Seperti kota yang ditampilkannya, Time to Hunt adalah sebuah film yang mencekam dan terkadang indah untuk dilihat namun masih terasa kosong pada beberapa bagian. Film yang berdurasi lebih dari dua jam ini memang memiliki momennya tersendiri, yang terasa mendebarkan dan seru untuk disaksikan. Tetapi tidak jarang juga film ini terasa lambat dalam menjalankan ceritanya, yang pada akhirnya membuat film ini terasa  memiliki durasi yang kepanjangan.

Film ini pertama kalinya tayang pada Berlin International Film Festival yang ke-70 pada Februari lalu, menjadikannya film Korea pertama yang tayang pada festival itu. Kemudian film ini tayang di Netflix pada akhir April lalu, di mana film ini siap menggebrak para penonton yang terkurung di dalam rumah, yang kebetulan juga berdekatan dengan rilisnya film action Extraction — dibintangi oleh Chris Hemsworth — yang tayang pada Netflix.

Pada Time to Hunt, kita melihat dunia distopia Korea Selatan yang telah dilanda krisis ekonomi. Kemiskinan merajalela, jalanan kosong melompong, toko-toko tutup, dan mata uang nasional mereka, Won telah jatuh keras. Film ini menceritakan ketiga anak muda, Jun-seok (Lee Je-hoon) yang baru saja keluar dari penjara dan dua teman dekatnya, Jang-ho (Ahn Jae-hong) dan Ki-hoon (Choi Woo-shik). Jun-seok, ingin mengejar mimpinya untuk keluar dari Korea dan tinggal di Hawaii, menyarankan merampok sebuah rumah perjudian kepada kedua temannya itu.

robinekariski-film-keempat-jagoan-time-to-hunt

Jun-seok juga mengajak kawan lamanya, Sang-soo (Park Jung-min) yang berhutang kepada dirinya untuk merampok tempat judi itu. Sang-soo adalah pegawai tempat judi yang akan mereka rampok, memberikan keempatnya keunggulan untuk merancang strategi. Setelah perancangan yang mantap dan membeli senjata terlebih dahulu, mereka akhirnya memulai perampokan mereka. Namun cerita film barulah menendang setelah mereka selesai merampok di mana kini mereka berempat diburu oleh pembunuh bayaran bernama Han (Park Hae-soo).

Jika sebelumnya film terasa tidak terlalu mencekam, maka kini barulah terasa menegangkan. Setengah film terakhir menceritakan bagaimana Han dengan lihainya memburu mereka berempat, dan bagaimana mereka harus bertahan hidup setelah selalu berhadapan dengan dirinya. Satu momen paling menegangkan terjadi saat Jun-seok berhadapan dengan Han untuk pertama kalinya, di mana ia diberikan waktu lima menit untuk melarikan diri sejauh dan secepat mungkin, sebelum Han mulai mengejar mereka.

Persis seperti nama filmnya, Time to Hunt yang berarti “waktunya untuk berburu” bukanlah mendeskripsikan keempat jagoan kita, melainkan mendiskripsikan si pembunuh Han yang ditugaskan untuk memburu keempatnya, tidak peduli sejauh apa mereka melarikan diri. Dan saat Han muncul di filmlah saat di mana cerita film ini baru benar-benar berjalan dengan kecepatan penuh. Sayangnya, diperlukan waktu sekitar satu jam bagi Han untuk muncul di film yang berarti film ini baru benar-benar terasa menegangkan saat separuh film sudah berjalan.

robinekariski-film-time-to-hunt-saat-selesai-merampok

Saat setengah film, film terasa lumayan lambat berjalan. Memang terkadang beberapa adegan terasa penting dan beberapa adegan lainnya indah untuk dilihat — seperti bagaimana saat ketiganya berjalan di dalam gedung judi disirami oleh sinar merah — namun semua adegan itu seperti tidak terlalu membutuhkan satu jam untuk menceritakannya. Tidak hanya itu, setengah awal film juga terasa seperti hanyalah sebagai pemanasan dari cerita utamanya. Bahkan saat keempatnya sudah berada di dalam rumah perjudian dan sedang merampok, film ini juga masih belomlah mencapai hidangan utamanya karena kita masih di hidangan pembuka.

Namun saat Han memasuki cerita, saat di mana dia mulai mengancam seorang penjual senjata gelap untuk lokasi keberadaan Jun-seok dan kawan-kawannya adalah saat di mana film barulah dimulai. Mungkin pada dunia lain, Han adalah tokoh utama pada film ini karena biasanya film-film menjadikan sosok seperti Han — cekatan dan ahli senapan — sebagai tokoh utama (seperti John Wick). Namun di sini, kita melihat bagaimana rasanya menjadi target dari orang-orang mematikan seperti Han.

Tentu saja setengah film terakhir adalah titik paling seru dalam film, di mana nada film berubah dari yang awalnya genre film terasa seperti action biasa berganti menjadi psikologi horror di mana mereka terus-terusan dihantui perasaan mencekam karena khawatir mereka selalu dibuntuti oleh Han. Han terasa seperti sosok manusia mistis yang entah bagaimana selalu berhasil mencari mereka, yang akhirnya membuat Jun-seok dan temannya selalu harus berpikir keras bagaimana untuk kabur dari genggaman kematian Han.

robinekariski-film-han-di-time-to-hunt

Tidak hanya keberadaan Han yang membuat film semakin menegangkan, namun juga bagaimana penampakan kota yang dibanjiri warna merah gelap itu juga menambah sensasi mencekam film. Yoon Sung-hyun mengetahui bagaimana memanfaatkan lingkungan sekitar untuk ceritanya, dengan kota yang kosong-melompong juga menambah sensasi mistis dalam cerita.

Ia juga dapat memperlihatkan penampilan kota yang indah dengan gemerlap lampunya yang menerangi sekitar dan kumuhnya kota dengan jalanan yang dipadati sampah dan penduduk miskin yang tinggal di jalanan. Kita juga bisa melihat bagaimana kacaunya kota itu, di mana pada satu adegan di awal film saat ketiganya sedang mengendarai kendaraannya dan mendengar suara tembakan, mereka hanya mengatakan “Aku harap kita tidak kena tembak” yang menandakan tidak amannya kota itu karena suara tembakan bukanlah sesuatu yang mengagetkan atau menakutkan mereka lagi.

Dan selain setengah film awal yang terasa terlalu lambat berjalan dan tidak dapat mengimbangi setengah film akhir, ending yang dimiliki Time to Hunt juga terasa terlalu mengambang untuk film yang seketat dan serapi ini. Meski sudah memiliki cerita yang sangat menarik dan dieksekusi dengan baik, penutup cerita ini terasa sangatlah dipaksakan dan akhirnya memberikan kesan yang kurang memuaskan. Meski begitu, film ini tetaplah adalah sebuah film thriller distopia yang sangat keren untuk dilihat, menarik untuk diikuti dan memiliki karakter yang juga menarik untuk kita buntuti.

Time to Hunt sudah tayang dan bisa langsung ditonton di layanan streaming Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s