, melihat betapa megahnya sebuah kastil di “Sunpu Castle”, atau menyaksikan indahnya pandangan malam hari pada kota dan pemandian air panas di “Matsuyama City.” Meski tidak jarang saya menemui jalan buntu untuk mencari solusi, namun saya tetap dapat menikmati setiap pemandangan yang ditawarkan oleh permainan ini.

Tetapi semua itu terasa tidak penting jika gameplay yang dimiliki Shadow Tactics tidak memadai, bukan? Untungnya, mekanik permainan yang dimiliki permainan yang dirilis pada 2016 lalu ini cukup menyenangkan, meski ada beberapa kekurangan. Sebelum berbicara mengenai kekurangan, mari membahas apa saja yang saya sukai dari gameplay yang dimilikinya dan salah satunya adalah bagaimana kelima karakter ini memiliki kemampuan yang sangat berbeda namun dapat saling mendukung satu sama lainnya tanpa ada kecacatan.

Seperti Takuma yang sering berperan sebagai pelindung kawan-kawannya. Ia adalah laki-laki lanjut usia, yang jika berjalan atau berlari saja lebih lambat dari yang lainnya dan tidak jarang menjadi tantangan tersendiri, namun lelaki tua ini adalah penembak jitu yang handal dan tidak jarang juga menjadi kunci kemenangan di mana ia mampu menghabisi musuh yang berada jauh di luar jangkauan yang lainnya dan membukakan jalan yang aman untuk dilalui temannya.

Atau Yuki, seorang bocah yang merupakan seorang pencuri handal dan mampu memanggil musuh yang berada di dekatnya dengan seruling miliknya, yang kemudian musuh itu menjadi mangsa yang dapat dibunuh dengan mudah oleh temannya, seperti Mugen yang mampu menghabisi musuh dalam jumlah yang banyak dalam satu kali gerakan. Perpaduan antar karakter itulah yang akhirnya sering memaksakan saya untuk berkreasi dan sekreatif saat ingin mengkombinasi berbagai macam kemampuan yang dimiliki setiap karakternya. Mungkin skill si “ini” cocok dengan skill si “itu”, atau si “dia” cocok untuk membantu si “dia”, semua pikiran itu akhirnya membuat saya untuk bereksperimen dan yang akhirnya membuat saya menemui solusi untuk setiap rintangan yang saya temui.

robinekariski-video-game-shadow-tactics-blades-of-the-shogun-2

Eksperimen itulah yang akhirnya membuat saya ketagihan. Bagaimana saya melihat rintangan di hadapan saya, yang kemudian membuat saya mencoba berulang-kali untuk menemukan solusinya, dan pada akhir saya menemukannya. Tidak ada perasaan yang semenyenangkan saat bermain di mana saat saya setelah susah payah dan berulang-kali mencoba mencari solusi untuk melewati rintangan dan akhirnya menemukannya, meski membutuhkan berbelas-belas menit. Perasaan-perasaan itu mendorong saya untuk bermain Shadow Tactics, karena permainan ini berhasil membuat saya terus penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tidak hanya eksperimen itu memaksakan saya untuk berpikir kreatif, namun saya juga harus berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya. Seperti permainan catur yang intens, saya perlu memikirkan 3 sampai 4 langkah selanjutnya sebelum melakukan sesuatu karena saya perlu mengetahui apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Jika tidak, maka saya bisa saja dengan mudah salah melancarkan strategi yang dapat berakibat kesalahan fatal yang tidak bisa saya hilangkan. Seperti misalkan saja jika saya ingin memindahkan posisi salah satu karakter saya, saya perlu memikirkan siapa saja yang akan membahayakn posisi barunya dan apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Jika saya tidak memikirkan itu, maka karakter saya dapat dengan mudah terjebak di posisi barunya itu yang akan mengancam seluruh misi saya.

Di segala keseruan saya bermain, tetap ada hal yang mengganggu dan salah satu hal yang paling mengusik saya adalah sistem kamera di dalam permainan. Kamera yang bergaya isometrik di dalam permainan memang terkadang membukakan kesempatan saya, di mana kamera bisa bergerak bebas baik secara vertikal maupun secara horizontal. Namun pergerakan kamera juga sering menggagalkan upaya saya untuk melakukan sesuatu, karena tidak jarang karakter saya berada di posisi yang kikuk antara objek yang tinggi sehingga menghalau pergerakan dengan cepat. Apalagi permainan ini juga sering mengharuskan pemain untuk bergerak dengan cepat, dan terkadang posisi kamera yang salah sedikit saja dapat membuat kesalahan dan menggagalkan upaya saya untuk memanfaatkan suatu kesempatan emas.

Namun mekanik kamera yang terkadang menyusahkan itu dapat dimaafkan dengan mudah oleh betapa serunya permainan ini. Setiap misi memiliki tingkat kesulitan yang meningkat tetapi stabil, dan berakhir pada misi terakhir yang menguji segala kemampuan yang dimiliki pemain terhadap setiap karakternya. Tidak hanya permainan yang memang sangat seru, namun juga cerita yang memang menarik dan dunia yang menakjubkan membuat Shadow Tactics adalah salah satu permainan langka yang sukses dalam membawa genre-nya ke tahap selanjutnya. Dan permainan ini cocok untuk menghabiskan waktu mengkarantina diri di rumah berpikir, seperti saya saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s