Dengan hanya 57 menit saja, Host berhasil menjadi tontonan film terseram yang saya temui tahun ini. Itu mungkin karena saya memang bukan penyuka horror sehingga tidak banyak film horror yang saya tonton tahun ini, tetapi tetap saja Host merupakan sebuah film yang dengan efektif memanfaatkan keadaan dan teknologi sekitar untuk membangkitkan tensi dan membangun nuansa yang mengerikan untuk meledakkan penontonnya dengan kejutan yang luar biasanya menyeramkan.

Diproduksi saat masa pandemi COVID-19 sudah menyerang, Host menceritakan sekumpulan orang yang berbincang lewat video call menggunakan aplikasi Zoom. Tentu saja alasan mengapa film ini dibuat demikian adalah agar tidak hanya menghemat biaya anggaran tetapi juga karena masa karantina masih berjalan. Tetapi dengan keterbatasan yang sedemikian besar tersebut, film ini masih dengan keberhasilan yang tinggi menyajikan sesuatu yang autentik sekaligus menyeramkan.

Iya, autentik. Film ini terasa nyata dan itulah yang sulit dicapai oleh kebanyakan film horror dengan tema serupa, yakni bagaimana meyakinkan penonton untuk merasa kalau film itu terlihat seperti sesuatu yang nyata. Host berhasil dalam hal itu. Dengan seluruh film berada di aplikasi Zoom, nuansa menyeramkan justru menjadi lebih mendebarkan karena pusat perhatian kita tidak bisa dibawa kemana-mana selain ke arah kamera yang memperlihatkan setiap karakter sekaligus bagian belakang mereka.

Kisahnya juga tidaklah terlalu rumit, dan sifat ceritanya yang minimalis juga mempermudah nuansa film terbangun dengan stabil. Enam orang, yang terlihat seperti teman dekat, mengadakan sebuah ritual pemanggilan arwah dengan Haley (Haley Bishop) yang terlihat memimpin keenamnya dan mengajak kenalannya sekaligus seorang perantara ke dunia lain, Seylan (Seylan Baxter). Jadi sekarang ada tujuh orang yang berpartisipasi di ritual ini.

Atau setidaknya itu rencana mereka karena Teddy (Edward Linard), salah satu teman mereka, memutuskan koneksi video call miliknya karena pasangannya yang terus mengganggu. Sekarang, enam orang berada di aplikasi itu. Haley dan Seylan berkali-kali memberitahu untuk tidak bermain-main saat ritual ini terganggu, tetapi tentu saja seperti anak muda kebanyakan, ada saja yang menganggap remeh ritual ini dan tidak butuh waktu lama bagi semuanya untuk menyadari kalau karena tingkah laku yang kekanak-kanakan dan tidak serius menyebabkan sesuatu hal yang misterius mulai terjadi kepada setiap peserta.

Elemen keaslian dalam Host sungguh kuat, terutama dari seluruh karakter di dalamnya. Mereka menggambarkan sekumpulan teman yang memang saya gambarkan jika saya bersama teman saya melakukan ritual yang sama lewat aplikasi Zoom. Ada yang serius, ada yang bermain-main, ada yang sudah ketakutan terlebih dahulu, ada yang sudah semangat untuk meminum minuman alkohol dan menantang semuanya untuk meneguk satu gelas alkohol setiap Seylan mengatakan “astral plane”.

Rob Savage selaku sutradara dan salah satu penulis juga sangat pandai membangun tensi dan nuansa seram selama film berjalan. Apa yang saya sukai adalah penempatan kamera setiap peserta, yang di mana hampir semuanya, entah kebetulan atau tidak, memiliki posisi kamera yang memperlihatkan karakternya membelakangi pintu ruangan yang terbuka ataupun sebuah ruang yang besar dan gelap (ruang tamu, contohnya).

Selama film berjalan, saya selalu mencoba melihat apakah ada sesuatu yang terjadi di belakang mereka yang tidak mereka ketahui tetapi terlihat oleh saya dan itulah titik seru dalam film ini. Secara tidak langsung film ini juga melibatkan saya untuk terus memperhatikan setiap bagian kamera sehingga saya selalu merasa tegang meski mengetahui kalau tidak ada apa-apa. Dan saat saya mendekatkan mata saya ke layar untuk melihat lebih dekat ke ruangan mereka yang gelap, muncul kejutan-kejutan menyenangkan yang membuat saya langsung menurunkan volume film dan kembali menjauhkan kepala saya dari layar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s