Netflix sebetulnya banyak memiliki film-B action yang sangat menarik dan tersembunyi. Lost Bullet, film asal Prancis, adalah salah satu contoh terbaru yang kebetulan saya mengetahuinya tidak dari sosial media karena Netflix memang sangat jarang mempromosikan film seperti ini, tetapi kebetulan karena saya menemukannya saat sedang menggali Netflix. Ceritanya yang sederhana dan aksinya yang memang seru membuat film 90 menit ini cukup efektif.

Lost Bullet adalah sebuah film yang mirip seperti film-B action Netflix yang sangat saya sukai, Wheelman, di mana sumber utama action film berasal dari kendaraan. Mungkin memang masih tidak semenegangkan Wheelman, tetapi Lost Bullet tetap berhasil dalam memberikan aksi mobil yang cepat dan bahkan ada beberapa adegan berantem yang memang menyenangkan untuk ditonton. Ini adalah bagaimana jika Fast & Furious berlatar di Prancis dan memiliki anggaran yang lebih sedikit.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, cerita dalam film yang disutradarai oleh Guillaume Pierret ini cukup sederhana. Seorang narapidana, Lino (Alban Lenoir), dipekerjakan oleh satuan polisi yang bertugas untuk menangkap “go fast”. “Go fast” adalah sebutan untuk kriminal yang menggunakan mobil yang cepat untuk membawa narkoba dan kabur dari polisi. Saya tidak mengetahui apakah memang ada hal seperti itu di Prancis, tetapi istilahnya keren jadi saya tidak masalah dengannya.

robinekariski-film-sébastien-lalanne-dan-nicolas-duvauchelle-di-lost-bullet

Lino menangkap perhatian polisi karena dirinya adalah seorang mekanik untuk mobil yang sungguh cepat, dan para polisi membutuhkan bantuannya untuk membantu meningkatkan performa mobil mereka agar bisa menyamai atau bahkan lebih kencang dari para kriminal “go fast” yang sungguh sulit ditangkap. Satuan polisi ini terdiri dari Charas (Ramzy Bedia) yang telah berteman dengan Lino; Julia (Stéfi Celma) yang memiliki hubungan dengan Lino; Areski (Nicolas Duvauchelle) dan Marco (Sébastien Lalanne) yang haus akan adrenalin.

Satu hari, saat Charas mengejutkan Lino dengan memberikan surat yang menyatakan kalau Lino akan keluar dari penjara lebih cepat, Charas terbunuh oleh polisi korup Areski dan Marco dan meninggalkan Lino untuk mempertahankan diri dari kejaran polisi yang menduga kalau dirinyalah yang membunuh Charas. Sederhana, bukan? Ini seperti salah satu film action yang menceritakan tokoh utamanya yang dituduh melakukan apa yang tidak ia lakukan dan harus membuktikan kalau dirinya tidak bersalah.

Ceritanya cukup sederhana, jadi film ini seharusnya lebih memusatkan perhatiannya dengan aksinya. Sayangnya, aksi-aksi dalam film tidak terlalu sering terjadi yang akhirnya menjebak saya dengan dramanya yang kurang bekerja dan tidak semenarik aksi baku hantamnya. Film ini sebetulnya memiliki bahan yang cukup untuk memantik emosi, terutama dengan hubungan antara Lino dan Charas yang berakhir dengan tragedi, namun mungkin eksekusinya yang kurang mengakibatkan matinya adegan itu.

robinekariski-film-alban-lenoir-di-lost-bullet

Jika dilihat bersama dengan Wheelman (saya sangat menyukai film itu dan hanya itu yang terpikirkan oleh saya saat ini), kekurangan Lost Bullet juga adalah mungkin karena ingin terlalu berat dengan pengembangan karakternya tetapi tidak terlalu berhasil karena dialognya yang terlalu lurus dan kikuk. Berbeda dengan Wheelman yang tidak pernah basa-basi dalam memberikan suntikan adrenalin kepada penonton dengan hampir seluruh film berlatar di dalam mobil sang tokoh utama pada malam hari yang menambah suasana mencekam miliknya.

Aksinya memang tidak sebanyak yang saya harapkan, tetapi saat film sudah memasuki bagian action, barulah energi Lost Bullet benar-benar terasa. Bahkan adegan awalnya sudah menunjukkan aksi yang liar, saat di mana Lino dan temannya Quentin (Rod Paradot) menabrakkan mobilnya ke dalam toko berlian namun karena memasang turbo dan remnya yang blong mengakibatkan mobilnya menerobos empat tembok beton secara terus-menerus. Film ini memang tidak main-main jika sudah memasuki adegan mobil.

Tidak hanya adegan kejar-kejaran mobilnya yang memang seru, adegan berantemnya juga cukup keras meski terkadang tidak masuk akal. Ada satu adegan saat Lino yang menghajar satu kantor polisi dan kabur, memang seru apalagi berantemnya memang sungguh seru dengan setiap bantingan terasa cukup keras, tetapi saya jadi berpikir, “Apa latar belakangnya Lino sehingga ia bisa sekuat itu?” Tidak hanya ia ahli mengendarai mobil cepat, tetapi ia rupanya juga cukup cekatan dalam menghapai sekumpulan polisi sekaligus. Memang semakin dipikirkan mungkin semakin tidak masuk akal, tetapi Lost Bullet memang adalah film yang tidak perlu terlalu dipikirkan. Cukup tunggu dan nikmati setiap aksinya saja.

Film aksi Prancis Lost Bullet sudah tayang dan bisa ditonton di layanan streaming Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s