Saya pernah menonton sebuah video di YouTube yang mengikuti seorang wanita sedang berjalan kaki di tengah kota yang di mana selama perjalanannya banyak pria yang dilewatinya melakukan catcalling kepada wanita ini, dan apa yang wanita ini lakukan? Ia berhenti, kemudian menatap para pria itu sembari membalas setiap pujian yang diterimanya. Sontak, para pria biasanya langsung merasa kikuk dan malu, tidak bisa berbuat apa-apa dan hilang kemampuan untuk berbicara. Kemudian wanita ini lanjut berjalan. Kira-kira seperti itulah energi yang dimiliki Promising Young Woman.

Promising Young Woman, film perdana dari sutradara Emerald Fennell yang mungkin dikenal dari perannya sebagai Camilla Parker Bowles di musim keempat The Crown, adalah sebuah film yang membuat penontonnya berpikir jauh setelah filmnya selesai, karena ini adalah contoh sebuah film yang memukul tepat di tengah sebuah masalah yang mungkin selalu ada di seluruh belahan dunia: peran wanita di tengah maskulinitas toxic. Film ini mungkin akan membuat penontonnya merasa tidak nyaman, kemudian juga membuat yang lainnya merasa bersemangat. Sebuah karya yang memang memprovokasi penontonnya untuk bereaksi dan berpikir.

Bo Burnham, yang mendapati peran di sini, juga mengatakan kalau Promising Young Woman perlu untuk didiskusikan di antara pria, karena menurutnya seperti dikutip di Collider, “Jika sebuah percakapan seperti ini tidak dilakukan antar pria dan hanya dibicarakan di hadapan wanita, maka itulah masalahnya. Pria juga harus mulai merasa nyaman untuk membahas hal-hal ini. Kita memang yang perlu untuk membicarakannya. Mereka tidak. Wanita tidak. Karena mereka sudah merasakannya, jadi tidak ada yang perlu mereka bicarakan secara panjang lebar lagi.”

Pada awal film, kita melihat Cassandra Thomas (Carey Mulligan) atau yang biasa dipanggil “Cassie”, yang terlihat setengah sadar dan sendirian di tengah sebuah klub malam. Salah seorang pengunjung klub itu, Jerry (Adam Brody), mencoba untuk mengantarnya pulang karena melihat Cassie yang sudah terlihat tidak berdaya, tetapi tidak ke rumahnya Cassie melainkan ke tempat tinggalnya Jerry yang menawarinya minum dan mulai melancarkan aksinya ke Cassie yang terlihat tidak bertenaga di atas kasur. Setiap perkataan Cassie tidak dienyahkan.

Tetapi di sinilah di mana film mulai menonjolkan Cassie. Di tengah aksinya itu, Cassie terbangun, dengan suara dan wajah yang tegas layaknya tidak mabuk, dan mengatakan “Hey. Aku bilang, apa yang kamu lakukan?” Dengan cepat Jerry berhenti dan terkejut melihat Cassie yang rupanya tidaklah mabuk, dan akan melakukan sesuatu kepada Jerry, meski kita tidak pernah diperlihatkan apa tetapi kita tahu kalau apa yang akan Cassie lakukan akan membuat Jerry menyesali perbuatannya. Kegiatan ini sering Cassie lakukan pada malam hari, untuk menghukum atau memperingati para pria hidung belang akan perbuatan mereka, yang kemudian akan ia hitung di dalam buku catatan kecil miliknya.

Cerita film ini sangatlah matang, karena dari awal kita sudah dibangun antisipasinya untuk apa yang akan datang. Semakin kisah film berjalan, semakin terungkap secara perlahan dan tidak terburu-buru mengapa Cassie melakukan apa yang ia lakukan, yang rupanya menyangkut dengan masa lalunya di mana ia adalah mantan seorang siswa kedokteran dan harus berhenti karena musibah yang dialami teman dekatnya, Nina, yang kini sudah tiada. Sekarang, bekerja di sebuah kafe pada siang hari dan mulai melancarkan aksinya pada malam hari, ia sedang merencanakan sebuah misi jangka panjang unuk balas dendam kepada setiap orang yang memiliki andil dalam musibahnya Nina, dan Cassie tidak main-main dalam misinya.

Selama film berjalan, Promising Young Woman memang terlihat mencoba untuk mencampur-campur genre di dalamnya. Selain dengan thriller seperti pada pembuka film dan juga pada sisa film, genre romansa komedi juga sempat menyusup ke cerita, di mana Cassie bertemu dengan kawan lamanya, Ryan Cooper (Bo Burnham), yang kini adalah seorang dokter. Saat keduanya mulai muncul bersama di layar, nada film secara spontan berubah menjadi ringan dan juga manis. Jika biasanya nada yang bercampur-campur itu membuat film terkesan tidak stabil dan berantakan, berbeda dengan film ini yang terlihat memadai untuk menyeimbangkan beragam genre yang dimilikinya. Itu menunjukkan bagaimana Emerald Fennell, meski ini adalah film pertama sebagai sutradara, mampu mengolah sebuah kisah yang terlihat rumit menjadi sebuah perjalanan yang mulus.

Carey Mulligan juga sangatlah baik dalam memerankan karakter utamanya. Untuk memainkan seseorang yang harus selalu mengubah ekspresinya di setiap saat — di mana jika dirumah ia harus menjadi seorang anak yang pendiam dan penyendiri di hadapan orang tuanya, menjadi sarkas saat bekerja bersama pemilik kafenya, berpakaian heboh dan makeup tebal untuk menjadi seorang yang lemah saat berada di klub malam dan menjadi tegas saat menghadapi setiap lelaki yang mengajaknya pergi hingga bersikap bahagia dan manis saat bersama Ryan — membuat Cassie menjadi seorang karakter yang jauh lebih hidup dan membantu untuk menarik simpati dan mengundang rasa takjub dari penontonnya. Karakter lainnya juga memiliki andil yang besar kepada cerita film ini, tetapi adalah Cassie yang memegang semuanya di genggaman tangan miliknya.

Pada akhirnya, Promising Young Woman terasa seperti sebuah film yang berdiri di garis antara memuaskan dan juga meresahkan. Memuaskan karena apa yang Cassie lakukan dapat berdampak dengan bagaimana pria di sekitarnya berperilaku, tetapi juga meresahkan dari bagaimana kisah ini berakhir. Film ini mungkin bukanlah sebuah film yang mudah dicerna, dan sepertinya itulah tujuan mengapa film ini dibuat. Apakah ini adalah sebuah perjalanan yang menyenangkan? Tidak. Ini adalah sebuah film yang menyelami sebuah dunia yang sudah beracun dengan seorang tokoh utama di tengahnya yang melancarkan misi balas dendamnya dengan penuh gaya. Untuk apapun alasannya, ini memang adalah sebuah film yang akan selalu terbenam di otak penontonnya jauh setelah film selesai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s