“The bird a nest, the spider a web, man friendship.”

First Cow dibuka dengan kalimat itu, yang ditulis oleh penyair William Blake dalam salah satu bukunya, “Proverbs of Hell”. Kalimat itu menandakan kalau burung hidup dan tinggal di dalam sarangnya, laba-laba hidup dan tinggal di jaringnya, dan manusia hidup dan tinggal di dalam persahabatannya. Dengan kalimat itulah Kelly Reichardt — sutradara sekaligus penulis naskah bersama Jonathan Raymond — membangun sebuah film yang menggunakan persahabatan sebagai tema utamanya.

Sekarang kita berada di Amerika, tepatnya di Oregon Territory atau Wilayah Oregon pada tahun 1820. Sebuah tangan terlihat sedang mengambil tumbuhan di tengah hutan yang liar. Ia adalah Otis Figowitz (John Magaro), atau yang biasa dipanggil dengan nama panggilannya “Cookie”. Cookie adalah seorang juru masak untuk sebuah kelompok pemburu kulit binatang. Sifatnya yang lemah lembut, pendiam dan polos berbanding terbalik dengan sifat kelompok yang memperkerjakannya, yang terdiri dari kumpulan orang yang liar dan agresif.

Suatu malam, ia bertemu dengan King-Lu (Orion Lee) yang bersembunyi di semak-semak dan tidak mengenakan pakaian. Ia mengaku kalau ia sedang kabur dari orang Rusia yang mengejarnya karena Lu membunuh salah satu temannya. Apakah itu benar atau tidak bukan masalah, karena Cookie adalah orang yang baik, jadi tindakan selanjutnya adalah untuk memberikan Lu makan, pakaian, dan tempat untuk beristirahat, sesuatu yang ia lakukan secara diam-diam. Besoknya pagi, Lu sudah menghilang. Semalam seperti sebuah mimpi, namun itu memang benar terjadi.

Mereka bertemu lagi saat sudah di sebuah bar di pos perdagangan setempat, Fort Tillicum. Cookie sudah tidak bersama kelompoknya, dan Lu sudah menemukan tempat tinggal baru, sebuah kabin kecil tidak jauh dari situ. Keduanya menghabiskan waktu bercengkrama dan saling bertukar mimpi, apa yang ingin dilakukan pada masa depannya. Lu berpikir ingin mengekspor kelenjar berang-berang ke Tiongkok, yang akan dijadikan obat. Cookie berpikir ingin membuka toko roti atau hotel di San Francisco. “Adalah memulai hal baru yang membingungkan. Tidak mungkin orang miskin bisa memulai hal baru,” Lu mengatakan kepada Cookie.

robinekariski-film-orion-lee-dan-john-magaro-di-first-cow

Cookie dan Lu memang tidak terlihat seperti dua karakter utama dalam film yang berlatar di Amerika pada tahun 1800an. Cookie adalah seorang juru masak pendiam dan Lu adalah seorang imigran yang masa lalunya masih misterius. Jika melihat latar film ini, kita pasti membayangkan sosok penyendiri yang gagah, tidak seperti kedua karakter itu yang tidak terlihat cocok satu sama lainnya, namun melawan segala kemungkinan, Cookie dan Lu adalah dua sahabat yang tidak hanya saling mendukung, tetapi juga saling melengkapi satu dengan lainnya.

Bagaimana mereka bisa memulai hal baru, seperti yang mereka bicarakan sebelumnya? Dengan menjual kue. Apa yang menarik adalah susu dibutuhkan untuk membuat kue dan tidak ada sapi di daerah itu, kecuali satu sapi yang dimiliki oleh Chief Factor (Toby Jones), satu-satunya orang kaya di daerah itu yang mendatangkan sapi dari daerah lain karena dirumorkan ingin menggunakan susunya untuk membuat teh “layaknya pria Inggris sejati.” Jadi satu-satunya cara untuk bisa berjualan dan mengejar mimpi mereka adalah dengan menyelinap pada malam hari, saat seluruh penghuni rumah sudah tidur, dan memerah susu sapi secara diam-diam. Cookie yang memerah, dan Lu yang mengawasi keadaan sekitar dari atas pohon.

First Cow adalah film yang minimalis, sebuah gaya yang memang menjadi ciri khas dari sutradara Kelly Reichardt. Ini adalah sebuah film dengan laju alur cerita yang cukup lambat, tetapi bagi penonton yang sabar dengan pastinya akan mendapatkan betapa intimnya cerita film. Apalagi dengan ratio 4:3 yang tidak hanya memberikan kesan klasik dan tua kepada film, namun juga membuat cerita dan subjeknya menjadi lebih melekat dan lebih fokus.

Film ini memang sangat mengandalkan kedua karakter utamanya, dan John Magaro serta Orion Lee memberikan penampilan yang sungguh memukau dengan caranya yang tidak heboh. Saya hanya mengingat John Magaro dari perannya di The Big Short dan The Umbrella Academy, tetapi di sini ia memainkan suatu karakter yang sangat berbeda. Dengan Cookie, John telah memainkan seseorang yang tidak banyak bertingkah, tetapi setiap hal yang dilakukannya sangat lembut dan penuh perhatian, seperti saat berbicara dengan sapi yang diperahnya atau saat sedang mengaduk adonan yang akan disiapkan untuk membuat kue.

robinekariski-film-sapi-di-film-first-cow

Orion Lee juga dengan sempurna memainkan sebuah karakter yang sangat cocok untuk dipadukan dengan karakter seperti Cookie. King-Lu adalah seseorang yang gemar berbicara, selalu mencurahkan isi hatinya saat sedang menghabiskan waktu bersama Cookie. Entah itu sekedar nasihat, sebuah gambaran mengenai masa depan, atau hanya rencana apa yang ingin dilakukannya, sifatnya yang memang ribut dengan sempurna melengkapi sifatnya Cookie yang tertutup. Persahabatan keduanya tidak hanya unik, namun juga sangat terasa. Dan ini yang membuat First Cow sangat mudah untuk dicintai.

Tidak hanya persahabatan, tetapi film ini juga dengan halus tetapi terasa membawakan kapitalisme sebagai sajian sampingan, sesuatu yang terasa akan merayap di Amerika pada masa yang akan mendatang. Cookie dan Lu, tentu dengan tindakan mencurinya yang memang melanggar peraturan tetapi terasa pantas dan berani, mencoba membuat keberuntungannya mereka sendiri dengan satu tindakan kecil yang mereka yakini akan membantu mereka untuk menggapai mimpi yang ambisius.

“Sejarah belum sampai sini, tetapi itu akan datang,” Lu mengatakan. Entah itu mengacu terhadap perubahan yang akan dialami oleh Amerika secara keseluruhan atau perubahan kepada keduanya, pernyataan itu memang terasa benar. “Itu akan datang, tetapi kita telah sampai sini lebih awal. Mungkin saat ini kita akan lebih siap menghadapinya,” ia mengatakan sembari kembali memasang perangkap untuk binatang-binatang yang akan dijadikan sebagai bahan makanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s