Setiap episodenya, akan ada pembawa acara yang dengan antusias mengucapkan “Ladies and gentleman, it’s the Eric Andre Show!” Kemudian musik dimulai, dan dalam sekejap ada suara orang berteriak. Tidak lama kemudian, muncul orang yang berteriak itu berlari dan melempar dirinya ke dekorasi ruang. Dia adalah Eric Andre, pembawa acara ini. Kemudian ia biasanya akan menerjang pemain drum dalam band, dan mulai menghancurkan set acara miliknya dengan caranya yang liar dan konyol (dan juga kreatif), yang pada akhirnya ia akan duduk dengan nafas yang terengah-engah, dan para kru akan dengan sekejap menata ulang dekorasi sekitar.

Untuk memahami humor dalam The Eric Andre Show sepertinya tidak bisa langsung dalam sekejap saja. Untuk benar-benar mengerti dan menghargai lelucon di dalam acara talk show itu perlu terlebih dahulu memahami bagaimana humor dalam internet bekerja. Dan humor yang saya maksud bukanlah humor-humor meme yang mainstream layaknya akun 9GAG, melainkan lelucon yang mempermainkan rasa ketidaknyamanan dalam diri pembaca yang biasanya bisa ditemui di bagian yang cukup dalam di sosial media, dan humor itulah yang ditonjolkan di The Eric Andre Show.

Selama empat musim berjalan, The Eric Andre Show telah menjadi tambang emas untuk sajian meme yang biasa kita lihat di sosial media. Mulai dari Eric yang berdiri di depan pagar dan berteriak “Let me in!”, Hannibal Buress (co-host) yang mengatakan “Why are you booing me? I’m right.” hingga dua gambar yang terdiri dari Eric yang baru saja menembak Hanniball dan kemudian mengatakan “Who kill Hannibal?” Setiap musimnya hanya terdiri dari 10 episode, dan setiap episode hanya berdurasi 10-11 menit saja, tetapi dengan The Eric Andre Show 10 menit itu bisa menjadi suatu perjalanan yang sangat liar.

Di The Eric Andre Show, humor adalah relatif. Acara ini tidak memaksakan penonton untuk menyukai lelucon mereka atau tidak, karena mereka tidak peduli dan itulah yang membuat acara ini memiliki pengikut yang sungguh besar. Acara ini tidak mengandalkan lelucon atau keanehan yang dimilikinya untuk mengundang tawa, melainkan dengan percaya diri berjalan dan terus-menerus memberikan penonton sejumlah hal yang mungkin bisa dianggap lucu atau tidak.

robinekariski-tv-series-eric-andre-dan-set-miliknya-di-the-eric-andre-show

Setiap episode acara ini akan mengundang dua atau tiga bintang tamu untuk diwawancarai. Setiap wawancara biasanya berkisar selama dua menit atau tiga menit saja, meski dari saya baca sebenarnya durasi berjalan berpuluh-puluh menit namun dipotong untuk diambil bagian yang lucu saja. Apa yang membedakan The Eric Andre Show dengan talk show lainnya tentu adalah bagaimana mereka selalu memiliki satu tujuan dengan setiap bintang tamunya: membuat mereka tidak nyaman.

Salah satu wawancara favorit saya adalah dengan Pauly D. Ia masuk dengan tangan diborgol, kemudian dua puluh detik kemudian kita melihat dirinya basah dengan keringat, dengan Eric yang menanyainya sembari memegang beberapa kartu pertanyaan yang isinya hanya satu gambar simbol Swastika. Setelah itu ia ditutup matanya dan diharuskan menebak siapa selebriti itu dengan ditaruh sosis rebus di mulutnya. Jenis humor yang berada di ambang surealis ini memanglah tidak mengandalkan unsur lucu yang biasa kita temui di film atau acara komedi, melainkan mengandalkan keanehan dan ketidaknyamanan yang dihasilkannya dan itulah apa yang membuat The Eric Andre Show itu tidak hanya unik, tetapi juga menghibur.

Sifat eksentrik sang pembawa acara, Eric Andre, juga dengan indahnya menyatu dengan co-host Hannibal Buress. Hannibal mungkin hanya terlihat diam sepanjang episode, entah hanya duduk saat mendengar monolog Eric atau berdiri di belakang bintang tamu, tetapi setiap saat ia dapat dengan mudah menyelinap ke dalam sebuah momen dan menambah absurdisme ke dalamnya. Yang paling sering terjadi adalah saat bintang tamu biasanya saat mulai tidak nyaman dengan tingkah Eric akan melihat ke belakang, untuk melihat Hannibal dan ia biasanya akan melakukan sesuatu yang tidak kalah konyol dengan Eric (seperti ia tiba-tiba memakan selada dan mengatakan “You got to eat the lettuce, it’s right.”).

The Eric Andre Show adalah contoh sebuah acara yang mendorong batas toleransi. Eric Andre bersama krunya selalu terlihat mencari cara untuk mendorong batas toleransi dan ketidaknyamanan kepada setiap bintang tamunya, yang bahkan membuat tamu Laura Conrad keluar karena merasa jijik melihat Eric muntah atau rapper T.I. yang meninggalkan wawancara karena kesal melihat banyaknya penis di acara. Dengan wawancara ini jugalah kita dapat melihat dan mempelajari sisi setiap selebriti yang sebenarnya, tidak peduli seberapa kacau wawancara itu berjalan.

robinekariski-tv-series-chance-the-rapper-dan-eric-andre-di-the-eric-andre-show

Tetapi tidak jarang juga Eric didatangi tamu yang mungkin bisa memutarbalikkan kegilaan miliknya, seperti Tyler the Creator yang mengetahui bagaimana wawancara akan berjalan dan lebih dulu mendorong meja Eric atau Dennis Rodman yang terlihat menjawab setiap pertanyaan nyeleneh Eric dengan jawaban yang jauh lebih kacau dan brutal, membuat Eric terlihat seperti orang normal. Unsur-unsur tidak terduga inilah yang membuat The Eric Andre Show selalu menghibur karena setiap wawancara tidak pernah terasa sama seperti yang sebelumnya.

Tidak hanya kepada setiap bintang tamu, acara yang berjalan di saluran Adult Swim ini juga menguji batas toleransi penonton. Bagaimana kalian bereaksi dengan acara ini juga mungkin saja memberitahu bagaimana pendirian kalian, dan bukan saya ingin menilai atau menghakimi kalian. Apakah kalian akan merasa tersinggung melihat Eric mengganggu penumpang kereta bawah (yang saya sendiri bingung bagaimana ia masih boleh naik) atau apakah kalian akan terhibur melihat Eric mengganggu setiap pemilik toko di New York dengan tingkah lakunya yang luar biasa tidak masuk akal juga bisa menunjukkan apakah kalian memang siap menerima humor yang absurdisme dan nihilistik atau masih belum siap melihat kegilaan bagian terdalam internet.

Ini adalah sebuah acara yang akan membuat kalian berkata “Apaan nih?” tetapi kemudian menganggap semuanya lucu dan masuk akal, padahal tidak sama sekali. Dengan pintarnya juga The Eric Andre Show adalah sebuah acara satir yang memparodikan talk show dan berita kebanyakan. Acara ini memiliki band, memiliki co-host yang selalu merayap di belakang tamu, memiliki sofa yang terlihat empuk untuk tamu (meski terkadang bau dan bisa bergerak), memiliki meja untuk pembawa acara. Semuanya terlihat seperti talk show pada umumnya, kecuali pada bagaimana acara ini berlangsung yang berbanding terbalik dengan talk show pada umumnya.

The Eric Andre Show adalah acara talk show yang berjalan dengan surealisme, di setiap saat momen bisa berubah drastis secepat jentikkan jari dari yang sudah tidak logis menjadi jauh lebih kacau dan berantakan, dan itulah yang membuat acara ini selalu menarik karena kita juga selalu mendapati perasaan petualangan selama 10 menit. Apalagi dengan set miliknya yang terlihat mirip dengan lokasi “Red room” dari seri Twin Peaks menambah nuansa magis ke dalamnya. The Eric Andre Show mungkin saja bukan selera kalian, tetapi saya sangat anjurkan untuk mencoba setidaknya satu episode saja. Atau satu klip saja, yang dapat dengan mudah ditemukan di YouTube.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s