Terkurung di dalam rumah selama lebih dari satu bulan memberikan saya waktu yang jauh lebih banyak dari yang bisa saya gunakan. Saya telah menghabiskan trilogi Mad Max yang dibintangi oleh Mel Gibson, saya telah menonton berpuluh-puluh film Akira Kurosawa — yang pada satu filmnya berhasil saya jadikan sebagai sebuah esai — dan juga saya telah menonton delapan film seri Saw bersama beberapa teman — secara online tentunya — meskipun saya juga tidak mengerti mengapa saya ikut. Dan saya juga sudah memulai mengikuti seluruh seri James Bond, yang dimulai dari Dr. No pada tahun 1962.

On Her Majesty’s Secret Service adalah film keenam dalam seri James Bond yang dirilis pada tahun 1969. Saya memang berniat untuk menulis mengenai beberapa film James Bond yang awal, namun film ini yang menjadi urutan teratas saya untuk ditulis karena ini adalah salah satu film James Bond paling menarik (dan karena tidak ada film baru yang menarik untuk ditulisi ulasannya). Yang pertama, tentunya adalah ini film pertama James Bond yang tidak dibintangi oleh Sean Connery dan digantikan oleh seseorang yang bahkan belum pernah membintangi film apapun, George Lazenby. Sebelum bermain di sini ia adalah seorang model dan bintang iklan, yang secara mengejutkannya terpilih memerankan salah satu karakter paling ikonik.

James Bond yang diperankan Sean Connery adalah sebuah impian semua laki-laki. Ia tampan, ia lihai bertarung, ia berhasil lolos dari kematian secara terus-menerus dan ia juga sangat mudah memikat hati wanita. James Bond yang diperankannya adalah Bond yang paling rapi, yang paling karismatik dari semua Bond. Bahkan setelah setiap bertarung, pakaiannya masih saja rapi dan rambutnya masih tertata. Inilah yang membuat James Bond milik George Lazenby — yang terlihat tidak sekarismatik Connery — terasa berbeda dengan Sean Connery. Intinya, George Lazenby bukanlah Sean Connery.

robinekariski-film-george-lazenby-sebagai-james-bond

Fakta itu juga dimainkan oleh karakter George Lazenby itu sendiri pada awal film saat dia menyelamatkan seorang wanita yang hendak bunuh diri di pantai. Saat berhasil ditolong, dan setelah berhasil melawan dua musuh yang menyergapnnya, wanita itu malah kabur meninggalkan James Bond, sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. George Lazenby, sebagai James Bond, dengan tersenyum mengatakan “Itu tidak pernah terjadi dengan orang yang sebelumnya,” yang tentunya mereferensi dengan James Bond yang diperankan oleh Sean Connery pada film-film sebelumnya, di mana ia selalu berhasil menggaet hati perempuan pada sekali pertemuan saja.

Selain George Lazenby, hal kedua yang membuat film ini menarik adalah bagaimana film ini terasa jauh berbeda dari film James Bond yang sebelumnya. Di On Her Majesty’s Secret Service, cerita film menjadi lebih berfokus dengan James Bond secara pribadi. Kita mendapati kesempatan untuk melihat sisi James Bond yang berbeda dari sebelumnya. James Bond milik George Lazenby terasa memiliki hati yang lebih dari James Bond yang diperankan Sean Connery. Di sini, untuk pertama kalinya, kita melihat James Bond jatuh cinta.

Memang betul, ia masih tetap tidur dengan beberapa wanita cantik lainnya. Bahkan hingga dua wanita dalam satu malam (dalam waktu yang berbeda, tentunya). Tetapi ia rupanya sudah jatuh cinta dengan wanita yang ia temui di awal film, Teresa Draco (Diana Rigg). Teresa, atau yang sering dipanggil dengan Tracy, merupakan anak dari seorang pemimpin kriminal yang bernama Marc-Ange Draco (Gabriele Ferzetti). Draco memohon kepada Bond untuk terus menemui Tracy, karena kehadirannya membawakan dampak yang lebih positif ke dalam hidupnya.

Iya, sebelumnya Tracy dikenal sering membuat ulah yang sering mengecewakan ayahnya. Ia bahkan rupanya juga sudah menikah, di mana ia ditinggal oleh suaminya yang meninggalkan dirinya untuk wanita lain, dan sudah memiliki anak yang meninggal karena terjangkit penyakit. Inilah alasannya mengapa ia ingin bunuh diri, dan ini jugalah alasan mengapa ayahnya memohon kepada James Bond untuk terus berhubungan dengan Tracy. James Bond tentu menyetujuinya, jika ayahnya memberitahu lokasi Ernst Stavro Blofeld, musuh Bond dari film sebelum-sebelumnya.

robinekariski-film-blofeld-di-ohmss

Tidak hanya karakter James Bond yang terlihat lebih emosional dari sebelumnya, film ini juga pertama kali kita melihat di mana salah satu Bond girl — sebutan untuk wanita yang menemani James Bond — juga mendapatkan pendalaman yang tidak didapati Bond girl pada film sebelumnya. Sebelumnya, semua karakter wanita yang muncul di film James Bond kebanyakan hanyalah untuk mencuci mata penonton ataupun hanya menjadi wanita yang menemani James Bond yang menghilang setelahnya.

Tidak dengan Tracy. Tracy di sini dipandang sebagai manusia oleh James Bond. Pada satu waktu mereka pun terlihat seperti di film-film romantis lainnya, di mana mereka jalan-jalan di pantai bareng, berkuda bareng, hingga mengitari perkotaan bareng. Kedalaman yang dimiliki karakter James Bond di sini mungkin saja tidak kita temui hingga era Daniel Craig yang dimulai pada Casino Royale pada 2006 lalu, di mana kita melihat James Bond yang tidak se-“mustahil” sebelum-sebelumnya.

robinekariski-film-james-bond-di-ohmss

Kemudian yang ketiga mengapa film ini menarik adalah minimnya gadget yang dimiliki baik Bond ataupun musuhnya. Sebelumnya kita sudah melihat berbagai macam gadget yang konyol ataupun luar biasanya canggih, seperti sebuah koper yang menampung segala macam barang di From Russia with Lovejetpack yang digunakan Bond di Thunderball, hingga topi tajam yang dilempar Oddjob, musuh James Bond di Goldfinger. Satu-satunya gadget yang saya ingat dari On Her Majesty’s Secret Service adalah sebuah koper yang berisikan mesin untuk membuka peti besi yang juga merangkap sebagai mesin fotokopi.

Apakah dengan minimnya gadget berarti film ini juga minim aksi? Tidak juga. Dengan minimnya gadget, berarti setiap aksi James Bond harus terlihat lebih keras dan di sini ia memang terbukti berhasil dalam hal itu. Setiap adegan berantem terasa lebih nendang dari film sebelumnya, di mana kita bisa melihat setiap pukulannya, setiap bantingannya dan setiap tendangannya lebih intens dari film-film James Bond yang sebelumnya. George Lazenby mungkin tidak sekarismatik Sean Connery, namun ia tentu lebih bertenaga saat terlibat dalam baku hantam dengan musuhnya.

Jika menonton On Her Majesty’s Secret Service kemudian teringat oleh film Inception karya Christopher Nolan, maka jangan heran. Nolan menyebut film ini sebagai film James Bond terbaik dan kita memang bisa merasakan pengaruh yang di bawa dari film 1969 ini. Salah satunya yang paling terlihat adalah adegan kejar-kejaran James Bond di pegunungan es yang juga bisa kita lihat di Inception di mana karakter Eames yang diperankan oleh Tom Hardy dikejar oleh musuhnya di pegunungan es. Kejar-kejaran di pegunungan es oleh James Bond ini memang sungguh seru, sehingga Nolan juga mengambil inspirasi.

robinekariski-film-ohmss-adegan-ski

Pemain film yang berbeda tidak hanya dialami oleh karakter James Bond, namun juga dialami oleh antagonis yang sekaligus menjadi musuh bebuyutannya James Bond, Ernst Stavro Blofeld. Jika sebelumnya ia diperankan oleh Donald Pleasence, kini ia diperankan oleh aktor Amerika Telly Savalas. Blofeld yang kita lihat di You Only Live Twice dan yang kita lihat di On Her Majesty’s Secret Service terasa sangatlah berbeda. Tidak hanya secara fisik memang berbeda, di mana Blofeld milik Donald memiliki luka besar di mata kanannya dan Blofeld milik Telly tidak, namun juga rencana yang diusung kedua versi ini terasa berbeda. Blofeld di film ini memiliki rencana yang tidak seambisius ataupun seliar rencana yang dimiliki sebelumnya.

Pada film sebelumnya, Blofeld berencana untuk memantik perang antara Amerika dan Rusia di mana ia menculik masing-masing roket luar angkasa. Rencananya sangatlah ambisius dan terkesan pintar, karena ia juga melakukannya di negara yang tidak pernah kepikiran kedua belah pihak, yaitu dari Jepang. Sementara Blofeld yang di film ini berencana untuk menyebarkan racun lewat kedua belas wanita cantik yang berada di kliniknya jauh di atas pegunungan Swiss yang indah dan mempesona. Kedua belas wanita itu sebetulnya mendatangi klinik Blofeld karena ingin menghilangkan alergi yang dimiliki mereka, namun selama mereka menginap di klinik tersebut mereka malah dicuci otak oleh Blofeld. Rencana yang terasa timpang itu memang tidak bisa menyaingi rencana jahat Blofeld yang sebelum-sebelumnya, menjadikannya antagonis yang tidak terlalu terasa.

Kehadiran Telly Savalas sebagai Ernst Stavro Blofeld dan George Lazenby sebagai James Bond memang membuat On Her Majesty’s Secret Service serasa seperti film James Bond yang berbeda. Namun kehadiran M dan Moneypenny yang tetap diperankan oleh Bernard Lee dan Lois Maxwell tetap meyakinkan kalau film ini tetap adalah kelanjutan dari film-film James Bond yang sebelumnya. Kehadiran George Lazenby membawa angin segar yang memang dibutuhkan seri ini, dengan film You Only Live Twice yang sudah terasa letih. Jika saat dirilisnya film ini dulu dianggap sebuah kegagalan, sekarang banyak yang menganggapnya sebagai salah satu film James Bond terbaik — termasuk saya sendiri — yang bisa bersaing dengan film-film James Bond terbaik lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s