Hugo Weaving adalah salah satu aktor favorit saya. Karirnya yang memang lowkey adalah salah satu karisma dari aktor yang berkebangsaan Inggris namun tinggal di Australia itu. Dirinya memang dikenal dengan film-film besar seperti The MatrixThe Lord of the Rings, dan V for Vendetta. Namun film-filmnya seperti ProofThe Interview dan Last Ride juga adalah film yang lebih dari kata bagus dan itu semua berkat penampilan Hugo Weaving. Kini ia membintangi film terbaru Australia yang berjudul Hearts and Bones yang lebih dulu tayang pada Juni tahun lalu di Sydney Film Festival.

Hati dan tulang, arti dari nama judul filmnya memang sepertinya tepat untuk menggambarkan isi film ini. Hati, karena film ini memang memiliki hati yang besar dan mampu membawa maupun menampung sisi kemanusiaan dari setiap karakternya. Tulang karena tema perang yang dianut oleh Ben Lawrence, sutradara sekaligus penulis bareng dengan Beatrix Christian. Ini, menariknya, juga adalah film pertamanya Ben Lawrence sebagai sutradara film.

Hugo Weaving memerankan seorang karakter bernama Daniel Fisher atau yang sering dipanggil “Dan”. Daniel (kalau menggunakan “Dan” takut tertukar dengan kata “dan”) adalah seorang fotografer yang tugasnya mengharuskan dirinya diterbangkan ke daerah yang sedang terjadi perang. Kita diperkenalkan dengan Daniel pada awal film saat dirinya sedang bertugas, memfoto sebuah sebuah mobil yang terbengkalai di tengah jalan dengan penumpangnya sudah meninggal. Pencurian? Pembunuhan? Daniel tidak memandang apa alasan mobil itu, dan dengan sigap memfoto mobil dan korban di dalamnya.

Saat sudah pulang dan bersiap untuk pameran foto yang akan digelar, ia didatangi oleh seorang supir taksi di rumahnya. “Oke, saya tidak memesan taksi,” Daniel mengatakan. “Saya mencari Daniel Fisher, seorang fotografer,” balas supir taksi tersebut. Supir taksi ini rupanya berasal dari Sudan Selatan yang bernama Sebastian Ahmed (Andrew Luri). Sudan Selatan adalah salah satu tempat yang pernah dikunjungi Daniel untuk bekerja karena sempat didera perang sipil. Sebastian meminta Daniel untuk tidak memajang foto-foto yang didapatkannya di Sudan Selatan saat pameran yang akan datang.

robinekariski-film-hugo-weaving-sebagai-daniel-fisher-di-hearts-and-bones

Permintaan Sebastian itu memang memantik pertanyaan tidak hanya untuk Daniel namun juga untuk saya. Apakah memang foto-foto perang yang didapatkannya, di mana foto itu menggambarkan kebrutalan perang, patut untuk dipajang sebesar mungkin untuk dilihat publik? Di sisi lain, foto-foto itu juga penting untuk mengingatkan kepada orang kalau perang itu sangatlah buruk, dan untuk itulah fotografer seperti Daniel ada, untuk menangkap sisi brutal sebuah perang yang tidak pernah dilihat orang sebelumnya.

Sama seperti saya, Daniel juga menghadapi dilema yang cukup besar. Tidak hanya itu, ia juga baru mengetahui kalau pacarnya, Josie (Hayley McElhinney) sudah mengandung selama 15 minggu. Tetapi ia syok, karena tidak hanya ia baru mengetahui itu namun juga karena mereka pernah memiliki anak sebelumnya yang sudah meninggal. Semua itu akhirnya membebani pikirannya dan ia terkena serangan panik. Pekerjaannya selama ini juga membawa dampak buruk, di mana ia secara terus-menerus melihat kekejian sebuah perang. Dari waktu ke waktu, tidak ada kata istirahat untuk Daniel.

Hugo Weaving memang seperti biasa memerankan karakternya dengan totalitas, terutama karena karakter Daniel yang memang sangat berat dari segi emosional. Ia stres, ia sedih, ia terkena serangan jantung. Dari Daniel, kita bisa merasakan betapa berat perjalanan yang sudah ditempuhnya dan betapa berat jalan yang ada di depannya. Namun yang sebetulnya bersinar di sini adalah karakter Sebastian itu sendiri. Karena dirinya itulah ada cerita ini, dan karena dirinya itulah emosional film menjadi lebih terasa.

Kita bisa melihat kegigihan Sebastian bekerja di kesempatan keduanya ini. Ia bekerja di dua pekerjaan sekaligus, bekeja di laundry dan sebagai supir taksi. Ia juga sudah berkeluarga, dengan istrinya, Anishka (Bolude Watson) dan dua anaknya, yang satu masih di dalam perut. Ia juga adalah seorang anggota sebuah komunitas paduan suara, yang setiap anggotanya terdiri dari para imigran yang negaranya terkena perang. Sebastian juga mengajak Daniel untuk datang ke pertemuan komunitas itu, karena ia mengetahui Daniel terkena PTSD atau gangguan stres pascatrauma dari pekerjaannya.

robinekariski-film-sebastian-dan-daniel-di-hearts-and-bones

Keduanya memiliki latar yang sangat berbeda, namun terjalin sebuah pertemanan dari keduanya karena mereka sama-sama pernah melihat secara langsung bagaimana perang terjadi. Satu momen yang paling menguras emosi terjadi saat Daniel mengabulkan permintaan Sebastian untuk memperlihatkan foto-foto yang pernah ia dapatkan di Sudan Selatan. Sebastian, dengan perlahan, menceritakan masa lalunya yang kelam, bagaimana ia terlibat secara langsung dengan perang sipil yang sudah mewabah ke seluruh negeri. Daniel hanya bisa terdiam, sembari matanya berkaca-kaca.

Sungguh mengagumkan jika mengetahui ternyata ini adalah akting pertamanya untuk Andrew Luri. Aktor yang berasal dari Sudan Selatan itu bermigrasi ke Australia pada tahun 2003, dan dalam film pertamanya ia tidak hanya berhasil menyaingi akting dari aktor veteran Hugo Weaving, namun dirinya mampu menambah kedalaman dalam karakternya dari sisi emosional dan membuat karakter Sebastian benar-benar menarik simpati dari penonton, dan saya tentunya.

Satu adegan favorit saya terjadi mungkin pada pertengahan film. Sebastian berminat untuk pindah ke rumah barunya, dan ia bersama Daniel membersihkan rumah barunya itu karena memang sudah terlihat usang. Mereka mencabut karpet, mengganti tirai dan pintu, dan membersihkan rumahnya dari siang hingga malam hari. Untuk sesaat, keduanya melupakan pahitnya masa lalu mereka. Untuk sesaat, mereka melupakan bagaimana masa depan mereka. Mereka hanya fokus pada satu hal saja, yaitu memperbaiki rumah barunya Sebastian. Hearts and Bones memiliki hati yang sangat besar, dan itu semua berkat Daniel Fisher dan Sebastian Ahmed.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s