Di Fatman, sosok Santa Claus tidaklah orang bertubuh gemuk dengan mantelnya yang berwarna merah dan murah senyum. Di sini, ia bernama Chris Cringle (diperankan oleh Mel Gibson dengan janggutnya yang tebal) dan ia tidaklah gemuk. Ia adalah seorang lelaki tua yang gemar menghabiskan waktunya di bar terdekat dan menggerutu kalau anak-anak di dunia ini semakin nakal dan semakin sedikit hadiah yang ia berikan setiap natal datang karena seperti yang kita ketahui, Santa Claus hanya memberikan hadiah kepada anak yang baik.

Karena jumlah anak yang baik semakin sedikit, maka hadiah yang dibuat dan dikirimkan oleh Chris semakin sedikit dan mengakibatkan pemasukkan darinya juga semakin sedikit, hingga akhirnya ia harus menerima tawaran untuk membuat komponen-komponen baru jet tempur untuk tentara Amerika Serikat hanya untuk menutup kerugian yang dialaminya. Santa Claus membuat pesawat jet tempur? Ini adalah satu dari sekian banyaknya sifat eksentrik yang dimiliki film ini.

Fatman, film arahan kakak adik Eshom dan Ian Nelms ini, menggabungkan legenda dan mistis dengan dunia nyata, menghasilkan sosok karakter yang unik meskipun dirinya sudah sangat sering digambarkan sebelumnya di berbagai media. Di sini, Chris Cringle masihlah mirip dengan Santa Claus yang sering berpergian untuk mengirimkan hadiah dengan sekumpulan elf — pekerja pembuat hadiah untuk Chris yang bertelinga lancip dan lebih pendek dari manusia pada rata-rata — masih bekerja untuknya di gudang dekat rumahnya. Dan menariknya dunianya Chris tersebut digabungkan kepada dunia nyata kita, dengan interaksi orang-orang yang menganggap Chris sebagai Santa Claus dan juga menganggapnya sebagai orang tua menggerutu lainnya.

robinekariski-film-walton-goggins-sebagai-skinny-man-di-fatman

Dan meski Santa Claus bekerja untuk tentara terdengar cukup liar, bukan itulah masalah utama dirinya di film ini ataupun masalah keuangannya. Adalah seorang pembunuh bayaran (Walton Goggins) yang menjadi masalah utamanya, yang ditugaskan untuk membunuh Chris oleh seorang anak kecil yang kaya dan arogan bernama Billy Wenan (Chance Hurstfield) karena kesal dirinya mendapati hadiah berupa batu bara oleh Chris saat malam natal.

Fatman mungkin saja masih belum dapat dengan yakin bagaimana mengubah nada film saat tengah berjalan, yang terkadang terasa kaku saat ingin menggabungkan ataupun mengubah dari elemen fantasi yang dimilikinya yang kemudian menjelma menjadi film action thriller setelahnya. Tetapi meski begitu tetap ada keseruan yang dimiliki di dalamnya, menjadikan ini sebagai film yang masih memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya cukup seru untuk diikuti.

Untuk karakter, ada tiga tokoh penting yang menjadi fondasi ceritanya. Salah satunya adalah Billy, bocah yang kehadiran dan kepribadiannya terkesan sangat klise dan selalu muncul perasaan cringe saat dirinya muncul. Dia adalah contoh anak yang rela menculik teman sekelasnya yang berhasil mengalahkannya di ajang pameran sains di sekolahnya hanya karena tidak rela dirinya berada di posisi kedua. Kelicikan yang dimilikinya tidaklah terkesan baru, menarik ataupun menyenangkan sehingga saya tidak pernah antusias menunggu kehadirannya.

robinekariski-film-mel-gibson-sebagai-chris-cringle-di-fatman

Tetapi apa yang sungguh menarik adalah dua karakter lainnya, Walton Goggins sebagai pembunuh yang diberikan nama “Skinny Man” di dalam credit akhir film dan Mel Gibson sebagai Chris Cringle. Mungkin bisa dikatakan di tengah liar dan tidak stabilnya cerita yang dimiliki, kedua karakter ini adalah apa yang membuat Fatman menjadi film yang lebih menyenangkan dari seharusnya.

Walton Goggins memang sudah tidaklah asing dengan peran sebagai pembunuh sadis berdarah dingin (sebagai contoh, lihat perannya di seri Justified), dan di Fatman ia juga masih dapat membuat karakternya lebih seru untuk diikuti. Karakternya di sini juga memiliki sifat eksentrik yang tidak kalah dengan sifat yang dimiliki film. Ia gemar membeli hadiah natalnya Chris dari orang lain karena masa kecilnya yang kecewa dengan pengalaman yang didapati dari Chris, dan juga ia memiliki peliharaan hamster yang selalu ia bawa meski jika harus keluar negeri.

Film ini dilabeli sebagai komedi gelap namun sebenarnya bahkan untuk komedi gelap sekalipun humor yang dimiliki film ini masih entah sangat lama atau memang tidak ada sama sekali. Apa yang lucu bukanlah di dalam film ini, melainkan konsep film ini sendiri yang membuat penonton menggaruk kepala karena sungguh aneh film ini menjadi cukup unik dan menghibur. Santa Claus yang selalu menggerutu bahkan demi mencari keuntungan ia mengatakan dirinya ingin menagih orang-orang yang menggunakan image dirinya di seluruh dunia. Santa Claus yang berada di dalam depresi ia sering menghabiskan waktunya di bar dan meski ia adalah Santa Claus, tidak ada yang memedulikannya. Di sini, ia adalah Chris Cringle.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s