“Musim Halloween” adalah kolom di mana dalam beberapa hari ke depan hingga Oktober 31 adalah untuk menulis mengenai film-film horror yang tentunya untuk merayakan datangnya Halloween.

Adam Sandler. Netflix. Berapa kali keduanya sudah berkolaborasi? The Ridiculous 6, The Do-Over, Murder Mystery. Mungkin beberapa filmnya memang tidaklah baik dan beberapa filmnya masih bisa dinikmati. Meski begitu, saya tetap tertarik untuk menonton film kolaborasi keduanya, dan rasa ketertarikan itulah yang menarik saya untuk menonton Hubie Halloween, komedi horror terbaru untuk membuka musim Halloween. Dan ini tidaklah buruk! Oke, memang tidaklah sempurna, tetapi ini adalah film yang masih bisa dinikmati dengan lelucon-lelucon garing miliknya dan tentunya karisma Adam Sandler sebagai seorang yang menjadi bahan utama kekonyolan.

Hubie Halloween, pada intinya dapat dirincikan seperti film komedi Adam Sandler lainnya. Jika kalian bukan penggemar Adam Sandler, maka kalian dapat saja menemukan film ini sebagai sebuah kekonyolan yang tidak berarti dan lelucon yang mati. Tetapi jika kalian memang adalah pengikut Adam Sandler, maka kalian dapat menemukan Hubie Halloween sebagai film yang penuh kekocakan yang berarti maupun tidak berarti, lelucon yang garing dan terkadang lucu dan terkadang tidak, dan penampilan Adam Sandler yang lagi-lagi menjadi pusat perhatian.

Di sini Adam Sandler memerankan Hubie Dubois, seorang penjual daging yang sering menjadi bahan ejekan, cemooh dan lelucon dari seluruh penghuni kota Salem. Salah satu lelucon yang sering kali bermunculan yang cukup kocak adalah di mana pun dan kapan pun ia berlari atau bersepeda, selalu ada yang melemparinya barang dan ia dengan ahli menghindarinya seperti makanan sehari-hari. Barang-barangnya pun juga semakin lama semakin kacau dari kerucut lalu lintas hingga terompet dan panah berapi di tengah hutan. Tidak masuk akal? Memang, dan sepertinya disitulah letak jenaka dan humor dari film yang ditulis oleh Adam Sandler dan Tim Herlihy ini.

robinekariski-film-adam-sandler-di-hubie-halloween

Setiap Halloween, Hubie selalu berpatroli keliling kota untuk memastikan keamanan warga sekitar dan mengenakan selempang bertulisan “Monitor” sembari bersepeda, yang tentunya mendapatkan sambutan tidak hangat karena tingkah lakunya yang sering mengganggu pesta dan kesenangan orang lain. Tetapi Halloween ini ia mendapati ancaman yang sebenarnya, di mana seorang narapida kabur dan menuju kota Salem serta beberapa penghuni kota mulai menghilang. Dan ia juga adalah seorang pengecut dan mudah kaget, sehingga ancamannya lebih membahayakan dirinya daripada membahayakan kota.

Memasuki Hubie Halloween untuk pertama kalinya, saya setidaknya mengetahui apa yang dapat saya ekspetasi dari film ini. “Oke, ini ada komedi dari Adam Sandler di Netflix lainnya,” pikir saya. Setidaknya saya dapat menerka-nerka lelucon apa yang dapat disajikan oleh film ini. Tetapi apa yang tidak saya ekspetasikan adalah bagaimana beberapa lelucon tersebut berhasil. Saya terhibur dengan humor film ini. Entah itu lelucon mengenai Hubie atau mengenai karakter lainnya, tidak jarang saya menemukan momen dan adegan yang memang lucu. Terkadang norak, tetapi juga lucu.

Di Hubie Halloween, terkadang lelucon yang bersifat pasif dan tidak blak-blakan lebih lucu dari lelucon yang secara terang-terangan muncul di hadapan penonton. Seperti bagaimana ibunya Hubie (June Squibb) yang mengenakan kaos baju dengan tulisan yang berbeda-beda dengan pesannya yang nyeleneh seperti “Boner Donor”, “If You Can Read This, You’re In Fart Range” dan “I Shaved My Balls For This?” yang saya sendiri juga ingin memiliki beberapa karena betapa kocaknya pesan di baju itu. Bahkan salah satu bajunya menghasilkan lelucon yang berkepanjangan dengan Hubie dan ibunya tidak mengetahui apa artinya “boner” dan mengasumsikan kalau itu berarti “kesalahan”, sehingga Hubie akhirnya menggantikan kata “kesalahan” dengan “boner” yang tentu memiliki arti yang jauh berbeda.

robinekariski-film-steve-buscemi-di-hubie-halloween

Untuk Adam Sandler, setidaknya kita mengetahui bagaimana bakatnya dalam akting. Lupakan perannya di film komedi dan lihatlah perannya di film yang lebih serius seperti PunchDrunk Love atau Uncut Gems yang baru keluar awal tahun ini di Indonesia di layanan streaming Netflix dan dilabeli sebagai film milik Netflix meski bukanlah film produksi Netflix. Kita mengetahui dia adalah aktor yang berbakat. Di Hubie Halloween, kita melihat Adam Sandler yang berbeda dari film-film itu dan kembali ke Adam Sandler yang konyol dengan gaya bicaranya yang seperti satu karakter mengatakan “bergumam” dan tingkah lakunya yang konyol dan polos. Dan di sini, itu bekerja. Karakternya bekerja dengan nada film yang juga konyol.

Satu hal yang tetap saya kagumi adalah bagaimana film ini dapat menarik aktor-aktor legendaris ke dalamnya. Lewati Adam Sandler terlebih dahulu dan kita dapat menemukan Ray Liotta yang tentunya kita mengingat dengan perannya sebagai tokoh utama di film ikonik Goodfellas, di mana di sini ia memerankan sebagai salah satu penghujat Hubie, Landolfa. Atau jika kita lewati lagi Ray Liotta dan kita akan menemukan salah satu aktor favorit saya Steve Buscemi yang tentu filmnya sudah tidak perlu disebut lagi (akan saya sebut, Reservoir Dogs dan The Death of Stalin) di mana di sini ia memerankan sebagai tetangga yang mencurigakan untuk Hubie dan memiliki kisah sampingan yang tidak kalah lucu dan menarik dengan cerita utamanya Hubie Halloween.

Ingatkah saat Adam Sandler mengatakan beberapa waktu lalu jika dirinya tidak memenangi Oscar untuk perannya di Uncut Gems, ia akan sengaja membuat film yang buruk agar kita menyesalinya? Dia tidak mendapatkan nominasi di Oscar, dan untungnya Hubie Halloween bukanlah film yang buruk. Leluconnya mungkin ada beberapa yang basi dan tidak mengena, namun ini tetap adalah film yang menghibur dan seperti pembukaan yang tepat untuk musim Halloween dengan nadanya yang ringan dan santai. Mungkin Adam memang bercanda saat mengatakan ingin membuat film yang buruk. Atau tidak?

Hubie Halloween, kolaborasi Adam Sandler dan Netflix untuk yang kesekian kalinya, sudah bisa ditonton di mana lagi selain Netflix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s