Kehebohan dan keliaran dari setiap episode Rick and Morty membuatnya sangat disayangkan jika tidak diulas secara satu per satu. Gayanya yang juga seperti sebuah antologi juga cocok untuk dibahas setiap episode.

Berapa lama sudah kita menunggu episode terbaru dari salah satu serial kartun dewasa paling terkenal, Rick and Morty? Setelah mendapati sebuah pemberhentian pada tengah musim, kini musim keempatnya sudah kembali berjalan yang dimulai dengan episode 6, bernama “Never Ricking Morty”.

Rick and Morty memanglah dikenal dengan ceritanya yang sangat liar, tidak jarang mengundang tawa sekaligus meledakkan otak para penonton dengan ceritanya yang sangat rumit untuk diikuti, namun menyenangkan untuk disaksikan. “Never Ricking Morty” memulai pertengahan musim keempatnya dengan membawa elemen-elemen yang membuat serial ini dikagumi banyak orang. Lelucon yang “meta”, karakter yang memang sangatlah unik sekaligus momen-momen yang mengejutkan.

“Never Ricking Morty” dimulai dengan seseorang — yang berpakaian futuristik dengan selendang seperti karakter Clint Eastwood The Man with No Name — memasuki sebuah bar di dalam kereta api misterius. Saat duduk di bar, pelanggan di sebelahnya memulai menceritakan bagaimana ia sangat membenci dan ingin membunuh Rick (Justin Roiland). Orang ini tidak peduli dengan ceritanya, karena ia tidak mengenal Rick. Kemudian pelanggan yang lainnya juga mulai menceritakan bagaimana ia bisa membenci Rick.

robinekariski-tv-series-rick-dan-morty-di-never-ricking-morty

Orang ini, kebingungan, keluar dari bar itu dan menuju gerbong kereta selanjutnya. Di gerbong selanjutnya malah juga sama, di mana para penumpang berkumpul menceritakan mengenai pengalamannya dengan Rick, namun kini orang-orang ini berkumpul untuk menceritakan kebaikan Rick. Setelah lagi pergi ke gerbong selanjutnya, barulah kita mengetahui kalau orang ini sebetulnya adalah Rick yang sedang menyamar. Ia pun juga bertemu dengan Morty (Justin Roiland, iya dia mengisi kedua karakter utamanya), yang juga sama-sama menyamar seperti Rick. Setelah beberapa saat, kita baru mengetahui kalau mereka berdua rupanya terperangkap di dalam alat yang menyalurkan ide menjadi sebuah vignette antalogi.

Untuk sebuah serial yang menganut genre science-fictionRick and Morty memang tidak pernah berhenti untuk selalu saja mengejutkan penonton. Begitu juga dengan “Never Ricking Morty”, di mana kita selalu dibuat kebingungan dan penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Dan jika kita mengira kalau kita sudah menemukan jawabannya, mereka masih saja menyimpan kejutan yang tidak bisa saya antisipasi dan membuat episode ini sangat seru untuk diikuti.

Ceritanya yang memang terdengar sangat “meta” — di mana realita dan fantasi sangatlah tipis di episode ini — juga sering dijadikan lelucon oleh keduanya. “Aku tidak menyukai betapa meta-nya hal ini terjadi, Rick,” Morty mengatakan setelah dijelaskan secara panjang dan lebar oleh Rick. Seperti film sci-fi action Inception, “Never Ricking Morty” dengan lihainya memutar-mutar alur cerita lewat persepsi dari karakter dan terus membuat penonton menerka, yang manakah yang asli dan yang manakah yang fantasi.

Mungkin ceritanya yang mengadu antara realita dan fantasi memang pernah beberapa kali dipakai oleh Rick and Morty, seperti episode “Morty’s Mind Blowers” yang tayang pada musim ketiga, namun cerita dan lelucon di “Never Ricking Morty” tetaplah terasa sangat menyegarkan dan meski saja mudah untuk kebingungan, namun juga terasa cerdik. Bagaimana mereka memanfaatkan sisi “meta” di dalam cerita dan menaikkan ke tahap selanjutnya, menghasilkan tidak hanya lelucon yang pintar namun juga cerita yang unik.

robinekariski-tv-series-rick-dan-morty-di-never-ricking-morty-2

Pada satu adegan, saat Rick dan Morty perlu memasuki bagian mesin utama kereta ini, namun mereka harus menceritakan sebuah cerita yang tidak memiliki kaitan apapun dengan mereka. Setelah gagal pada cerita pertamanya, Rick menyuruh Morty menggunakan “Bechdel Test”, sebuah cara sederhana untuk mengukur representasi wanita di dalam karya fiksi. Morty pun akhir berhasil menceritakannya, meski menggunakan kakak dan ibunya di dalam ceritanya yang konyol. Ini adalah cara pintar bagaimana serial ini menggunakan cerita lain untuk memajukan cerita utamanya, meski saja seperti yang Rick katakan, tidak berkaitan dengan mereka berdua.

Tidak hanya lelucon yang luar biasa konyol di tengah ceritanya yang sangat kompleks, “Never Ricking Morty” juga meneruskan tradisi Rick and Morty yang gemar menyisipkan referensi-referensi dari episode lampau mereka ataupun pada pop culture di dunia nyata. Karakter-karatker seperti Abrodolph Lincoler (Maurice LaMarche) yang pernah muncul di musim pertama juga muncul di sini. Begitu juga dengan karakter populer Evil Morty yang pernah beberapa kali muncul sebelumnya.

Dan iya, untuk menambah kekonyolan di sini pada satu cerita Rick and Morty diselamatkan oleh Yesus (Chris Meloni). Ia, datang dari langit, melepas pakaiannya dan memperlihatkan badannya yang kekar dan berotot. “Aku gatau. Beberapa orang menyukai hal itu (Kitab). Itu terdengar sinis,” ucap Morty setelah kejadian itu. “Morty, kita secara harfiah diselamatkan oleh Yesus Kristus. Katakan padaku bagaimana itu bisa meyinggung,” balas Rick.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s