Keluarga. Balas dendam. Dan latar gurun yang luas sejauh mata memandang. Ketiga komponen itu menjadi suatu ciri khas yang sungguh unik yang biasanya dapat diasosiasikan dengan genre western. Dan meski ketiga komponen itu dipakai secara terus-menerus, western tidaklah pernah terlihat jenuh ataupun membosankan. Mungkin pernah, tetapi sangat jarang. Dan ketiga komponen itu pula yang hadir di Let Him Go, sebuah film dengan beragam elemen western yang dimilikinya dan berlatar tidak lagi di zaman koboi, tetapi di zaman cukup modern, menjadikannya neo-Western.

Sekarang adalah tahun 1960-an. George Blackledge (Kevin Costner) adalah mantan sheriff yang kini sudah pensiun dan bersama istrinya Margaret (Diane Lane), mereka adalah sepasang orang tua yang tinggal bersama anak mereka James (Ryan Bruce), menantu mereka Lorna (Kayli Carter) dan cucu mereka Jimmy di sebuah peternakan, di mana mereka mengurus kuda-kuda yang mereka miliki. Kehidupan mereka yang damai akhirnya hancur seketika ketika James meninggal karena kecelakaan saat mengendarai seekor kuda yang liar.

Berikutnya kita melihat Margaret dan George tengah bersiap-siap mengenakan pakaian serba gelap dan rapi, dan dengan wajahnya yang terlihat suram kita menyangka mereka akan menghadiri pemakaman anak mereka. Tetapi tidak, ternyata sekarang sudah bertahun-tahun kemudian dan mereka akan menghadiri pernikahan Lorna dengan seorang pria bernama Donnie Weboy (Will Brittain). Ternyata perasaan tidak antusiasme Margaret dan George memang beralasan: Donnie adalah orang yang kasar. Bahkan tidak mengabari mereka kalau Donnie akan membawa Lorna dan Jimmy untuk pindah ke rumah ibunya, yang cukup jauh.

robinekariski-film-diane-lane-sebagai-margaret-blackledge-di-let-him-go

Beberapa saat awal film berjalan memang tidaklah terlalu terlihat sisi thriller yang dimiliki Let Him Go, tetapi film terlihat seperti sebuah drama keluarga di mana kita mengikuti sepasang orang tua yang berusaha mencari cucunya. Kita melihat mereka mengendarai mobil dan menyusuri luasnya daerah di sekitar, melihat mereka menginap di sebuah penjara polisi lokal (bersih dan aman, lagipula George adalah mantan sheriff), bertemu dengan seorang Indian yang penyendiri, Peter (Booboo Stewart) dan mengenang masa lalu bersama mengenai anak mereka.

Di saat momen-momen seperti itulah kita melihat bagaimana baik Kevin Costner dan Diane Lane memainkan karakter mereka dengan penuh hati, emosional dan juga menyentuh. Iya, karakter George memang adalah seseorang yang tidak banyak berbicara dan lebih memilih untuk bertindak daripada berbicara, tetapi setiap tindakannya itu menunjukkan kalau George juga adalah orang yang amat menyayangi keluarganya. Dinamika keduanya sungguh baik dan tidaklah sulit bagi kita untuk selalu ingin mendukung mereka di sepanjang perjalanan.

Tetapi ini adalah film thriller, dan sisi tersebut barulah muncul di sekitar 40 menit film berjalan, saat keduanya bertemu salah satu anggota keluarga Weboy, Bill (Jeffrey Donovan). Tidak butuh waktu lama bagi George dan Margaret untuk menyadari kalau keluarga Weboy bukanlah keluarga yang baik-baik, terutama setelah bertemu ibunya Donnie, Blanche (Lesley Manville) serta kakak-adiknya yang berbadan besar. Di sinilah di mana film mulai terasa menegangkan. Dan di sinilah di mana saatnya mereka akan menyelamatkan Lorna serta Jimmy dari keluarga Weboy.

Sebelum lupa, saya akan mengatakan kalau perpaduan antara drama keluarga yang emosional dengan thriller tidaklah terlalu mulus di sini. Bukannya tidak bekerja, tetapi terkadang saya merasakan ada sesuatu yang mengganjal saat mereka mengubah nada film. Keduanya memanglah tema yang berat, tetapi juga saling bertabrakkan sehingga beberapa saat film seperti terasa tersendat dan akhirnya film terasa terlalu lama berjalan.

robinekariski-film-let-him-go

Namun untuk masing-masing, kedua tema itu cukuplah berhasil. Jika saat sedang momen yang emosional, film ini berhasil menyuguhkan beberapa momen yang menyentuh. Dan saat momen menegangkan dimulai, film ini berhasil menghasilkan nuansa yang mencekam, terutama jika kita mengetahui kalau baik George dan Margaret tidaklah lagi muda sementara keluarga Weboy tidak hanya menang jumlah tetapi juga masih memiliki beberapa anggota keluarga yang muda dan terlihat mengintimidasi.

Let Him Go juga terlihat seperti memiliki elemen western yang sangat kuat dari segi sinematografinya, dengan sutradara Thomas Bezucha dan sinematografer Guy Godfree menunjukkan dan menonjolkan aspek luasnya daerah yang sedang ditapaki film ini, dengan memanfaatkan sebanyak mungkin elemen alami di sekitar dan tentu saja beberapa adegan yang diambil dengan cahaya matahari membelakanginya, seperti saat Margaret sedang menunggangi seekor kuda dengan cahaya matahari menyorot dari samping, sesuatu yang sering dijumpai di film western dan sesuatu saya yang tidak akan pernah merasa bosan.

Karakter George di sini juga mengingatkan saya dengan beberapa peran Kevin Costner terdahulu seperti film western Silverado atau bahkan film gangster The Untouchables. Ia memang memiliki aura tangguh dan orang yang lebih baik menembak terlebih dahulu barulah bertanya kemudian. Melihat ia memainkan George seperti sebuah penutup untuk sekumpulan karakter yang pernah ia mainkan sebelumnya, atau setidaknya itu yang saya rasakan melihat ia di sini, dan itu mungkin apa yang membuat dirinya menjadi sangat menarik di Let Him Go.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s