“Ada Apa di MUBI” adalah sebuah kolom di mana saya akan menulis mengenai film yang sedang tayang di layanan streaming MUBI.

Tidak ada manusia yang sama persis. Setiap dari kita memiliki sifat yang berbeda, dan tidak sedikit ada tingkah laku manusia lainnya yang tidak kita pahami. Mungkin tidak kita pahami karena kita tidak mengetahui apa yang memotivasi mereka untuk melakukan tingkah laku itu. Mungkin juga karena kita tidak biasa melihat tingkah laku itu. Di Swallow, secara dekat kita melihat tingkah laku yang mungkin tidak lazim kita temui dalam kehidupan sehari-hari: gangguan makan atau yang lebih dikenalinya dengan istilah eating disorder.

Sering kita baca di internet, tidak pernah kita temui dalam kehidupan nyata. Gangguan makan merupakan penyakit yang mungkin tidak bisa kita pahami karena kita tidak mengalaminya, tetapi adalah penyakit nyata yang terjadi pada beberapa manusia. Memiliki beberapa jenis, salah satu dari gangguan makan adalah “pica”, sebuah gangguan makan di mana seseorang akan mengonsumsi sebuah benda yang bukan makanan atau sesuatu yang bukan untuk dicerna. Dan itu juga yang menjadi salah satu tema di dalam film ini.

Swallow menceritakan kisah mengenai seorang ibu rumah tangga yang baru saja menikah dan kini sedang hamil awal, Hunter (Haley Bennett). Ia menghabiskan sehari-harinya di rumah, mengatur tirai baru berwarna merahnya, bermain video game di smartphone miliknya. Suaminya, Richie (Austin Stowell) adalah tipikial suami yang suka mengatur-atur dan tidak pengertian, sehingga membuat Hunter menjadi terisolasi baik secara sosial maupun secara aktivitas.

robinekariski-film-haley-bennett-austin-stowell-david-rasche-dan-elizabeth-marvel-di-swallow

Suatu hari ibunya Richie, Katherine (Elizabeth Marvel) atau mertuanya Hunter, datang dan memberikan Hunter sebuah buku pengembangan diri. Di dalamnya ia menemukan dua kalimat yang mungkin mengubah hidupnya dan memulai segala kejadian di dalam film. “Setiap hari, cobalah untuk melakukan hal yang tidak terduga. Dorong dirimu untuk mencoba hal yang baru.” Dengan pedomannya yang baru, ia mencoba sesuatu yang tidak terduga dan baru: memakan sebuah kelereng. Entah karena impuls semenjak membaca itu buku itu atau karena memang penasaran, ia memakan sesuatu yang tidak bukan untuk dimakan, meski ia sendiri telah mengandung.

Swallow memaksa penontonnya untuk ikut melihat apa yang terjadi dengan Hunter. Ia memasukkan kelereng ke dalam mulut, merasakannya, dan menelannya. Untuk pertama kali, ia yang memegang kendali. Tingkah lakunya memanglah tidak lazim, bahkan absurd. Dan tidak berhenti di situ. Ia akhirnya lanjut memakan paku payung yang membuat lidahnya berdarah, kemudian peniti, dan benda-benda logam kecil lainnya. Ia melakukan begitu karena ia merasa kini ia memegang kendali, setelah sebelumnya ia biasanya dikendalikan oleh orang lain, terutama oleh suaminya seperti saat makan malam bersama di mana ia memaksa Hunter untuk bercerita mengenai suatu kejadian, hanya untuk disela di tengahnya oleh ayahnya Richie, Michael (David Rasche).

Seperti sebuah pepatah yang klise tapi populer, “Jangan menilai orang dari penampilannya,” begitu juga dengan karakter Hunter ini. Melihat tingkah lakunya, mungkin kita juga akan menjadi bingung, bahkan emosi seperti suaminya. Apalagi karena ia sedang hamil. Tetapi pintarnya film ini adalah dengan ceritanya, kita semakin terlihat alasan mengapa Hunter melakukan apa yang ia lakukan itu. Semakin lama, kita diberikan pencerahan mengapa ia melakukan sesuatu yang tidak lazim, dengan terungkapnya masa lalu Hunter yang cukup emosional dan berakhir dengan adegan yang cukup menyentuh di pengujung film. Kita mungkin tidak akan bisa sepenuhnya merasakan apa yang Hunter rasakan, tetapi sekiranya dengan ceritanya kita bisa memahami apa yang telah ia lalui dan mengapa ia melakukan itu.

robinekariski-film-haley-bennett-sebagai-hunter-di-swallow

Tidak hanya itu, film ini juga menyentuh tema kegelisahan seorang istri. Sebelum menikahi, ia bukanlah orang kaya. Namun semenjak menikahi Richie, ia tidak lagi perlu bekerja dan kini tinggal di rumah mewah. Kehidupannya adalah gaya hidup yang baru baginya, dan tidak hanya itu, kini ia mengetahui kalau ia akan menjadi seorang ibu. Semua hal yang baru ini, serta dengan sifat suaminya yang tidak membantu, malah mengekang Hunter dan alih-alih merasakan kebebasan, ia merasa kehidupannya selalu dikendalikan seseorang, dan itulah salah satu alasan mengapa ia memakan sesuatu yang bukan untuk dimakan, karena tidak hanya itu memberikan perasaan bahwa ia yang memegang kendali, tetapi juga untuk merasakan sensai melanggar sebuah peraturan. Ia bahkan tidak yakin saat ditanya mengapa ia melakukan itu, karena adalah alam bawah sadarnya yang mendorong dirinya untuk memakan benda-benda logam tersebut.

Dan apa yang membuat film ini menjadi sangat hidup dan memikat adalah penampilan yang memukau Haley Bennett sebagai tokoh utamanya. Berbeda dengan karakternya yang kesulitan memegang kendali situasi, Haley dengan setiap tatapannya yang antara kosong dan penuh makna dan setiap tingkah lakunya yang eksentrik dan membingungkan, ia memegang penuh kendali dengan karakternya sehingga benar-benar terasa hidup di dalam film dan tidak hanya sebuah karakter yang ada hanya untuk menceritakan ceritanya yang bermakna dalam. Jika tidak dimainkan dengan sentuhan yang tepat, karakternya dapat dengan mudah menjadi karakter yang membingungkan atau bahkan menyebalkan, tetapi tidak dengan karakter dan pemain ini yang memberikan penampilan yang cukup dalam untuk ceritanya yang tidak ringan.

Carlo Mirabella-Davis memperlakukan gangguan makan yang dialami Hunter bukanlah sebagai sesuatu yang tidak lazim untuk manusia, tetapi adalah mekanisme koping yang dilakukan Hunter untuk mengatasi tekanan sosial dan masa lalu dirinya, bahkan saat ia sendiri tidak sepenuhnya memahami apa yang ia lakukan. Iya, mungkin kita akan merasa sedikit terganggu melihat seseorang mencoba menelan sebuah paku, meski mengetahui itu akan menyakitinya. Tetapi kita juga akan melihat dan sekiranya sedikit mempelajari mengapa ia melakukan apa yang ia lakukan, karena toh apa yang ia lakukan memang terjadi di dunia nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s