Esai berikut mengandung spoiler untuk serial TV Justified yang berjalan selama 6 musim, dari 2010 hingga 2015.

Justified berdiri di masa-masa emas televisi. Di saat di mana serial televisi mulai menyuguhkan acara-acara yang mencapai status ikonik seperti Mad Men dan Breaking Bad yang sedang berjaya-jayanya, hadirlah sebuah acara yang sebetulnya tidak dibicarakan maupun diketahui banyak orang. Dibintangi oleh Timothy Olyphant yang sebelumnya membintangi Hitman dan Live Free or Die HardJustified adalah salah satu serial TV terbaik yang perlu ditonton lebih banyak penonton.

Berdasarkan cerita pendek karya Elmore Leonard (di mana salah satu karya tulisnya juga dijadikan film Jackie Brown oleh Quentin Tarantino) bernama “Fire in the Hole”, Justified adalah sebuah serial western atau bisa dikatakan neo-western yang berarti menggunakan aspek-aspek dalam genre western namun diceritakan pada latar yang sudah modern. Tidak lagi kita melihat gurun pasir dan kota-kota terpencil ditengahnya, namun kita ditaruh di sebuah kota kecil bernama Harlan yang terletak di Kentucky, Amerika Serikat,

Meski sudah berada pada zaman modern, namun kota Harlan di sini sangat mirip dengan kota-kota yang sering kita temui di film western koboi zaman dulu. Dipenuhi dengan beragam macam karakter yang bermacam-macam sifatnya, penjahat yang berkeliaran di sana-sini dan perasaan tidak aman yang selalu melanda tidak peduli di mana kita berada. Di tengah kota Harlan, ada Raylan Givens atau di mana ia selalu memperkenalkan dirinya dengan U.S. Marshal Raylan Givens.

Raylans, diperankan dengan sempurna oleh Timothy Olyphant, adalah seorang petugas U.S. Marshal yang bergaya ala koboi abad ke-19 di kota yang sudah berada pada abad ke-21. Dengan sepatu bootnya, pistol di pinggang dan yang menjadi ciri khas utamanya, mengenakan topi koboi berwarna krem muda. Meski begitu, ia mengaku bahwa dirinya sudah tidak lagi menyukai film western, seperti pada episode “Fixer” di musim pertama saat ditanya “Apakah kamu menyukai (film) western?”, yang hanya dibalas dengan “Dulu.”

Tidak hanya pakaiannya yang menyerupai koboi di film-film western yang sering kita lihat, namun juga perawakannya. Ia memang terlihat keren, gagah dengan pistolnya, sifatnya yang setenang es dan bisa mencari humor di tengah situasi yang mencekam, dan tatapannya yang bisa menusuk siapa saja yang berkontak mata dengannya. Tidak hanya itu, ia juga sangat ahli menembak, mampu mengeluarkan pistol lebih cepat dari musuhnya.

robinekariski-tv-series-raylan-givens-di-justified

Seperti pada episode “Long in the Tooth” di mana saat berhadapan dengan kedua musuhnya, ia hanya mengatakan “Kau mengambil satu langkah lagi, aku akan menembakmu. Hanya itu yang akan kukatakan.” Dan apa yang terjadi? Musuhnya tentu tidak percaya, dan saat baru saja mengangkat kaki, suara tembakan terdengar dan perut musuhnya bolong tertembus peluru panas. Raylan Givens, seperti karakter dari film revisionist western, tidak memiliki sifat main-main saat sudah serius dan rela membunuh jika saja otoritasnya terancam. Dan sifatnya inilah yang sering melibatkan dirinya dengan masalah.

Pada episode pertama Justified, “Fire in the Hole”, Raylan dipindahtugaskan dari Miami karena ia menembak musuhnya di atap sebuah hotel mewah. Atasannya mengatakan “Kau tahu kita sudah tidak bisa menembak orang secara langsung lagi?” Dia, menggarukkan dahinya, hanya bisa tersenyum sembari menerima nasib bahwa dirinya akan dipindahkan ke kota masa kecilnya, Harlan. Dia tidak ingin balik ke Harlan, dan dia memiliki alasan yang masuk akal. Ayahnya, Arlo Givens, adalah seorang kriminal lokal yang sering keluar masuk penjara. Ibunya, Frances, sudah meninggal. Di sini juga tempat tinggal mantan istrinya, Winona Hawkins, yang meninggalkan Raylan untuk seorang agen real estate (ironisnya, Timothy Olyphant juga bermain menjadi agen real estate di serial komedi Santa Clarita Diet).

Dan bukan hanya kotanya maupun tokoh utamanya yang memisahkan Justified menjadi serial yang unik dari serial dengan genre yang serupa lainnya. Di sini juga ada Boyd Crowder, teman lama Raylan Givens yang telah berubah menjadi kriminal fanatik supremasi kulit putih. Sebuah serial akan terasa mengganjal jika tidak memiliki antagonis yang sepadan dengan protagonis, dan Boyd — diperankan dengan sempurna juga oleh Walton Goggins — menjadi tulang punggung acara ini bersama Raylan.

Di sini, Boyd adalah bayangan Raylan. Keduanya memiliki sifat yang sangat mirip, bahkan terkadang mereka sendiri menyadarinya. Keduanya sama-sama licik dan pintar, keduanya sama-sama mengetahui bagaimana memanfaatkan sesuatu untuk keuntungan masing-masing, dan keduanya juga pintar bersilat lidah di mana mereka sering berhasil mendapatkan keinginan mereka hanya dengan berbicara secara verbal. Perbedaan mereka hanyalah satu. Boyd memilih menjadi seorang penjahat, sedangkan Raylan memilih menjadi petugas penegak hukum.

Apa yang membuat keduanya menjadi pasangan yang sangat unik — selain sifatnya yang mirip dan adu mulut yang sering mereka lakukan saat bertemu — adalah bagaimana sebelum ini mereka adalah teman baik. Teman masa kecil, Boyd dan Raylan sama-sama menggali tambang batu bara di Harlan, sebuah kota yang memang terkenal dengan pertambangannya. Hubungan mereka, yang dimulai dari episode pertama “Fire in the Hole” hingga episode terakhir di musim keenam “The Promise”, selalu dilandasi dari satu kata.

“Kita menggali batu bara bersama.”

Satu kata itu diucapkan Raylan pada episode pertama “Fire in the Hole”, saat ia menembak ke arah Boyd yang hendak menembak Ava Crowder, teman masa kecilnya Raylan. Setelah menembak, Raylan mengatakan “Aku minta maaf,” kepada Boyd yang tergeletak di lantai. Saat ditanya mengapa ia meminta maaf, Raylan mengatakan “Boyd dan aku menggali batu bara bersama.”

robinekariski-tv-series-raylan-dan-boyd-saat-menggali-batu-bara

Raylan menyadari betapa ironisnya hidupnya dia sekarang. Boyd, yang dulu adalah teman seperjuang di mana mereka sama-sama menggali batu bara dan juga yang menarik tangannya saat berlari di tambang yang akan runtuh pada masa mudanya, kini menjadi musuhnya karena mereka berada pada jalan yang berbeda. Raylan lama menatap Boyd yang sekarat dan berdarah, dengan matanya yang hampir berkaca-kaca berpikir andaikan saja mereka bisa berteman. Andaikan saja Boyd bukan penjahat, mungkin kini daripada saling menembak mereka bisa bertukar gelas bir.

Boyd, pada musim pertamanya, digambarkan sebagai kriminal yang pada awalnya percaya dengan gerakan supremasi kulit putih. Kemudian ia masuk penjara dan berubah menjadi taat beragama, dengan mendirikan sebuah gereja untuk mantan narapidana di tengah hutan. Di saat inilah ia memulai permusuhan dengan ayahnya, Bo Crowder, yang menganggap apa yang Boyd lakukan ini konyol. Persis seperti Raylan, di mana Boyd memiliki ayah yang seorang kriminal dan akhirnya berubah menjadi musuh. Kemudian selama serial ini berjalan, Boyd berubah menjadi kriminal nomor satu di Harlan, yang tidak saja diincar Raylan namun juga dengan semua pihak yang bermaksud untuk merebut Harlan.

Selama 6 musim di Justified, Boyd selalu membayangi Harlan dan selalu melakukan sesuatu yang mengganggu Raylan. Memang di setiap musimnya selalu ada antagonis baru. Bo Crowder di musim pertama, Maggie “Mags” Bennett di musim kedua ataupun Robert Quarles di musim ketiga, namun Boyd selalu saja berhasil menyelinap di tengah-tengah masalah yang sudah menimpa Harlan dan membuat kericuhan yang lebih besar dari sebelumnya. Pada akhirnya, selalu saja kita kembali lagi dengan Boyd dan Raylan.

Pada episode terakhir “The Promise” di musim keenamnya, kita kembali lagi dipertanyakan. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang? Apakah Boyd yang selama ini mengejar mimpinya untuk menjadi orang terkaya di Harlan? Atau Raylan yang selama ini selalu berusaha menegakkan keadilan dengan caranya sendiri? Jika sudah menontonnya, maka kita tahu bahwa Raylan berhasil mengemban tugasnya yang selama ini ia seharusnya kerjakan di Harlan, yaitu untuk menangkap dan memenjarakan Boyd Crowder.

robinekariski-tv-series-boyd-crowder-di-justified

Namun apakah dia memang keluar sebagai pemenang? Selama di Harlan, ia sudah melihat banyak kematian yang menimpa dengan orang terdekatnya, termasuk tantenya yang juga menjadi ibu tirinya Helen Givens. Tidak hanya itu, namun ia juga kehilangan salah satu teman terlamanya. Teman yang pernah menggali batu bara bersama saat masih muda. Di episode ini jugalah Raylan dan Boyd, meski tidak sempurna, namun mendapatkan penutupnya masing-masing.

Di “The Promise”, Ava yang kini telah menjadi tunangan untuk Boyd, menembak Boyd tepat di bahu, mencuri duit yang baru saja dicuri Boyd, dan kabur untuk meninggalkan baik Boyd dan Raylan. Empat tahun kemudian, Boyd sudah dipenjara, Raylan sudah menjadi U.S. Marshal di Miami, dan Ava yang memulai kehidupan baru di California. Raylan berhasil melacaknya, dan menemukan bahwa Ava rupanya sudah memiliki anak yang merupakan keturunan dari Boyd. Ia memohon kepada Raylan untuk tidak memberitahu Boyd mengenai anaknya tersebut, mengatakan “Dia hanya akan merusak hidupnya.”

Iya, jika mendengar katanya itu kita juga menyadari betapa rusaknya sifat yang dimiliki Boyd. Dibalik senyumnya yang lebar dan kata-katanya yang dirangkai dengan berbelit-belit, Boyd memiliki sifat yang sangat jarang kita temui. Seseorang yang sangat karismatik dan mampu mengubah seseorang untuk kepentingan dirinya sendiri dengan iming-iming “impian bersama.” Semua yang bekerja untuk Boyd jika tidak dipenjara maka sudah tewas dalam aksi. Sifat itulah yang sudah Ava sadari di akhir musim, dan sifat itulah yang membuat Raylan menyetujuinya.

Setelah bertemu Ava, Raylan mengunjungi Boyd dipenjara dan mengatakan bahwa Ava sudah tewas dalam kecelakaan tiga tahun yang lalu. Jika dipikir-pikir, ini bukanlah hanya aksi untuk melindungi Ava namun juga sebuah hadiah terakhir dari Raylan untuk Boyd. Ia mengetahui bahwa Boyd, dalam caranya yang sangat sulit dimengerti, mencintai Ava dengan sesungguh-sungguhnya. Di sini, ia hanya menenangkan pikiran Boyd dan memberikan sebuah penutup sekaligus agar ia tidak lagi mencari Ava ataupun mengetahui bahwa ia sudah memiliki anak.

Hadiah seperti itu memang hanya bisa terjadi jika memiliki hubungan seperti Raylan dan Boyd. Hubungan mereka memang naik dan turun, terutama karena memiliki jalur yang berbeda. Tetapi balik lagi, Raylan tidak memiliki teman yang lama seperti Boyd dan begitu juga Boyd. Keduanya, meski tidak jarang saling bertabrakan, namun memiliki rasa hormat satu dengan yang lainnya. Dalam adegan ini, Raylan telah memberikan dua hal yang Boyd inginkan, yaitu untuk mengakui bahwa ia memang benar-benar mencintai Ava dan mengakui bahwa mereka adalah teman.

robinekariski-tv-series-raylan-bertemu-boyd-di-the-promise

Setelah menyampaikan kabar bahwa Ava sudah meninggal, Boyd bertanya kepada Raylan kenapa dia datang mengunjunginya.

“Aku kira itu adalah berita yang harus disampaikan secara langsung,” jawab Raylan.

“Itu saja alasannya?”, kembali Boyd bertanya. “Setelah bertahun-tahun selama ini, Raylan Givens, hanya itu alasannya?”

Keduanya tersenyum, matanya berkaca-kaca. “Yah, aku kira jika aku boleh sentimental, meskipun apapun yang telah terjadi, ada satu hal yang membuat aku kembali” ucap Raylan.

Boyd, dengan wajahnya yang tampak senang dan puas, mengatakan “Kita menggali batu bara bersama.”

Raylan, yang terlihat sudah mendapatkan penutup yang selama ini dia cari selama bertahun-tahun lamanya, dengan tenang menjawab “Itu benar.”

Setiap musimnya selalu saja ada momen di mana Raylan memiliki kesempatan untuk menembak Boyd dan menghentikannya. Ia sudah pernah melakukannya di “Fire in the Hole”, namun setelah itu ia seperti selalu enggan untuk membunuhnya. Raylan, dalam caranya tersendiri, tidak ingin membunuh teman lamanya. Begitu juga dengan Boyd, yang sampai momen terakhirnya juga mengakui bahwa ia merasa kangen dengan satu-satunya orang yang sangat ingin memasukkan ke penjara.

Lagipula, mereka pernah menggali batu bara bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s