Stateless, serial yang dibuat oleh Cate Blanchett, Tony Ayres dan Elise McCredie yang kini telah tayang di Netflix, menceritakan mengenai seorang wanita yang menderita gangguan jiwa. Kemudian serial ini juga menceritakan mengenai seorang imigran gelap dari Afganistan yang ditahan di pusat penahanan imigrasi. Serial ini juga menceritakan mengenai salah satu penjaga dan manajer penahanannya itu. Dan meski setiap karakter memiliki kisah yang menarik dan pantas untuk diikuti, keempat cerita itu saling tumpuk dan malah menghasilkan sebuah serial yang tidak fokus dan konsisten dengan alur ceritanya sendiri.

Berisikan enam episode yang disutradarai oleh Emma Freeman dan Jocelyn Moorhouse (masing-masing tiga episode), setiap episode Stateless memanglah dibuat dengan sangat baik. Kita secara dekat diceritakan setiap karakternya dan banyak waktu dari setiap episode bertempat di Barton Imigration Detention Center, sebuah tempat penahanan imigrasi fiksi di Australia. Niatnya memanglah mulia, untuk melihat secara personal dan intim bagaimana setiap tahanan menghabiskan waktunya, tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, ceritanya saling tabrakkan dan malah tidak bisa menggali lebih dalam lagi untuk setiap karakternya.

Serial ini sebenarnya secara besar terinspirasi dari kisah nyata Cornelia Rau, warga Australia yang secara tidak sah ditahan selama 10 bulan di pusat penahanan imigrasi Australia. Dalam serial ini, Cornelia Rau diperankan oleh Yvonne Strzechowski dengan nama karakter Sofie Werner. Sofie dan Cornelia memiliki latar belakang yang mirip, di mana keduanya sama-sama seorang pramugari yang masuk ke sebuah kultus dan menderita gangguan jiwa, kemudian karena gangguannya itu ia ditahan di penahanan imigrasi karena menyamar sebagai orang Jerman dan tidak ingin mengungkapkan identitas yang sebenarnya.

Saya tidak mengetahui bagaimana kisah Cornelia Rau yang sebenarnya, saya hanya mengetahui garis besarnya saja. Tetapi kisahnya memanglah tragis. Bagaimana bisa pemerintah, selama 10 bulan lamanya, tidak pernah sekalipun mencoba untuk mengecek latar belakangnya menunjukkan kecacatan yang sungguh besar dalam sistemnya. Tidak hanya itu, Sofie juga digambarkan sebagai korban pelecehan seksual oleh pemimpin kultusnya, Gordon (Dominick West), dan memperparah kondisinya.

robinekariski-tv-series-yvonne-strzechowski-di-stateless

Sebuah karakter yang sangat rumit seperti Sofie memang tidaklah mudah untuk diperankan, apalagi dengan latar belakangnya yang penuh musibah seperti dirinya, dan karena itu saya sungguh mengagumi penampilan Yvonne Strzechowski sebagai Sofie. Saya memang sudah mengetahui dirinya dari serial The Handmaid’s Tale, sebuah serial yang mengerikan dan juga mengganggu, dan saya memang sudah mengetahui kalau ia adalah aktris yang berbakat, tetapi di serial inilah baru saya melihat kalau ia mampu memainkan karakter yang tidak kalah kompleks (atau bahkan lebih kompleks) dari karakternya The Handmaid’s Tale.

Setelah diusir dari kultus karena dianggap tidak bisa berkembang, Sofie menyamar menjadi seorang Jerman agar bisa keluar dari Australia, tetapi karena surat-surat yang tidak lengkap dan tindak-tanduk yang mencurigakan, ia akhirnya ditahan di Barton Imigration Detention Center. Beragam imigran ditahan di sini, dan bahkan ada yang sudah tinggal di situ selama beberapa tahun lamanya tanpa masa depan yang jelas. Semuanya mengharapkan untuk mendapatkan visa agar bisa tinggal di Australia, sementara Sofie berharap untuk keluar dari Australia.

Ameer (Fayssal Bazzi) adalah salah satu tahanan Barton yang masa lalunya juga tidak kalah gelap. Ia, bersama istri dan kedua anaknya, meninggalkan Afganistan karena situasi negara yang selalu dilanda perang dan bahaya. Dalam salah satu momen paling emosionalnya, ia mendorong kapal yang berisikan istri dan anak-anaknya untuk pergi ke sebuah kapal besar yang menyelundupkan imigran sementara Ameer sendiri tertangkap karena mencuri duit dari seorang penyelundup penipu. Namun ia sendiri juga berhasil ke Australia, mesti harus ditahan di Barton.

Namus suatu hal yang tragis terjadi. Istri dan salah satu anaknya tidak selamat saat berkapal, sehingga kini hanya Ameer dan satu anak perempuannya yang berhasil selamat sampai Australia dan keduanya ditahan di Barton. Meski diliputi kesedihan, ia bersikeras untuk mendapatkan visa untuk dirinya serta anaknya agar perjuangan dan pengorbanan mereka tidak sia-sia. Ia tidak ingin kembali ke Afganistan, dan ia juga tidak ingin selamanya menetap di Barton apalagi dengan anaknya yang berkeinginan untuk masuk sekolah, sehingga ia selalu berusaha mencari cara untuk bertahan.

robinekariski-tv-series-ameer-dan-keluarganya-di-stateless

Ceritanya Ameer memang patut untuk diikuti karena betapa dalam kisah miliknya. Begitu juga dengan Sofie. Dan karena itu, jika kedua cerita digabungkan, dengan adegan bolak-balik antara Ameer dan Sofie, emosional yang saya rasakan juga tidak terlalu dapat. Saat kisah dari salah satunya mendapati sesuatu yang mengejutkan atau yang mengenaskan, adegan langsung berganti ke karakter lainnya yang juga bernasib sial sehingga sebagai penonton, saya harus bersimpati dengan ini dan kemudian bersimpati dengan itu yang akhirnya berujung dengan emosional yang tidak stabil.

Tidak hanya keduanya pantas untuk mendapatkan serialnya sendiri karena menyangkut tema yang sangat berat dan berbeda, tetapi Stateless juga menceritakan salah satu penjaganya dan manajer Barton dan memberikan kesempatan untuk penontonnya untuk benar-benar mengetahui apa yang dirasakan oleh mereka. Tetapi saya rasa usahanya tersebut tidak terlalu berhasil karena semakin lama bukan rasa simpati yang timbul, tetapi malah rasa jengkel dan kesal terhadap pemerintah dan setiap anggota yang bekerja di Barton dan mungkin bukan itu niatnya serial ini.

“Tempat ini bisa menghancurkanmu,” ucap Brian (Darren Gilshenan), atasan dari keamanan Barton kepada manajer baru, Claire (Asher Keddie). Dan memang benar, tempat ini mampu membuat Cam (Jai Courtney), salah satu penjaga baru yang awalnya baik hati dan saya dukung, berubah menjadi sadis dan brutal, sesuatu yang saya sesalkan. Begitu juga dengan Claire yang setiap keputusannya selalu membuat dirinya “antagonis” meski ia selalu mengatakan setiap keputusannya adalah untuk kebaikan Barton dan tahanannya. Stateless mungkin ingin membuat penonton memahami mengapa mereka berbuat demikian dan mencoba memantik simpati, tetapi gagal.

Dan meski begitu, saya tetap mengapresiasi Stateless karena niatnya yang memang sudah benar serta penampilan dari setiap aktor sudah sangat baik, terutama Yvonne Strzechowski dan Fayssal Bazzi yang mampu menangkap kerumitan dan kesulitan menjadi tahanan imigrasi. Serial ini juga mengangkat isu sosial yang tidak hanya terjadi di Australia, tetapi juga terjadi di seluruh dunia mengenai kelalaian pemerintah dan administrasinya yang masih penuh kekurangan. Hanya saja banyak kisah di dalamnya yang saling menabrak sehingga tidak bisa memenuhi potensialnya untuk menggali isu-isu yang berat tersebut lebih dalam lagi.

Stateless sudah tayang di layanan streaming Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s