Miniseri ini dibuka dengan seseorang yang sedang di sebuah perpustakaan dengan kencangya berdoa kepada Tuhan kalau dirinya akan berkorban. Di saat para pegawai dan pengunjung kebingungan dan berusaha untuk menghentikannya, orang ini mengangkat sebuah golok di tangan kirinya — yang mengagetkan seluruh orang di sekitarnya — dan lanjut memotong tangan kanannya. Adegan yang brutal ini memanglah dengan cepat mengangkat tensi dalam cerita, dan ini bukanlah adegan terseram yang dimiliki I Know This Much Is True.

Ini bukanlah miniseri yang memang mudah dicerna, karena betapa depresinya cerita yang disuguhkan. Selama enam episode, saya secara berturut-turut selalu dihantam dengan nasib sial sang karakter utama dan saya semakin lama semakin terbangun sisi sinis saya terhadap miniseri yang disutradarai oleh Derek Cianfrance (Blue ValentineThe Place Beyond the Pines) ini. Di saat saya mengira semua akan baik-baik saja, lagi muncul masalah yang tidak menghantam karakter utama namun juga meruntuhkan segala harapan yang dimilikinya.

Berlatar sekitar tahun 1990an di sebuah kota yang terletak di Three Rivers, Connecticut, kita diceritakan sepasang saudara kembar yang bernama Dominick dan Thomas Birdsey. Keduanya secara menakjubkan diperankan oleh Mark Ruffalo. Keduanya sudah dewasa, namun Dominick harus selalu mengurus Thomas karena ia mengidap skizofrenia yang membuat dirinya selalu paranoid dengan dunia sekitar dan selalu mengkhawatirkan hal-hal yang tidak seharusnya ia khawatirkan. Orang yang tadi memotong tangannya di adegan pembuka adalah Thomas karena ia yakin dengan memotong tangannya ia dapat menghentikan Perang Teluk antara Amerika Serikat dan Irak.

Setelah dibawa ke rumah sakit, Dominick dengan cepat mengunjungi saudaranya. Thomas tidak ingin tangannya kembali disambungkan, tetapi para dokter meminta Dominick untuk tanda tangan di sebuah surat untuk mengijinkan dokternya menyambungkan kembali tangan kanannya. Akhirnya Dominick tidak mentandatangani karena ia mengatakan kalau untuk pertama kalinya dalam 20 tahun Thomas bertekad bulat terhadap sesuatu. Hubungan inilah yang dengan sempurna menggambarkan hubungan keduanya selama enam episode kedepan.

robinekariski-tv-series-mark-ruffao-sebagai-saudara-kembar-di-i-know-this-much-is-true

“Saudaraku merusak segalanya. Aku merasa kasihan kepada dirinya. Dan marah. Dan malu,” Dominick saat mengingat-ingat masa lalunya bersama Thomas.

Saya tidak mengetahui bagaimana rasanya memiliki saudara kembar, karena saya hanya memiliki adik saja. Dan saya hanya bisa membayangkan bagaimana sulitnya untuk seumur hidup tinggal dan menemani saudara yang memiliki penyakit mental seperti Thomas. Tetapi dengan melihat Dominick, saya bisa merasakannya. Dengan dirinya saya, entah bagaimana, bisa relate dan merasakan betapa pedih dan kacaunya kehidupan yang dimiliki. Dan itu semua hampir seratus persen berkat penampilan Mark Ruffalo sebagai kedua tokoh utama.

Memainkan dua karakter yang sangat berbeda pada satu film selalu membuat saya terkagum (lihat saja Legend yang dibintangi oleh Tom Hardy), apalagi jika pada sebuah miniseri yang berisikan enam episode seperti I Know This Much Is True. Tidak jarang Dominick dan Thomas muncul di satu layar, dan Mark Ruffalo dapat memainkan keduanya dengan sangat sempurna saya bahkan sering tidak menyadari kalau keduanya diperankan oleh aktor yang sama. Segi teknisnya memanglah mengagumkan, tetapi aktingnya sangatlah cemerlang terutama untuk memerankan satu karakter yang selalu depresi sementara satunya adalah karakter yang selalu paranoid.

Saya membaca pada artikel di Variety, kalau Mark Ruffalo perlu menurunkan 15 pound atau sekitar 7 kg untuk syuting sebagai Dominick. Ia kemudian mengambil waktu istirahat enam minggu untuk menaikkan berat badan sebesar 30 pound atau 13 kg untuk kembali syuting dan bermain sebagai Thomas. Saat menjadi Thomas, aktor Gabe Fazio (dikenal dari A Star Is Born) akan memerankan menjadi pemeran ganda untuk Dominick dan dengan special effect dan editing yang pintar ia akan berubah menjadi Mark Ruffalo sehingga ada dua Mark dengan penampilan yang berbeda pada satu layar. Saya memang tidak mengerti bagaimana mereka bisa menggabungkan dua Mark Ruffalo tetapi saya tetaplah tertakjub dengan hasilnya.

Tidak hanya takjub dengan bagaimana mereka bisa menggabungkan dua Mark Ruffalo, tetapi saya juga takjub dengan betapa kelamnya miniseri ini. Apakah itu adalah hal yang bagus? Mungkin iya, mungkin tidak tetapi I Know This Much Is True terlihat seperti sangat berkomitmen untuk memberikan sebuah kisah yang sangat depresi dan sangat sinis sehingga setiap episode tidak memiliki titik cerah sedikitpun. Dan itu memang menjadikan miniseri yang diadaptasi dari novel dengan nama yang sama tersebut menjadi sulit untuk ditonton.

Thomas bukanlah satu-satunya masalah yang dialami oleh Dominick. Ia juga baru saja cerai dari istrinya karena putri mereka yang masih bayi meninggal. Ibunya Dominick juga baru saja meninggal. Ia tidak mengetahui ayah biologisnya karena ibunya tetap merahasiakan hal itu. Jika ia terlihat seperti seseorang yang paling tidak beruntung di dunia, itu memang benar karena ia sendiri mengatakan kalau dirinya dan keluarganya terkutuk. Apalagi ia tidak memiliki hubungan yang mulus dengan ayah tirinya sehingga ia terasa benar-benar sendirian menghadapi semua masalahnya.

robinekariski-tv-series-mark-ruffalo-sebagai-dominick-di-i-know-this-much-is-true

Seluruh kejadian itu mungkin memang penting untuk menambah rasa “kesuraman” dalam cerita, tetapi ada satu bagian pada episode pertama yang sangat saya tidak sukai dan bahkan bingung mengapa itu ada. Itu adalah bagian saat penerjamah jurnal kakeknya Dominick, Nedra (Juliette Lewis) datang ke tempat tinggal Dom dan berusaha untuk merayunya dengan memainkan musik yang kencang dan mendekatkan diri. Saat Dom berusaha menolaknya, Nedra malah mengamuk dan mengancam untuk melaporkan ke Dessa (Kathryn Hahn), mantan istrinya Dom, kalau Dom melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya. Untuk apa tujuan adegan itu ada, saya berpikir?

Tetapi dari seluruh buruknya nasib Dominick, ada satu karakter yang saya sukai karena setiap ia muncul, ia selalu menawarkan optimisme kepada Dominick dan dia adalah satu-satunya teman yang dimiliki Dominick. Leo (Rob Huebel) yang merupakan temannya dari masa kuliah dan kini bekerja sebagai penjual mobil selalu berusaha membantu Dominick bahkan ia — meski awalnya ragu-ragu — membantu Dom dalam hal yang mungkin tidak banyak orang akan lakukan. Dominick butuh bantuan? Datang ke Leo. Ia butuh teman ngobrol? Datang ke Leo. Butuh tempat istirahat selain tempat tinggalnya? Datang ke tempat kerja Leo.

Apa yang menyangkut di saya adalah bagian akhirnya yang menawarkan rasa optimisme dan saya, setelah enam jam diserang oleh kisah yang depresi secara bertubi-tubi, malah merasa janggal dengan nada optimis dan harapan yang muncul pada akhir musim. Beberapa episode awal saya memang menunggu kapan keadaan akan berubah menjadi lebih baik untuk Dominick dan Thomas, tetapi setelah lima episode berasa pupusnya harapan, saya justru merasa agak aneh saat merasakan sebuah perasaan harapan baru yang muncul pada akhir episode keenam. Saya malah tidak terbiasa melihat nada cerita bangkit dari depresi itu.

Mark Ruffalo memanglah dengan sempurna memerankan dua karakter utamanya, yang menjadikan ini acara miliknya. Miniseri ini juga mampu membawa berbagai macam tema yang sungguh berat dalam enam jam. Tetapi saya sepertinya kurang bisa untuk merekomendasikan I Know This Much Is True kepada orang lain karena itu sama seperti saya merekomendasikan sebuah pil depresi ke orang lain. Kecuali jika mereka memang penasaran dengan ceritanya atau bagaimana Mark Ruffalo di dalam miniseri ini, maka saya persilahkan untuk menontonnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s