Genre film sci-fi horror alien memanglah sedang tidak terlalu sering didengar saat ini. Mungkin jika mendengar genre itu satu nama film yang paling mudah muncul di kepala adalah film seri Alien yang telah memuncul enam film dengan Alien: Covenant sebagai film terakhirnya yang dirilis tiga tahun yang lalu. Lagipula, sepertinya sulit untuk mencari konsep baru mengenai film tentang alien karena sepertinya semua genre film sudah dicobanya (di komedi ada Men in Black, kalau film keluarga ada E.T. the Extra-Terrestrial).

Maka dari itu menarik rasanya untuk melihat bagaimana Sputnik, film asal Rusia terbaru, bisa menyandingkan dengan film-film lainnya yang mengangkat tema serupa. Dengan mengambil latar di era Uni Soviet, Sputnik adalah percobaan bagaimana film dengan alien sebagai subjek utamanya dipertemukan dengan dunia Uni Soviet yang segalanya serba politik dan dipenuhi dunia mata-mata. Itulah yang mungkin bagaimana film yang disutradarai oleh Egor Abramenko ini begitu menarik dan juga unik.

Kini kita berada di 1983. Dua astronaut asal Rusia sedang bersiap-siap untuk kembali masuk ke bumi setelah penelitian mereka di luar angkasa. Saat sedang ingin memasuki atmosfer bumi, mereka menyadari ada sesuatu yang bergerak di luar kapal. Setelah mengalami malfungsi pada kapal mereka, hanya satu astronaut yang berhasil hidup sementara temannya mati dengan cara yang sungguh mengerikan. Orang yang selamat ini adalah Konstantin (Pyotr Fyodorov), namun ada yang salah dengan dirinya.

Rupanya ada alasan mengapa ia bisa selamat dari jatuhnya kapal mereka sementara temannya tidak. Ada sesuatu yang hidup di dalam tubuhnya Konstantin. Makhluk misterius itu dengan cepat memiliki hubungan simbiosis mutualisme (dengan cepat saya mengingat masa-masa SMA) dengan inangnya, di mana keduanya tidak bisa hidup tanpa satu dengan yang lainnya. Kolonel Semiradov (Fyodor Bondarchuk), pemimpin sebuah markas tentara yang menangkap dan mengkarantina Konstantin, akhirnya membutuhkan bantuan seorang ahli dokter saraf Tatyana Yuryevna (Oksana Akinshina) karena pendiriannya yang tidak ragu untuk mengambil risiko demi menyelamatkan pasien.

robinekariski-film-pyotr-fyodorov-di-sputnik

Konsep makhluk-hinggap-di-dalam-manusia memang bukanlah konsep baru (iya, terima kasih Alien), tetapi jika di Alien mahkluk asing yang hidup di dalam tubuh bersifat antagonis dan akan membunuh inangnya seketika juga, berbeda dengan alien di Sputnik. Mutualisme yang dimiliki alien dan Konstantin memang menghasilkan suatu dinamika dalam hubungan mereka yang sungguh unik. Bagaimana jika Konstantin memang tidak ingin ada alien di dalamnya, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia akan mati jika berpisah dengannya. Itulah salah satu konsep yang baru karena dengan meleburkan hubungan antagonis dan protagonis, arah film menjadi sulit ditebak dan Sputnik dapat dengan mudah menghindar dari klise-klise kebanyakan yang mengusung tema yang mirip.

Letak utama penggerak cerita film ini adalah pada karakternya, yang dengan pintarnya semakin film berjalan semakin terungkap tujuan dan agenda masing-masing. Selama penelitiannya, Tatyana selalu berdebat dengan peneliti lainnya, Yan Rigel (Anton Vasiliev) karena pendekatannya Tatyana yang berbeda dan tidak ortodoks dan dengan begitu menggambarkan Yan sebagai seseorang yang keras kepala dan tidak ingin menerima perubahan. Begitu juga dengan Semiradov yang digambarkan sebagai seorang kolonel yang siap melakukan apa saja untuk kebaikan Konstantin dan menyelamatkannya.

Namun selama film semakin berjalan dan kisahnya semakin terbuka, kita mulai mempelajari kalau semuanya memiliki rahasia masing-masing. Dan Tatyana menyadari ini, dan itulah alasan mengapa ia tidak ingin memercayai siapapun juga di markas itu. Ia mengetahui ada sesuatu yang mengganjil dan itulah titik seru film ini, saat ia berusaha mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus dan penelitian Konstantin serta makhluknya yang berada di dalam tubuhnya.

Kemudian tema Uni Soviet juga sangat kental terasa dalam Sputnik, menambahkan elemen baru ke dalam genre yang tidak baru. Konstantin digambarkan sebagai seseorang dengan ego yang tinggi dan selalu menyebut dirinya sebagai pahlawan karena berhasil menjelajahi luar angkasa, sementara Tatyana kembali bertanya pantaskah ia disebut sebagai pahlawan jika ia hanya duduk di dalam kaleng timah yang dibiayai oleh pemerintah. Begitu juga dengan Semiradov yang merupakan seseorang yang terobsesi untuk menemukan senjata baru, menggambarkan seseorang yang rela berbuat apa saja untuk mencapai tujuannya.

robinekariski-film-oksana-akinshina-dan-pyotr-fyodorov-di-sputnik

Untuk elemen menyeramkannya juga bisa dibilang cukup, meski tidak membuat kalian kepikiran saat ingin tidur. Mungkin karena sudah banyak sekali film alien yang beredar, tidak mudah untuk membuat konsep yang baru sekaligus menyeramkan dengan makhluk asing dari luar angkasa itu. Jika saya boleh mengatakan, Sputnik sebetulnya juga bekerja jika dikatakan sebagai sebuah film thriller karena ini bukanlah film yang terlihat untuk menyeramkan penontonnya, namun sebuah film yang akan menarik penonton ke dalam dunianya dan bersama karakter utamanya sama-sama mencari kebenaran apa yang sebenarnya terjadi.

Ada bagian dalam film yang menurut saya cukup tidak perlu, yakni saat cerita film berpindah menuju anaknya Konstantin yang kini berada di rumah yatim piatu. Mungkin anaknya dimasukkan untuk menambah rasa emosional ke dalam film, tetapi saya justru merasa itu hanya membuat narasi cerita menjadi tidak terlalu fokus dan tidak berdampak apa-apa ke film selain perasaan bingung “Mengapa ada adegan ini?” Kisahnya Konstantin sendiri sudah cukup untuk menambah elemen emosional ke cerita.

Memang pada akhirnya Sputnik bukanlah sebuah film yang sempurna. Idenya tidak mengusung sesuatu yang benar-benar baru, meski menarik. Dan jika ingin sebuah film yang mengerikan seperti AlienSputnik masih belum bisa mencapainya. Tetapi ini tetap adalah sebuah film yang cukup seru dan sebuah tambahan yang menyenangkan ke dalam daftar panjang film dengan alien sebagai tema utamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s