Created by Greg Daniels and Steve Carell.” Jika saya melihat dua nama itu dalam satu kalimat, mustahil jika saya tidak mengantisipasi apa hasilnya. Sebelum Space Force, keduanya berkolaborasi di — yang tentunya adalah salah satu serial TV paling ikonik — The Office. Penuh kata-kata mutiara yang siap dijadikan meme yang segar, kumpulan karakter yang nyeleneh dan humornya yang selalu kena (kecuali dua musim terakhir), The Office adalah salah satu sitcom yang paling saya gemari. Tentu saja saya juga sangat mengantisipasi kolaborasi terbarunya yang sudah tayang di Netflix.

Space Force menariknya dirilis beberapa bulan setelah salah satu cabang militer Amerika Serikat, United States Space Force, menetapkan dirinya sebagai independen pada akhir 2019. Ingat saat internet tengah meledak karena logo United States Space Force mirip dengan logo dari Star Trek? Ya, itu. Cerita awalnya Space Force juga linear dengan ditetapkannya United States Space Force sebagai organisasi independen.

Pada episode pertamanya, “THE LAUNCH”, Mark Naird (Steve Carell) dipromosikan menjadi jenderal bintang empat dan berharap untuk menggantikan Kick Grabaston (Noah Emmerich), salah satu musuh bebuyutannya, sebagai pemimpin angkatan udara. Saat sedang rapat antar jenderal, diketahui kalau Presiden AS ingin mendominasi luar angkasa dan membentuk cabang militer baru bernama Space Force. Mark hanya bisa tertawa karena betapa konyol idenya itu. Apa yang tidak diketahuinya, ia justru dipilih untuk memimpin cabang militer baru itu, di mana ia hanya bisa memasang wajah kaget dan mengatakan “Apa?”

robinekariski-tv-series-steve-carell-sebagai-mark-naird-di-space-force

Jika The Office dibuat menyerupai seperti sebuah dokumentasi, dengan pergerakan kamera yang sangat cepat dan penggunaan zoom in ke setiap wajah karakter, berbeda dengan Space Force yang menggunakan sinematografi yang lebih rapi dan lebih stabil. Namun meski begitu, keduanya memiliki kemiripan. Memang betul Steve Carell ada di dua serial itu, dan karakternya juga mirip dengan Michael Scott dari The Office, tapi kedua serial ini sama-sama menceritakan komedi mengenai tempat kerja, dan di situlah di mana Space Force masih belum bisa seberhasil The Office.

Space Force menceritakan komedinya dengan satir. Dan tentu seperti bagaimana komedi satir seharusnya, serial ini harus memiliki subjek yang akan dijadikan sebagai bahan lelucon. Mereka sudah memiliki itu. Tetapi apa yang disayangkannya adalah humor mereka tidak terlalu difokuskan ke bagian satirnya. Mereka memiliki bahan yang sangat banyak, namun memutuskan bermain aman saja. Kita akhirnya mendapatkan komedi tempat kerja seperti The Office, dan akhirnya malah mendapatkan humor komedi yang sayangnya terkesan setengah-setengah saja.

Beberapa humor satirnya memang sangat jarang terjadi, namun bukan berarti tidak ada. Saat Space Force sedang melancarkan komedi yang menghina kejadian pada dunia nyata, mereka selalu tepat mengenai sasaran dan itulah mengapa sangat disayangkan mereka tidak terlalu berpusat dengan bagian satirnya. Seperti di mana mereka sangat sering berbicara mengenai Presiden mereka, yang sangat gemar bermain Twitter dan sering tweet sesuatu yang agresif. Tentu saja, meski tidak pernah diberitahu secara langsung, kita langsung mengetahui kalau itu adalah Presiden Amerika Serika saat ini Donald Trump. “Boobs on the moon,” ia menulis tweet, dan bawahannya hanya bisa menganggap itu sebagai typo dan menganggapnya sebagai “Boots on the moon.”

robinekariski-tv-series-john-malkovich-steve-carell-dan-noah-emmerich-di-musim-pertama-space-force

Tentu saja yang memegang kendali penuh adalah Steve Carell. Mayoritas humornya berasal dari karakternya yang sangat mirip dengan karakternya di The Office. Keduanya sama-sama menjadi pemimpin tempat kerjanya, keduanya sama-sama sering memiliki ide konyol yang tidak dipahami oleh anak buahnya, keduanya sama-sama sering kecewa dengan hasil akhir dari idenya dan keduanya juga sama-sama sering menjadi pahlawan di akhir episode. Meski humor komedi dari serial ini masih belum terlalu matang, namun karakter Mark Naird masih berhasil membuat Space Office lebih baik dari yang seharusnya.

Dan saya tidak bisa mengatakan itu ke karakter lainnya. John Malkovich yang berperan sebagai Adrian Mallory, dokter sekaligus ilmuwan di Space Force mereka, dapat melengkapi kekonyolan Steve Carell namun tidak banyak bahan yang diberikan untuknya. Ben Schwartz yang sebagai konsultan media untuk Space Force, F. Tony atau yang sering dipanggil Fuck Tony oleh semuanya, juga lebih sering terasa cringe daripada terasa kocak. Mungkin justru yang selalu dapat memberikan komedi yang tidak terduga adalah Brad (Don Lake), seorang jenderal sekaligus asisten untuk Mark Naird yang sering dipandang rendah oleh para rekan kerjanya.

Musim pertamanya masih terlihat sangat tidak memanfaatkan bahan satir yang dimilikinya, namun bukan berarti Space Force tidak menghibur. Beberapa episode masih dapat sangat menarik untuk diikuti, sementara beberapa episode terbilang terlalu datar. Mungkin saja, seperti kebanyakn sitcom lainnya, musim pertamanya masihlah belum bisa menemukan nada yang tepat. Semoga saja musim keduanya (kalau ada) dapat menemui ritme dan bahan yang tepat untuk memasuki standar komedi Greg Daniels.

Musim pertama Space Force sudah meluncur dan bisa disaksikan di layanan streaming Netflix.

One thought on “Greg Daniels dan Steve Carell Meluncurkan Musim Pertama SPACE FORCE

Leave a Reply to Saipul Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s